[Resensi] Komet Minor - Tere Liye

Monday, March 11, 2019
cover via www.goodreads.com
Judul : Komet Minor
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku :
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2019
Harga : Rp. 105.000,-
Sinopsis Buku:  

Pertarungan melawan Si Tanpa Mahkota akan berakhir di sini. Siapapun yang menang, semua berakhir di sini, di klan Komet Minor, tempat aliansi Para Pemburu pernah dibentuk, dan pusaka hebat pernah diciptakan.

Dalam saga terakhir melawan Si Tanpa Mahkota, aku, Seli dan Ali menemukan teman seperjalanan yang hebat, yang bersama-sama melewati berbagai rintangan. Memahami banyak hal, berlatih teknik baru, dan bertarung bersama-sama. Inilah kisah kami. Tentang persahabatan sejati. Tentang pengorbanan. Tentang ambisi. Tentang memaafkan.

Namaku Raib, dan aku bisa menghilang.


***
Begitu pegang buku ini, satu hal yang tak ku lakukan; membuka halaman terakhir. Takutnyaa berakhir dengan bersambung ke buku selanjutnya. Tapi sebaiknya percaya saja dengan sinopsis buku ini "semua berakhir di sini, di klan Komet Minor,". Meski demikian, halaman terakhir tetaplah mengejutkan. Waw!

Tips sebelum baca "Komet Minor" ini, pastikan sudah membaca buku ke-4,5 : Ceros dan Batozar.


Kenapa? Karena di petualangan kali ini, sosok Batozar akan menemani perjalanan Raib, Seli, dan Ali di klan Komet Minor.

Seperti apa kisah mereka?

***

Di petualangan sebelumnya, Raib, Seli, dan Ali telah berhasil menemukan portal menuju Klan Komet Minor, tempat dimana pusaka hebat pernah diciptakan, senjata yang menjadi incaran Si Tanpa Mahkota agar bisa menguasai dunia paralel. Di akhir cerita, ada seorang pengkhianat bernama Max yang tak lain dan tak bukan adalah Si Tanpa Mahkota. 

Di saat terdesak, Ali berhasil mengeluarkan cermin kecil di sakunya dan muncullah seorang sosok dengan wajah yang seram. Dialah Batozar, orang yang bisa melakukan portal dengan cermin. Raib, Seli, dan Ali pun bisa terbebas dari jaring perak.

Sebelum bertarung sengit dengan Si Tanpa Mahkota, tiba-tiba seekor ikan besar melahap Pulau Hari Minggu. Itulah portal menuju Komet Minor dan disanalah mereka mulai berlomba mencari pusaka hebat.

Pusaka itu berbentuk tombak dan ternyata sudah dipisah menjadi tiga bagian. Apakah Si Tanpa Mahkota berhasil mengumpulkannya terlebih dahulu? Apakah dia berhasil menguasai dunia paralel? Atau justru kembali dipenjarakan?

Baca kisah seru petualangan mereka!
 
***

2 comments:

  1. Aku penggemar berat serial ini kaa terimakasih sudah di buat resensi nya

    ReplyDelete
  2. Untuk penulis Indonesia yang menulis sci-fi, menurut saya ini emang sangat bagus, dan banyak masuk pengetahuan-pengetahuan berharga. Tapi dari segi keseluruhan, aku kok kayak kurang puas gitu ya sama endingnya, dan sama keseluruhan ceritanya. Ditambah lagi, ada spinoff yang kurasa emang nggak penting-penting amat untuk di buat, seperti ratu calista, dan si putih. Mengapa baru di sebut sekarang coba? Kan manjang-manjangin, hadeuh.

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.