3

Launching UnTu

"Sahabat itu adalah air, meskipun emas lebih berharga daripada air, tapi faktanya manusia lebih membutuhkan air melebihi emas" (senyumsyukurbahagia.blogspot.com)

Persahabatan ada karena tak hanya aku di dunia ini. Persahabatan terjalin karena ada aku dan kamu, kalian, juga mereka. Persahabatan itu indah karena persahabatan merujuk pada kebersamaan. Bersama menjalani hari-hari, bersama berbagi kisah kebahagian dan kesedihan, bersama mengungkapkan apa yang dirasakan, bersama dalam setiap kesempatan, dan jutaan kebersamaan yang lainnya.

Persahabatan memang menciptakan berbagai kisah yang tak pernah habis tuk diceritakan. Begitu pula denganku. Bersama seorang sahabat aku merangkai banyak cerita. Cerita bahagia, cerita sedih, hingga cerita memalukan.

Sahabat. Panggil saja dia "Intan". Bersamanyalah berbagai cerita tercipta. Aku bersama Wamubutabi, blogku, akan mendokumentasikan berbagai kisah yang aku alami bersama Intan. Kisah ini ku tuliskan sebagai "Kisah Unni dan Tunni" atau untuk mempersingkat kita sebut saja "UnTu". 
UnTu (Unni dan Tunni)
Unni adalah panggilan Intan untukku. Tunni adalah panggilanku untuk Intan. Unni = aku dan Tunni = Intan. Meski demikian, UnTu merupakan sebuah kata dalam Bahasa Jawa yang artinya Gigi. Mungkin 'gigi' terdengar lucu jika dijadikan simbol untuk persahabatan kami.

Bertepatan dengan hari ulang tahun Tunni yang jatuh pada hari ini, aku memulai "Kisah UnTu" yang pertama dengan judul "Lima Lima Dua". Ce-kicot!

“Unn.. malam ini mau makan apa?”
“Warteg. Ikan kembung?”
 “Bosen.”            
“Lele? Ayam? Soto?”
“Gak ah.”
“Mmmm… Sate ayam?”
“Boleh. Kita udah lama ga makan sate kan?”
“Tapi kamu yang pesen ya?!” pinta Unni.
“Tidaaakk.. bapaknya kan serem.”

Di tempat penjual sate.
“Unn, kamu yang pesen ya?”
“Kamu aja lah. Ayolah!”
“Hmm..”

Unni pun akhirnya menyambangi bapak penjual sate yang tengah sibuk dengan kipas di tangannya. “Pak, pesen sate, 5 5 satu pake lontong, satu pake nasi.”
“55 tusuk jadi satu atau gimana?” kata bapaknya.
“Satu bungkus satunya 5 tusuk. Belinya dua.” Kata Unni menjelaskan.
“10 tusuk jadi dua bungkus gitu?”
“Iyya. Yang satu pake lontong, yang satu pake nasi. Nasinya setengah aja.”
“Beli 2. Satenya 5. Satu pake lontong, lontongnya berapa?”
“Satu aja Pak.”
“Trus, satu lagi pake nasi. Nasinya setengah. Pedes nggak?”
“Nggak pedes semua Pak.”
“Di tunggu ya!”

Akhirnya Tunni dan Unni menunggu sate pesanannya di bangku yang tersedia. Tunni ketawa melihat Unni yang hanya bisa nyengir kuda. 
 ***
Ribet sekali beli sate di bapak itu. Untuk menyebutkan 'beli dua bungkus dengan masing-masing bungkus berisi 5 tusuk' susahnya minta ampun. Pernah suatu ketika UnTu memesan sate seperti biasa, "Pak, beli sate 2 bungkus, 5-5 ya Pak!" ehh.. bapaknya salah tangkap. Ia mengira UnTu membeli 55 tusuk. Alhasil UnTu harus menunggu lama. Dan setelah tahu bahwa bapak penjual sate menyiapkan 55 tusuk sate, UnTu pun bingung. "Pak, maksud saya tadi, 2 bungkus, isinya 5-5, Pak!" Meski muka bapak penjual sate terlihat kesal, akhirnya UnTu mendapatkan sesuai pesanannya. Setelahnya, UnTu tak berani tuk beli sate di bapak itu lagi.
***
Nantikan Kisah UnTu selanjutnya ^^

3 comments:

  1. Assalamu'alaikum, blogwalking, baca-baca, cari inspirasi n salam ukhuwah.. ^_^

    Bisa aja bikin nama blog 'WAMUBUTA(ta)BI - Walau Mulut Bungkam (tapi) Tangan Bicara" hehehe..

    supaya nggak keluar warning di komentar facebooknya, http di ganti jadi https :)

    Sekalian mau ngasih tau kalo di Toko Busana Muslimah Online
    Banyak Banget Jilbab Cantik Murah Meriah, Kerudung, Hijab, Abaya, Turban, Shawl, Gamis, Mukena, Sejadah, Selendang, Aksesoris, DLL

    ReplyDelete
  2. Waalaikumsalam,,

    terima kasih telah berkunjung^^

    ReplyDelete
  3. Tadi sempet heran pas baca postingan terakhir, kok pakai untu. Ternyata singkatan dari unni dan tunni.

    Tambah satu lagi daftar blog yang layak ane ikuti. Gaya bahasamu bagus.

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top