2

Legalisir Ijasah dan Transkrip Nilai di Binus University

Setelah menempuh perjalanan panjang dan macet dari Bekasi ke Kebon Jeruk, akhirnya aku sampai di kampus.

Untuk mendapatkan legalisir ijasah dan transkrip nilai, kita bisa mengurusnya di Kampus Anggrek, tepatnya di LIM (Layanan Informasi Mahasiswa). Ruangannya tepat di belakang Library --lorong sebelah kiri Library lurus mentok kanan ada ruangan kaca. 

LIM Binus buka setiap hari Senin - Jumat (pukul 08.00 - 20.00) dan hari Sabtu (pukul 09.00 - 17.00). Agar bisa dilayani, kita diharuskan membawa Binusian Card dan jangan lupa mengambil nomor antrian.

Karena ini pengalaman pertamaku di LIM, aku sempat kebingungan bagaimana cara mengambil nomor antrian. Rupanya disana disediakan satu komputer khusus untuk mengambil nomor antrian. Kita cukup tempelkan Binusian Card ke alat (semacam scanner) sehingga NIM dan nama kita muncul di layar komputer. Setelah itu, kita pilih antrian;
1. Layanan Mahasiswa
2. Layanan Keuangan
3. Serah/Ambil Berkas
2

Perjalanan di Tengah Aksi 112

Untuk memenuhi kebutuhan administrasi, aku membutuhkan Ijazah dan Transkrip Nilai yang sudah ditandatangani pihak berwenang. Berhubung aku belum punya, maka aku harus mengurusnya di kampus, Binus University.

Aku tak punya waktu banyak. Tanggal yang tersisa hanya di tanggal 11 Februari 2017, bertepatan dengan aksi 112 yang dilakukan umat muslim. Malam itu aku berpikir keras, bagaimana aku harus menuju ke kampus. Jika naik motor dan lewat jalan yang biasa aku lewati, kemungkinan akan ditutup (apalagi jika aksinya sebesar aksi 212). Akupun mencari alternatif lain; commuter line (KRL).

"Dekat dengan Stasiun Sudirman kali ya?!" batinku. Dan setelah ku cek via aplikasi Gojek, ternyata memang tak jauh, hanya Rp. 8.000,- jika bayar menggunakan GO-PAY, jaraknya sekitar 10 km. Tapi rasanya masih kejauhan, mungkin ada stasiun yang lebih dekat. Aku pun googling.

Skenario Terbaik untuk Si Mac

Selalu ada alasan terbaik kenapa sesuatu itu terjadi, meski itu menyakitkan, membuat sesak dan menangis.
Kita boleh jadi tidak paham kenapa itu harus terjadi, kita juga mungkin tidak terima, tapi Tuhan selalu punya skenario terbaiknya.
Jadi, jalanilah dengan tulus. Besok lusa, semoga kita bisa melihatnya, dan tersenyum lapang. 
Quote dari Tere Liye di atas selalu ingin ku tanamkan baik-baik di kehidupanku. Apalagi untuk masalah yang ku hadapi saat ini, aku selalu berpikir "kenapa sih ini bisa terjadi?"

24 Januari 2017 kemarin aku melakukan jual beli di OLX dimana aku posisinya sebagai penjual. Segala kekhawatiranku mengenai transaksi COD untuk barang elektronik pun luntur karena semuanya berjalan lancar. Aku senang, pembeli happy. 
2

Shalat Jamaah Berdua dengan yang Bukan Mahram

Shalat jamaah berdua dengan yang bukan mahram, hukumnya haram kah?

Pertanyaan ini selalu menggelayuti pikiranku setiap kali aku sholat di kantor. Pasalnya beberapa waktu yang lalu, saat sholat di kantor, aku mengajak teman priaku untuk sholat berjamaah. Dia terlihat ragu-ragu 'emang boleh?'

Sebelumnya aku sudah pernah membaca artikel tentang "Hukum sholat berjamaah dengan PACAR adalah HARAM". Awalnya aku menyimpulkan hukum haram itu lebih kepada larangan untuk berdua-duaan. Tetapi, jika itu bukan pacar, apakah hukumnya akan haram juga?

Kerja Santai VS Kerja Sibuk

Semalam aku terlibat dalam percakapan ringan tapi berbobot, bersama dua orang yang dulu mewawancaraiku di tempatku bekerja sekarang. Percakapan kami berakhir ketika salah satu dari mereka bertanya,"Sekarang gini, dengan gaji yang sama, lu pilih kerjaan mana: (1) yang santai, let it flow atau (2) yang sibuk banyak kerjaan?"

Meski aku mengatakan bahwa aku memilih pilihan  pertama (1), tapi dari lubuk hatiku paling dalam aku memilih opsi kedua (2).

Mengapa?
2

Dia yang Pandai Bercerita

Beberapa waktu yang lalu aku mengaguminya. Dia sungguh hebat luar biasa. Aku sangat iri karena aku tak bisa melakukan apa yang bisa dia lakukan.

Aku tak perlu menyebut namanya. Yang jelas, aku dan dia sangat berbeda. Saking sedihnya aku karena tak bisa menyamainya, terkadang aku berpikir 'Mengapa Tuhan menciptakanku seperti ini?'

Bermula ketika dia mengangkat telepon dari seseorang. Dia bercerita panjang lebar dengan orang yang ada di seberang sana. Dia seakan tak kehabisan ide akan menceritakan apa saja ke orang tersebut.
2

5 Lagu GReeeeN Favorit

Tahun sudah berganti, namun playlist music di handphoneku masih sama. Aku masih menyukai GReeeeN, vocal grup asal Jepang yang beranggotakan 4 orang, yang juga berprofesi sebagai dokter gigi. Agar tidak mengganggu aktivitas mereka sebagai dokter, mereka pun menyembunyikan identitas mereka dengan tidak tampil di media apapun. Meski demikian, GReeeeN tetap diidolakan para penggemarnya (salah satunya aku) karena lagu-lagu mereka yang memang enak tuk didengar. 

GReeeeN sudah memulai debut mereka di tahun 2007 dan dari sekian banyak lagu mereka, inilah 5 lagu yang menjadi favoritku saat ini:

1. Akatsuki no Kimi ni (Kau Di Saat Fajar)


0

[Review] Kyaria〜Okiteyaburi no Keisatsu Shocho - Career~ Offbeat Chief Police

Pagi ini suasana hatiku sedang baik meski di luar sana langit sedang mendung. Penyebabnya sederhana, aku menemukan versi lengkap lagu Akatsuki no Kimi ni -GReeeeN. Hihihi.

Lagu ini menjadi alasan kenapa aku menonton drama berjudul "Kyaria〜Okiteyaburi no Keisatsu Shocho" yang diperankan oleh Hiroshi Tamaki. Sudah lama aku tak mendengarkan lagu baru dari GReeeeN dan bulan Oktober lalu dia meluncurkan single yang dijadikan OST dari drama tersebut. Selama drama itu ditayangkan, lagu tersebut belum bisa didengar seutuhnya (full version).
0

Pengalaman Pasang Iklan di OLX

Beberapa waktu yang lalu aku mendapatkan hadiah MacBook di acara Employee Day. Sedari awal aku memutuskan untuk menjualnya, untuk itu aku sengaja tak membukanya. Aku membuka kemasan luarnya saja hanya untuk melihat seberapa tipis MacBook itu dan seperangkat isinya apa saja. Aku tak menyalakannya karena takut harganya jatuh jika pernah dipakai. Lagipula aku bukan tipe orang yang terobsesi dengan barang-barang mewah, sehingga aku tak penasaran bagaimana isi dari si Mac.

Bulan November aku mencoba menjual MacBook yang aku punya di aplikasi OLX dengan memasang harga 11,5juta, asumsiku si Mac bisa terjual dengan harga 10jt. Tak lama dari pasang iklan, banyak yang menghubungiku untuk melakukan penawaran. Sayangnya, harga dari mereka tak memenuhi ekspektasiku. Ada yang bersedia bayar 10jt, tapi nggak jelas. Dia dari Tasikmalaya, minta ketemuan di Jakarta Pusat karena kebetulan dia akan pergi ke Jakarta. Eh, nggak tahunya dia malah ke Yogyakarta. Ya sudahlah, mungkin memang belum jodoh. Ada juga yang nawar 9jt, COD di Bogor. Duh jauh, lagipula aku belum rela lepas di angka 9, bagaimanapun juga aku baru memilikinya dan belum pernah ku nyalakan. Semakin kesini, masih ada yang menawar namun harganya begitu jauh, 7jt dengan alasan kantong pelajar.

Pada akhirnya, aku menonaktifkan iklanku di OLX. Lelah, tak ada yang sesuai dengan keinginanku. MacBook aku biarkan 'lumutan' di lemari.
0

[Review] Zannen na Otto - Disappointing Husband

Belakangan ini aku tak sedang ingin menonton film. Namun, berhubung akhir pekan terasa membosankan, aku membuka koleksi film yang ku punya. Ada drama berjudul "Zannen na Otto" yang sudah komplit ku download tapi belum ditonton. Awalnya tak menarik (mungkin karena memang sedang tidak mood untuk menonton), namun lama-kelamaan seru juga ceritanya.

Drama ini menceritakan kehidupan sepasang suami - istri dengan satu anak yang baru berusia 6 bulan. Adalah Yoichi Haruno (diperankan oleh Hiroshi Tamaki), pekerja kantoran berusia 35 tahun dan istrinya yang bernama Chisato, 28 tahun. Sebelum memiliki anak, kehidupan rumah tangga mereka baik-baik saja. Akan tetapi, setelah mereka dikaruniai seorang anak bernama Hana-chan, hubungan mereka mulai berubah. Yoichi merasa Chisato begitu dingin terhadapnya, tetapi dia tidak tahu mengapa.
Cover
Powered by Blogger.
Back to Top