2

#SingleStory Dimulai!

Bulan April 2017 akan segera datang. Selamat berumur seperempat abad untuk diriku.
(((SEPEREMPAT ABAD)))

Terus, kapan nikah?
Ah, itu pertanyaan paling mainstream. Nggak ada pertanyaan lebih sulit kah?

***

Akhir tahun lalu, saat pendakian Gunung Gede, aku tergabung dalam satu rombongan yang kebanyakan dari mereka usianya lebih muda dariku. Tak pelak, percakapan soal ‘kapan nikah’ pun tak bisa dihindari.
“Kok cuma berdua aja kak?” mereka bertanya pada aku dan Anggun, partner in climbing.
“Temen-temennya udah pada nikah ya?” timpal yang lain.
“Iya, udah punya anak malahan.” Kata Anggun.
“Terus kenapa kalian masih naik gunung? Kapan naik pelaminan?”
0

Sholat Saat Berkendara

Buat kamu yang suka pergi jalan-jalan ke luar kota pakai kereta atau bis, pernah nggak sih kalian memperhatikan orang-orang di sekeliling kalian menjalankan ibadah sholat subuh saat waktunya tiba?

Bukannya aku berburuk sangka, tapi dari sekian banyak orang yang terlihat, hanya segelintir orang yang menjalankannya. Mungkin aku tertidur saat mereka sholat, atau mungkin mereka sedang haid (bagi wanita), atau mungkin memang mereka tidak menjalankannya karena non muslim. Semoga saja demikian. Karena rasanya sedih kalau lihat sesama muslim tidak menjalankan kewajibannya dengan benar dan aku tidak punya keberanian untuk mengingatkan.

Jujur, aku dulu pernah lalai di awal-awal aku merantau. Dulu aku merasa malu menggerakkan tanganku saat berkendara. Aku pun menjalankan sholat hanya di batin dalam hati. Astaghfirullah, sholat macam apa itu. Tapi lama kelamaan aku sadar. Lagipula, Alloh memberi kemudahan lho dalam menjalankan ibadah sholat. Kalau tidak bisa berdiri, bisa duduk. Kalau tidak bisa duduk, bisa berbaring. Kalaupun berbaring juga tidak bisa, bisa dengan isyarat (kedipan mata misalnya). Nah, kalau sedang berkendara kan bisa dengan duduk. Aku lantas memperbaiki sholatku.

Kalau di kereta, aku biasanya ambil wudhu di toilet. Agak susah sih sebenarnya, karena kan goyang-goyang. Tapi ga jadi masalah harusnya. Nah, kalau di bus (berhubung bus nya tetap jalan meski waktu subuh sudah tiba dan berlalu), aku biasanya tayamum. Gimana caranya? Usap-usapin aja tangan kita ke bangku, kan dapet tuh debunya, selanjutnya tinggal ikuti tata cara tayamum.

Setelah suci dari hadast kecil, saatnya sholat. Tak usah permasalahkan kiblatnya dimana, cukup duduk di bangku kita, ikuti kemana kereta/bus berjalan. Bagi wanita, nggak perlu pake mukena, yang penting aurat tertutup. Tahu kan batas aurat wanita mana saja?

Udah deh, langsung sholat. Cuma dua rakaat apa susahnya sih yaa. Jangan beralasan apakah sholat kita akan diterima atau tidak dengan cara seperti itu. Lebih baik mana, melakukan tapi salah atau tidak melakukan sama sekali?

Jadi, jangan pernah tinggalkan sholat ya, apapun keadaannya.
0

Cara Menambahkan Lagu/Songbook ke Smule

Sekarang ini siapa sih yang tak tahu Smule, aplikasi untuk karaokean secara online, sangat cocok untuk kita-kita yang suka menyanyi. Tapi, pernah nggak sih, saat kita ingin menyanyikan sebuah lagu, ternyata lagu tersebut tidak ada. Aku sih sering.

Terus gimana dong? 
Daripada nunggu orang lain memasukkan lagu kesukaan kita ke Songbook Smule, kenapa nggak kita sendiri aja.

Caranya gampang kok. Yuk ikuti langkah-langkah berikut.
1. Buka www.smule.com di desktop (PC/Laptop), jangan lewat HP yaa
2. Login dan masuk ke Profile
3. Klik tombol Upload yang ada di sebelah kiri tanda lonceng Notifikasi
Tekan tombol Upload
4

Konsisten Ngeblog dengan Sistem "Daily Theme Schedule"

Segala sesuatunya harus diawali dengan niat. Tapi niat yang kuat tanpa diikuti usaha takkan ada hasilnya. Misalnya saja aku yang di awal tahun membuat resolusi;
- blogwalking minimal dengan meninggalkan 1 komentar per hari
- update blog minimal seminggu sekali

Niatnya sudah bagus ya. Diawal-awal komitmen juga sudah terlaksanakan dengan baik. Sayangnya lama kelamaan menjadi tidak konsisten, males-malesan, dan tidak mau berusaha untuk mengejar ketinggalan. Hmm.. kenapa bisa demikian ya? Maybe it will be bored when doing routinity

Baiklah, sepertinya butuh kreativitas dan inovasi agar kita bisa terus konsisten dalam hal-hal yang positif termasuk urusan update blog.
0

[Review] Nigeru wa Haji da ga Yaku ni Tatsu - We Married as Job

Ah, rasanya sudah lama aku tidak menonton drama Jepang, mungkin karena web tempat biasa aku download, ainodorama.web.id, berjalan begitu lambat, jarang update. Ada beberapa alasan yang menjadi penyebabnnya;
  1. Subtitle Inggris nya memang belum ada
  2. Translatornya sedang sibuk
Meski demikian, aku tetap setia menanti update drama di web tersebut karena sudah bisa dipastikan drama yang didownload ada subtitle bahasa Indonesianya. Jika asal download di tempat lain, pastikan sudah ada subtitlenya atau tidak. Yang biasa terjadi, lihat cover dramanya bagus, sinopsisnya oke, pemainnya keren-keren, setelah didownload videonya, ternyata belum ada yang nge-sub sama sekali. 
0

Tes Kompetensi Dasar (TKD) Menggunakan Sistem CAT (Computer Assisted Test)

Salah satu kebijakan Bapak Jokowi di awal jabatannya sebagai Presiden RI adalah adanya moratorium PNS yaitu penundaan/penghentian perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan alasan biaya belanja pegawai semakin membengkak dan membuat APBN dan APBD kewalahan.

Jujur aku kecewa dengan kebijakan tersebut karena sedari awal aku ingin mendaftar CPNS setelah selesai kuliah S1. Sayangnya sebelum aku lulus, moratorium itu telah berlaku dan akan tetap berlaku hingga tahun 2019. Padahal aku ingin merasakan euforia dalam memperebutkan kursi PNS.

Seiring berjalannya waktu, karena lowongan PNS memang tidak dibuka, akhirnya aku memasukkan curriculum vitae (CV) ke portal-portal lowongan kerja seperti http://jobstreet.co.id/, http://www.jobs.id/, hingga menjadi anggota di http://ecc.ft.ugm.ac.id/. Beberapa kali aku mendapat undangan untuk mengikuti tes kerja. Tiga diantaranya aku ikuti prosesnya, namun karena masih belum jodohnya, maka selalu ada alasan untuk berhenti dan terhenti ke proses berikutnya.
2

Legalisir Ijasah dan Transkrip Nilai di Binus University

Setelah menempuh perjalanan panjang dan macet dari Bekasi ke Kebon Jeruk, akhirnya aku sampai di kampus.

Untuk mendapatkan legalisir ijasah dan transkrip nilai, kita bisa mengurusnya di Kampus Anggrek, tepatnya di LIM (Layanan Informasi Mahasiswa). Ruangannya tepat di belakang Library --lorong sebelah kiri Library lurus mentok kanan ada ruangan kaca. 

LIM Binus buka setiap hari Senin - Jumat (pukul 08.00 - 20.00) dan hari Sabtu (pukul 09.00 - 17.00). Agar bisa dilayani, kita diharuskan membawa Binusian Card dan jangan lupa mengambil nomor antrian.

Karena ini pengalaman pertamaku di LIM, aku sempat kebingungan bagaimana cara mengambil nomor antrian. Rupanya disana disediakan satu komputer khusus untuk mengambil nomor antrian. Kita cukup tempelkan Binusian Card ke alat (semacam scanner) sehingga NIM dan nama kita muncul di layar komputer. Setelah itu, kita pilih antrian;
1. Layanan Mahasiswa
2. Layanan Keuangan
3. Serah/Ambil Berkas
3

Perjalanan di Tengah Aksi 112

Untuk memenuhi kebutuhan administrasi, aku membutuhkan Ijazah dan Transkrip Nilai yang sudah ditandatangani pihak berwenang. Berhubung aku belum punya, maka aku harus mengurusnya di kampus, Binus University.

Aku tak punya waktu banyak. Tanggal yang tersisa hanya di tanggal 11 Februari 2017, bertepatan dengan aksi 112 yang dilakukan umat muslim. Malam itu aku berpikir keras, bagaimana aku harus menuju ke kampus. Jika naik motor dan lewat jalan yang biasa aku lewati, kemungkinan akan ditutup (apalagi jika aksinya sebesar aksi 212). Akupun mencari alternatif lain; commuter line (KRL).

"Dekat dengan Stasiun Sudirman kali ya?!" batinku. Dan setelah ku cek via aplikasi Gojek, ternyata memang tak jauh, hanya Rp. 8.000,- jika bayar menggunakan GO-PAY, jaraknya sekitar 10 km. Tapi rasanya masih kejauhan, mungkin ada stasiun yang lebih dekat. Aku pun googling.

Skenario Terbaik untuk Si Mac

Selalu ada alasan terbaik kenapa sesuatu itu terjadi, meski itu menyakitkan, membuat sesak dan menangis.
Kita boleh jadi tidak paham kenapa itu harus terjadi, kita juga mungkin tidak terima, tapi Tuhan selalu punya skenario terbaiknya.
Jadi, jalanilah dengan tulus. Besok lusa, semoga kita bisa melihatnya, dan tersenyum lapang. 
Quote dari Tere Liye di atas selalu ingin ku tanamkan baik-baik di kehidupanku. Apalagi untuk masalah yang ku hadapi saat ini, aku selalu berpikir "kenapa sih ini bisa terjadi?"

24 Januari 2017 kemarin aku melakukan jual beli di OLX dimana aku posisinya sebagai penjual. Segala kekhawatiranku mengenai transaksi COD untuk barang elektronik pun luntur karena semuanya berjalan lancar. Aku senang, pembeli happy. 
2

Shalat Jamaah Berdua dengan yang Bukan Mahram

Shalat jamaah berdua dengan yang bukan mahram, hukumnya haram kah?

Pertanyaan ini selalu menggelayuti pikiranku setiap kali aku sholat di kantor. Pasalnya beberapa waktu yang lalu, saat sholat di kantor, aku mengajak teman priaku untuk sholat berjamaah. Dia terlihat ragu-ragu 'emang boleh?'

Sebelumnya aku sudah pernah membaca artikel tentang "Hukum sholat berjamaah dengan PACAR adalah HARAM". Awalnya aku menyimpulkan hukum haram itu lebih kepada larangan untuk berdua-duaan. Tetapi, jika itu bukan pacar, apakah hukumnya akan haram juga?
Powered by Blogger.
Back to Top