2022

Friday, January 07, 2022

Tahun 2022, salah satu mimpiku tercapai. Kami pindah rumah, tinggal terpisah dari orang tua/mertua, sebuah penantian sejak 3,5 tahun yang lalu. Sungguh, Allah Maha Baik.


Jangan tanya bagaimana perasaanku, sungguh aku sangat bahagia! Tetapi, sepertinya aku melakukan kesalahan besar, yang sedikit banyak menganggu kebahagiaanku saat ini.


Rencanaku, nanti pindah rumah, aku dan suami kerja, anak dititipkan ke daycare. Mau sewa pengasuh/baby sitter anakku sudah usia 2 tahun 9 bulan, rasanya lebih mudah bagi dia untuk beradaptasi. Apalagi banyak anak seusianya disana, sekalian belajar bersosialisasi, begitu pikirku. 


Hari pertama, 03 Januari, anakku bersemangat, dia senang sekali mau sekolah. Di kelas pun dia bisa mengikuti kegiatan.

Hari kedua, 04 Januari, dia terlihat mulai tak bersemangat.

Hari ketiga, 05 Januari, tidak mau mandi dan bilang tak mau sekolah. Nangis saat ditinggal pergi.

Hari keempat, 06 Januari, sama seperti hari keempat.

Hari kelima, 07 Januari, sama seperti hari sebelumnya, bahkan di motor saat perjalanan, dia nangis teriak-teriak.

 

Ya Allah 😭 


Aku selalu menangis tiap kali dengar ia tak mau sekolah. Kayak merasa bersalah "Apa aku salah milih sekolah/daycare untuknya? Apa yang bikin dia nggak nyaman? Apa ini hanya proses beradaptasi?"


Setahuku, anakku memang takgampang dengan orang baru. Tapi biasanya takperlu waktu seminggu untuknya bisa menyesuaikan diri, apalagi sampai nangis-nangis seperti ini.


Asumsiku, anakku menjadi seperti ini karena hidupnya berubah 100%. 24 jam hidupnya berubah secara total. Lingkungan baru dari pagi sampai pagi lagi, membuatnya stress. 

 

Dari yang awalnya di rumah ada banyak orang, sekarang kok cuma bertiga?

Dulu kalau bapak ibu kerja, di rumah aja sama kakek nenek, sepi, sekarang harus sekolah banyak orang, beramai-ramai?

Kalau sore pulang kerja ajak bapak/ibu nya lihat kambing tetangga dan lihat sungai, sekarang harus main kemana?

Kalau di rumah, main bareng sama sepupunya, sekarang main sama siapa?


Berat banget ya Nak? Maafkan Bapak sama Ibu ya. Semoga keputusan ini yang terbaik. Semoga waktu bisa membiasakan kita pada kehidupan baru. Kita berjuang bersama-sama ya.

Hari pertama sekolah, hari selanjutnya penuh tangisan

Aku sudah menanyakan kondisi anakku ke Bunda di daycare. Dia masih bisa mengikuti kegiatan dengan baik. Rewel/nangis hanya saat mengantuk dan saat anak-anak dimandikan (mendekati jam pulang).

 

Aku tak tahu apa yang bisa ku lakukan saat ini. Apa cukup menunggu waktu? Bagaimana jika masih seperti ini sampai satu bulan ke depan?

No comments:

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.