3

Belajar Web Service Aplikasi E-Klaim INA-CBG

Sudah pernah periksa menggunakan BPJS? 
Apakah kita benar-benar gratis jika menggunakan BPJS?
Lantas apakah rumah sakit mendapatkan penghasilan jika pasien tidak membayar?
Bagaimana rumah sakit melakukan klaim pembayaran pasien ke BPJS?

Ah~ meski aku bekerja di rumah sakit, tak lantas membuatku mengerti banyak hal tentang semua prosedur yang ada di rumah sakit. Sebagian aku hanya tahu garis besarnya, sebagian lagi aku belum tahu. Seperti halnya proses klaim pembayaran pasien ke BPJS ini, aku tak terlalu paham. Setahuku, pemerintah menyediakan Aplikasi E-Klaim INA-CBG agar rumah sakit bisa melakukan klaim untuk pembayaran pasien-pasien yang ikut dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikeluarkan oleh BPJS. Teknisnya seperti apa, aku tak tahu.

Nah, saat ini, rumah sakit tempatku bekerja, sudah menggunakan aplikasi E-Klaim tersebut. Namun, aplikasi tersebut belum terintegrasi dengan SIMRS karena sampai sekarang SIMRS memang masih dalam tahap pengembangan. SIMRS yang digunakan sekarang ini tidak memungkinkan untuk dilakukan integrasi dengan aplikasi E-Klaim.

Berhubung aku masuk dalam tim pengembangan SIMRS dan saat ini sedang tidak ada kerjaan, maka aku disuruh mempelajari aplikasi E-Klaim, belajar bagaimana caranya SIMRS nanti bisa terhubung dengan aplikasi E-Klaim, yaitu dengan menggunakan web service

Mengapa menggunakan Web Service?
Web service dapat diartikan sebuah metode pertukaran data, tanpa memperhatikan dimana database ditanamkan, dibuat dalam bahasa apa aplikasi yang mengkonsumsi data, dan di platform apa data tersebut dikonsumsi. Web service mampu menunjang interoperabilitas sehingga mampu menjadi sebuah jembatan penghubung antara berbagai sistem yang ada.
Sumber : http://saptafina13.blogspot.co.id/2013/04/pengertian-web-service.html

Aku memang pernah mempelajari tentang web service. Tapi jujur, AKU TAK TAHU IMPLEMENTASINYA SEPERTI APA. Melihatku yang kebingungan, seniorku menjelaskan bagaimana cara kerja web service. Aku pun iya-iya saja, padahal aku nggak ngerti T.T

Pada akhirnya, aku mengikuti setiap apa yang diinstruksikan oleh seniorku. Walaupun sebenarnya, tetap saja aku tak tahu maksud dan tujuannya. HAHAHA.

Pertama, install PHP versi terbaru, minimal PHP versi 5.6.10 ke atas. Hal ini untuk mengantisipasi adanya fungsi yang tidak terbaca jika menggunakan PHP versi lama.

Untuk urusan install ini, aku mengalami kendala. Pasalnya, untuk pengembangan SIMRS masih menggunakan PHP lama dan jika ditimpa dengan PHP baru, pasti akan muncul banyak pesan error. Untuk itu, aku harus menginstall dua xampp dengan versi yang berbeda dalam satu komputer yang sama.

Lagi, dengan bantuan senior, aku bisa berhasil menginstall xampp dengan PHP versi terbaru tersebut. HAHAHA. CUPU!

Kedua, download dan install aplikasi E-Klaim INA-CBG
Awalnya aku tak tahu mesti download dimana. Setelah searching, langsung diarahkan ke web https://inacbg.kemkes.go.id/ dan ternyata memang benar disitu. HAHAHA. Nggak mau nanya dulu, takut CUPU nya kebangetan!

Proses download dan install tak ada masalah. Semuanya bisa berjalan lancar. Yang jadi masalah, selanjutnya diapakan aplikasi itu?

Ketiga, pelajari alur kerja aplikasi E-Klaim INA-CBG
Setelah aplikasi terinstall, aku ingin melihat struktur database dan script kodingannya. Oia, sebenarnya saat install aplikasi E-Klaim INA-CBG didalamnya sudah include xampp, jadi tanpa install PHP versi terbaru, harusnya aplikasi E-Klaim sudah bisa jalan dan digunakan.

Akan tetapi, xampp bawaan aplikasi E-Klaim tidak bisa dibuka (sehingga aku tak tahu struktur tabelnya seperti apa) dan aplikasi tersebut terinstall di Drive C, sama seperti jika kita menginstall aplikasi yang lain (padahal biasanya aplikasi web itu harusnya ada di C:xampp/htdocs)

Ah, aku makin tak mengerti T.T

Sebelum kebingunganku merajalela, seniorku ke tempatku menjelaskan bagaimana aplikasi E-Klaim itu berjalan. Dimulai dari create pasien baru, create klaim baru, grouper, dan kirim data klaim.

Aku hanya mengangguk-anggukkan kepala. Ngerti-Ngerti-Nggak Ngerti. HAHAHA.

"Nah, sekarang coba dibuat web service nya. Udah baca petunjuknya kan?" kata seniorku.
"Iya, sedikit." kataku.

Aku memang sudah membaca petunjuk teknis yang ada di https://inacbg.kemkes.go.id/ namun belum sampai ke bagian Web Service Aplikasi E-Klaim INA-CBG v5. Aku pun mencoba mempelajari bagian itu, siapa tahu aku bisa menemukan sedikit petunjuk yang mampu membimbingku mengerjakan apa yang seharusnya ku kerjakan.

Ya. Ya. Ya. Secara teori, mudah dipahami. Apalagi ada petunjuk yang menginstruksikan sebagai berikut.

-----
Web Service Aplikasi E-Klaim ini dapat diakses pada endpoint:
http://alamat_server_aplikasi/E-Klaim/ws.php

Untuk keperluan pengembangan integrasi, endpoint tersebut dapat ditambahkan parameter debug sebagai berikut:

http://alamat_server_aplikasi/E-Klaim/ws.php?mode=debug

Dengan mode debug, maka pemanggilan dan response tidak perlu di-enkripsi. Namun penggunaan mode debug tersebut tidak diperbolehkan untuk operasional.
-----

Oke, sampai sini aku masih bisa mengikuti. Aku pun bisa melihat perbedaan di antara kedua URL di atas, yang satu dienkripsi yang satu tidak.

Nah, selanjutnya, AKU TAK TAHU HARUS BERBUAT APA!!!

"Ikuti kodingan yang ada di Petunjuk Teknis" Demikian kata seniorku.
Tinggal copy-paste sebenarnya gampang ya. Masalahnya itu filenya ditaruh dimana? Gimana cara jalanin filenya? Ngecek bener salahnya gimana? Aku benar-benar buntu, tak ada petunjuk.

Dan pada akhirnya, petunjuk itu datang ketika aku melewati meja seniorku. Ku lihat dia juga sedang mengerjakan hal yang sama denganku. Mendapati aku yang memandang layar monitornya, dia pun memperagakan dan menjelaskan apa yang sudah dia kerjakan.

Pertama, tes method web service menggunakan ARC (Advanced REST client) Google Chrome
Masukkan URL nya, tulis metadata dan data nya, kirim. Kita lihat response nya, kalau sudah OK, berarti sudah benar, kita tinggal buat di PHP nya.


Kedua, buat method web service di PHP
Ternyata membuat method web service itu sama seperti halnya membuat aplikasi web. Filenya ditaruh C:xampp/htdocs dan proses run nya di browser dengan mengetikkan  http://localhost/nama_folder_aplikasi/

Kodingannya ambil persis dengan yang ada di Petunjuk Teknis, hanya saja perlu disesuaikan dengan method yang ingin kita jalankan. Kita juga bisa menampilkan response dari  method web service yang dijalankan, jadi setelah di run, kita bisa tahu apakah sudah benar atau belum. Untuk mengetahui kebenarannya, kita pastikan lagi dengan mengecek data yang ada di aplikasi E-Klaim.

Sebagai contoh method : new_claim untuk membuat klaim baru (dan registrasi pasien jika belum ada). Setelah menjalankan file PHP, muncul response OK, coba buka aplikasi E-Klaim dan cari nama dari yang sudah kita inputkan melalui file PHP. Jika nama tersebut ditemukan, maka itu artinya web service itu sudah jalan. Yeay!

Baru sebatas itu yang ku ketahui. Teknis dan penerapannya nanti seperti apa, aku belum tahu. Mungkin nanti setelah SIMRS sudah jadi, aku baru paham, ternyata ini lho kegunaan web service dalam mengintegrasikan dua aplikasi yang berbeda.

Ah~ sepertinya aku masih harus banyak banyak belajar. Semangat!!!

3 comments:

  1. gan mohon bantuannya, ane bingung mengenai ws ini karena katanya gagal mendecode json :
    {
    "metadata": {
    "code": 400,
    "message": "Error : Gagal men-decode JSON - No errors.",
    "error_no": ""
    }
    }
    padahal sdh ane buat persis seperti di buku petunjuk teknisnya.
    mohon sekali bantuannya gan...

    ReplyDelete
  2. Gan itu mode debugnya masih bisa jalan?

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top