Coding Rekam Medis

Monday, May 08, 2017
Beberapa waktu yang lalu aku diajak keliling rumah sakit untuk mengetahui alur kerja yang berjalan disini. Mulai dari pendaftaran, poli, farmasi, hemodialisa, dan yang terakhir, bagian rekam medis. Meski masih berbayang, sudah ada gambaran dalam benakku bagaimana sistem berjalan di rumah sakit ini.

Akan tetapi, saat di rekam medis, aku merasa sedikit kebingungan. 

"Sekarang ini yang ngoding ada dua orang, jadinya kadang beda." kata salah satu staff rekam medis.

Sebentar. Sebentar. "Ngoding? Itu kan kerjaannya orang IT." batinku. "Ngoding versi mereka seperti apa?"

Setelah itu, aku pun mencari tahu coding yang dilakukan oleh bagian Rekam Medis.

Coding adalah salah satu kegiatan pengolahan data rekam medis untuk memberikan kode dengan huruf atau dengan angka atau kombinasi huruf dan angka yang mewakili komponen data.

Pemberian kode ini merupakan kegiatan klasifikasi penyakit dan tindakan yang mengelompokan penyakit dan tindakan berdasarkan criteria tertentu yang telah disepakati. Pemberian kode atas diagnosis klasifikasi penyakit yang berlaku dengan menggunakan ICD-10 untuk mengkode penyakit, sedangkan ICOPIM dan ICD-9-CM digunakan untuk mengkode tindakan, serta komputer (on-line) untuk mengkode penyakit dan tindakan.


Prosedur Coding
  1. Memberi kode penyakit pada diagnosa pasien yang terdapat pada berkas rekam medis sesuai dengan ICD 10,
  2. Menghubungi dokter yang menangani pasien yang bersangkutan apabila diagnosa pasien tersebut kurang bisa dimengerti atau tidak jelas
  3. Melakukan pengolahan klasifikasi penyakit
  4. Memberikan pelayanan kepada dokter atau peneliti lain yang akan melakukan penelitian yang sesuai indek penyakit pasien,
  5. Hasil diagnosis dari dokter, merupakan diagnosis utama maupun sebagai diagnosa sekunder atau diagnosa lain yang dapat berupa penyakit komplikasi, maka harus menggunakan buku ICD-10 (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems Tenth Revision). Untuk pasien yang dilakukan tindakan operasi, nama operasi tersebut dilengkapi dengan kode-kode operasi yang dapat ditentukan dengan bantuan buku ICOPIM dan ICD-9-CM (Internasional Classification of Procedure in Medicine).
  6. Dalam mencari kode penyakit dapat dicari berdasarkan abjad nama penyakit yang dapat dilihat di dalam buku ICD-10.
  7. Lalu untuk indexing dilakukan dengan cara komputer. Juga digunakan lembaran kode penyakit yang sering muncul untuk mempermudah proses pengkodean.
 Sumber : http://ayotahu.blogspot.co.id/2014/06/coding-system-sistem-koding-rekam-medis.html

Jadi, codingnya orang RM dengan orang IT beda ya guys. Coding orang RM sebatas memberikan kode untuk penyakit sesuai ICD-10 dan kode untuk tindakan sesuai ICD-9.

Kalau codingnya orang IT, ada yang tahu?
credit

No comments:

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.