Potato Stick yang Selalu Gagal

Saturday, June 20, 2020
"Makanya ikuti resep. Nggak usah sok-sok-an pake feeling. Feeling-mu tuh belum jalan."
***

Kita semua tahu ya kalau kentang goreng itu enak. Nah, buat ibu-ibu yang punya anak, pasti akan mikir, gimana caranya dalam satu gigitan kentang goreng itu udah mengandung karbohidrat, lemak, protein, dan sayuran, bukan hanya karbodrat aja. Tercetuslah yang namanya potato stick, yang mana kentang akan dicampur dengan bahan-bahan lain sehingga padat gizi.

Nah, beberapa kali aku mencoba untuk membuat stik kentang tersebut. Sayangnya, beberapa kali juga gagal terus. Tahu kenapa? Karena gak ngikutin resep. Zzz~ sotoy

Sebenarnya konsepnya gampang ya. Kentang dikukus/rebus, hancurkan, tambahkan bahan masakan yang diinginkan, bentuk sesuai selera, goreng, tiriskan. Gampang kan, tapi kalau salah komposisinya bisa bubar.

Ini dia beberapa potret kegagalanku dalam membuat stik kentang:

Percobaan pertama, kentang tanpa tepung sehingga susah dibentuk jadi stik. Akhirnya berbentuk pipih mirip perkedel. Pas digoreng sebagian besar hancur.

Percobaan kedua, mungkin harus tambah tepung kali ya? Adanya cuma tepung beras merah "Gasol", yaudah tambahi aja dikit, takut nggak enak. Eh ternyata hasilnya lumayan. Meskipun bentuknya gak karuan tapi nggak terlalu hancur.

Percobaan selanjutnya, ceritanya udah agak berpengalaman. Ada ikan apa di kulkas, pakai aja. Kebetulan ada tepung terigu juga. Racik-racik, masih agak blenyek sih, tapi kayaknya bakal aman. Pas digoreng, mau nangis rasanya. Lengket di wajan semua T.T terus ikannya amis banget T.T dah lah buang aja. Hiks.

Percobaan berikutnya, aku mulai buka-buka resep, ternyata tepungnya pakai tepung maizena. Kayaknya udah meyakinkan. Sayangnya aku bikinnya pas bayi nggak bisa ditinggal. Baru selesai menghaluskan kentang, Si Kecil minta diperhatikan. Gitu aja terus, sampai rasanya udah nggak nyambung sama apa yang dimasak. Akhirnya adonan ngendon di kulkas sampai kering, saking malesnya buat ngelanjutin.

Nggak kapok-kapok mau bikin stik kentang, kini mulai lagi percobaannya. Kali ini proteinnya pakai udang. Kesalahan pertama yang ku buat : terlalu banyak mencairkan margarin dan ku tuang semua. Hasilnya, enak sih, tapi tercium aroma margarin. Aku pun inisiatif untuk menambahkan telur dalam adonan. Nggak tanggung-tanggung, 1 butir. Hasilnya, aroma margarin menghilang, tapi jadi encer dong, banget. Akhirnya tambah lagi tepung maizena, tambah juga tepung terigu. Udah tambah terus kenapa masih encer aja T.T

Udah putus asa karena kebanyakan tepung, yaudahlah goreng aja. Tapi gimana? Ahaa... pakai plastik yang ujungnya disobek.

Taraaaaaaa.... jadilah stik kentang yang berubah jadi stik tepung. Ya Allah.. dosa apa aku sama kentang T//T
Dokumen pribadi
Pas lihat pertama, anakku kayak nggak tertarik gitu. Tapi waktu aku berikan gigitan pertama, wow dia mau makan. Mau ya, bukan suka.

Hmm. Yasudahlah, pasrah.

Kita coba lagi nanti-nanti, kalau trauma ini sudah hilang. Hahaha.

No comments:

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.