Menahan Diri dari Pertanyaan Basa Basi

Thursday, July 05, 2018
Alhamdulillah, per tanggal 02 Juli, undangan cetak sudah tersebar semua. Sungguh masih ada rasa "nggak nyangka" pada akhirnya aku bisa membagikan undangan nikah macam itu.

Saat menyerahkan undangan, khususnya pada teman dekatku yang saat ini belum menikah, aku sungguh-sungguh menahan mulut ini untuk berkata,"Semoga cepet nyusul ya!" Kalaupun  keceplosan dari mulut ini, aku sungguh-sungguh minta maaf.

Pernyataan doa "Semoga cepet nyusul ya!" saja ku hindari, apalagi pertanyaan basa-basi "Kapan nikah?" Semoga diri ini mampu menahan untuk tidak bertanya ya. 


Kenapa sih harus menahan diri?
Karena kita tidak tahu suasana hati orang yang sedang ditanya. Kita tak tahu bukan bagaimana dia berjuang menata hatinya, melawan omongan semua orang, dan segala bentuk tekanan lainnya.

Bisa jadi, orang tersebut sedang menjalani hubungan serius, namun masih menemui banyak kendala, seperti restu orang tua, urusan kerjaan, dan lain sebagainya. Atau mereka yang sudah sangat berkeinginan kuat untuk menikah, tapi belum juga dipertemukan dengan jodohnya.

Aku percaya setiap orang memiliki keinginan untuk menikah, karena memang seperti itulah kodrat manusia.

وَٱللَّهُ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍۢ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍۢ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَٰجًۭا ۚ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِۦ ۚ وَمَا يُعَمَّرُ مِن مُّعَمَّرٍۢ وَلَا يُنقَصُ مِنْ عُمُرِهِۦٓ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌۭ

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah. (QS.Fathir : 11)

Nah, kalau sekarang ada yang belum menikah, ya udah, jangan diusik dengan pertanyaan atau pernyataan yang menyinggung perasaan. Akan ada saatnya mereka menikah. Jangan tambahi beban saudara kita dengan pertanyaan menyebalkan.

Sejujurnya, aku juga masih belajar, belajar untuk menahan diri untuk tidak kepo dengan kehidupan orang lain. Pastikan saja diri kita terbuka lebar jika ada yang ingin cerita tentang kehidupannya. Berikan solusi, bukan hanya sekedar ingin tahu.

10 comments:

  1. Memang kayaknya sudah kulturnya orang indonesia buat mengajukan pertanyaan basa-basi. Tapi saya juga sekarang berusaha menahan diri buat nggak mengeluarkan pertanyaan basa basi begitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mari sebisa mungkin menjaga perasaan orang lain :)

      Delete
  2. YESSSS BANGET! Suka emosi sih emang kalo ada yg nanya kayak gitu. Semacam emosi tiada terkira banget malah. Mereka yg bertanya enggak tahu sih kendala apa yg dilalui sampai enak banget nanya kayak gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kan, karena kita tak suka ditanya seperti itu, maka kita tahan pula agar tidak menanyakan hal yang sama :)

      Delete
  3. Weee...barakallah, mbak Zaitun. Semoga lancar sampai hari H dan bisa menjadi kelurga yang diridhoi Allah SWT. Aamiin...

    ReplyDelete
  4. Kayaknya udah budaya, mengakar kuat kalo rata-rata orang Indonesia itu sukanya basa-basi .. nanya ini itu soal privacy lawan bicaranya, padahal sebenernya hal seperti itu sejujurnya bisa nyinggung perasaan dan pikiran orang lain.

    Untung, aku ngga membiasakan tanya-tanya kepo kayak gitu sama orang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin yang perlu diperbaiki adalah topik basa-basinya, cari bahasan yang tidak menyinggung perasaan orang lain

      Delete
  5. Kadang orang berbasa-basi hanya untuk sekedar mencari obrolan sih mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih, asal basa-basinya nggak bikin sakit hati orang lain. hihihi

      Delete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.