Sharing Your Personal Stories, Yay or Nay?

Wednesday, April 18, 2018

Akhir-akhir ini aku ingin update blog, tapi kok males nulis, bingung, gak mood, padahal ada ide/topik yang ingin dibahas untuk dijadikan sebuah tulisan. Jadilah aku blogwalking saja.

Saat ini, aku sedang senang mengikuti kisah hidup Mbak Reisha di www.reisha.net, mulai dari cerita pernikahan, hamil, hingga kegalauan beliau saat tak bisa memberikan full ASI.

Sejujurnya aku lebih suka membaca blog yang isinya kebanyakan cerita pribadi dari si empunya blog. Mengetahui bagaimana jalan hidup mereka, kisah cinta mereka, perjuangan mereka dalam menghadapi setiap masalah, rasanya banyak lesson learned yang bisa diambil.

Mungkin sebagian orang berpendapat; buat apa menuliskan detail hidup kita di blog apalagi menyebarkannya di berbagai media sosial, bukankah cukup kita sendiri yang tahu? Ngapain juga ditulis, itu cerita pribadi kita, tak banyak orang yang akan membacanya.

Masing-masing orang memang memiliki batasan-batasan sendiri dalam menceritakan dirinya. Selama merasa nyaman dan tidak menjelekkan/menyudutkan pihak lain, ya kenapa tidak. Tulisan kita bisa jadi menginspirasi banyak orang, kalaupun tak banyak, pastilah ada satu dua orang yang merasa terkesan dengan tulisan kita.

Mungkin salah satunya aku, orang yang merasa terinspirasi oleh jalan hidup seseorang. Bagaimana mereka menemukan pasangan mereka, menyiapkan pernikahan, kehidupan setelah menikah, rasanya begitu menarik untuk diikuti. Biasanya banyak hal-hal yang tak terduga, yang mungkin saja bisa terjadi pada diri kita.

Selain itu, kita berasa punya teman. Yang sekarang belum menikah, ternyata banyak juga yang belum menikah padahal usianya jauh diatas kita. Yang sekarang belum punya anak, ternyata ada yang sudah bertahun-tahun nikah juga belum diberi amanah. Yang nggak bisa lahiran normal, ternyata yang operasi sesar banyak. Dan maaaaasssiiihh banyak hal lainnya, seakan-akan kehidupan kita ikut terangkat oleh si penulis karena merasa terwakili.

Biasanya setelah membaca kisah seperti itu, aku jadi ingin menuliskan cerita versiku sendiri. Bagaimana melawan kesendirian hingga akhirnya bertemu jodoh, menikah, punya anak. Hwaa. Siapa tahu bisa menginspirasi yang lain, bukan?

Eh ya tapi kalau cerita semacam itu mungkin perlu persetujuan dari pasangan juga kali ya?! Karena siapa tahu dia termasuk orang yang sensitif jika kehidupan pribadinya diketahui orang lain. Jadi bukannya menginspirasi, tapi malah menyulut api rumah tangga sendiri.

Kalau kamu, kamu termasuk orang yang menceritakan kehidupan pribadinya di blog gak? Kalau iya, bagi dong link tulisan kamu di kolom komentar, insyaalloh aku baca :)

Happy Sharing!

2 comments:

  1. Aku shooocckkkk.... udah jadi dot com euy... horeeee... sharing personal di blog why not ... asal ada faedahnya dikit2 hahaha... abis bagiku writing is healing... ada sebagian perasaan lega ketika aku bisa bercerita atau berkeluh kesah lewat tulisan

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. udah dari awal tahun Mir, dot com nyaa..
      yups setuju deh sama kamu. walau faedahnya amat sangat sedikit, yang penting hati lega :)

      Delete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.