4

Miau-Miau Si Comeng


Aku bisa jadi dibilang sebagai pecinta kucing. Hanya saja beberapa bulan yang lalu sempat benci setengah mati dengan namanya kucing. Bagaimana tidak, tiga hari aku pergi untuk acara Makrab, selama itu pula kucing-yang-sering-datang-kosanku itu menginap tiga hari di kamarku. Perlu digarisbawahi, di kamarku. Kasihan. Tentu saja. Selama tiga hari itu si kucing tidak makan tidak minum, terkurung sendirian di dalam sebuah kamar kosan yang gelap.
Akan tetapi, rasa kasihan itu tiba-tiba luntur setelah mencium aroma tak sedap ketika aku membuka kamar. Rupanya si kucing meninggalkan jejak di atas kasurku. Dengan sedikit emosi membara di jiwa, aku membersihkannya. Mengambil sprei yang kotor dan bau, kemudian membalik kasur agar tidak tercium aroma si kucing. Setelahnya, aku membersihkan kamarku, menyapu lantainya, mengepel, dan merapikan segala sesuatunya. Dan sungguh tidak beruntungnya aku, ketika ku tinggal di kamar mandi, si kucing kembali datang dan kembali menorehkan jejak di kasur yang sudah ku balik. Terima kasih ya kucing.
Nah, baru-baru ini, setelah menonton anime Nyan Koi, rasa cintaku akan kucing meningkat kembali. Anime tersebut menceritakan seorang murid SMU bernama Junpei Kousaka yang suatu hari mematahkan patung kucing keramat Jizou yang berada di dekat kuil hingga kepala patung lepas. Gara-gara itu, di pagi harinya dia bisa berbicara dengan kucing keluarganya bernama Nyamsas dan ternyata dia juga bisa mendengar percakapan kucing-kucing lain. Dan dari Tama, kucing yang tinggal di kuil, seseorang yang mematahkan kepala Jizou akan dikutuk menjadi seekor kucing. Akan tetapi, kutukan tersebut dapat hilang jika dia bisa mewujudkan 100 permintaan kucing. Dengan bantuan Nyamsas dan Tama, Kousaka membantu kucing-kucing yang membutuhkan pertolongannya.
Melihat ekspresi dan jenis-jenis kucing yang ditolong oleh Kousaka membuatku kembali menyukai kucing. Mereka begitu lucu dan menggemaskan. Apalagi kalau kucing itu gendut seperti Nyamsas, kucingnya Kousaka, pastinya rasanya pengen meluk terus.
Kiri: Tama, Kanan: Nyamsas
Berbicara soal kucing, aku punya kucing di rumah. Namanya Comeng. Entah dari mana asal mula nama tersebut. Seperti halnya asal usulnya Comeng berada di rumahku, tidak jelas. Awalnya Comeng hanya mampir ke rumahku, lama-lama merasa nyaman untuk tinggal di rumahku.
Dan karena aku seorang anak rantau yang tak menentu pulang ke rumah, maka ketika aku pulang ke rumah aku selalu melihat perubahan dari Comeng. Saat aku tinggal pergi, dia masih kecil dan saat aku pulang ke rumah, Comeng tumbuh menjadi seorang pejantan yang tangguh. Gendut. Keren.
Comeng
Foto di atas adalah foto Comeng yang sedang tidur. Awalnya dia begitu menikmati waktu tidurnya. Kedua tangan (kaki depan) ia selipkan di antara kedua kaki (kaki belakang). Badannya agak sedikit melingkar sehingga dari kejauhan terlihat seperti bantal. Dan karena gemas dengan Comeng, maka ku ambil foto si Comeng, namun agaknya dia merasa terganggu saat aku foto. Lihatlah ekspresi mukanya. Mungkin jika aku bisa mendengarkan kucing berbicara, aku akan mendengar Comeng berkata, "Miauu. Ngapain sih foto-foto. Ganggu Comeng tidur aja. Ga ada kerjaan lain apa. Pergi sana. Comeng mau bobok lagi, masih ngantuk. Miauu"
Miaw-miaw ini diikutkan di Cat's Giveaway by AHc

4 comments:

  1. :) lucu ya posenya
    eh seru kayaknya animenya.thanks ya partisipasinya.. salam buat comeng xixi

    ReplyDelete
  2. okee...

    jangan lupa nonton Nyan Koi, lucu..
    kucing2nya juga nge-gemes-in :D

    ReplyDelete
  3. terima kasih,, saya memang lucuu :)
    #hloo?!
    :D

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top