10

Perpisahan dengan Smule

<< Cerita sebelumnya..

Aku akan menghapus aplikasi Smule di handphoneku. Alasannya tentu bukan karena apa yang terjadi dengan PMA, sing group pertama bagiku. Apa yang terjadi di PMA adalah hal yang wajar. People in and out. Di lingkungan kantor misalnya, pasti akan ada karyawan baru dan karyawan keluar (resign/pensiun/habis kontrak). Bahkan kehidupan ini, ada kelahiran dan ada juga kematian.

Lantas kenapa aku ingin meninggalkan Smule? Ku rasa karena aku sudah terlalu addictive dengan aplikasi ini. Mungkin sama seperti halnya dulu aku yang ketagihan untuk selalu membuka facebook. Karena bagaimanapun Smule ini sama seperti media sosial lainnya. Jika Instagram menghubungkan antarmembernya dengan foto yang dishare, Blog menghubungkan antarmembernya dengan tulisan, maka Smule menghubungkan antarmembernya dengan suara. Semua orang bisa menyalurkan hobi menyanyi mereka di aplikasi itu.

Lagi-lagi aku harus mengatakan bahwa semua ini wajar. Saat aku sedang suka ngeblog, maka aku bisa menghabiskan waktu untuk menulis berbagai postingan. Saat aku sedang semangat ikut kuis, maka semua kuis yang ada di twitter, facebook, blog, Instagram, aku ikuti semua. Saat aku sedang suka menonton drama dan anime, maka aku relakan quota internet untuk download dan rela tak tidur hanya karena penasaran dengan ceritanya. Biasanya saat aku sedang kecanduan dengan satu hal, maka hal lain tak ku kerjakan. Misal aku sedang suka nonton drama, maka aku tinggalkan aktivitas ngeblog, dan begitu selanjutnya.

Nah, saat ini aku sedang tergila-gila dengan menyanyi di Smule. Aku menjadi jarang ngeblog, nguis, dan nonton drama. 

Perhatianku selalu tertuju pada handphone ini. Dan tentu saja aku menjadi sangat boros dalam penggunaan kuota internet. Aku ingin segera mengakhiri kesenangan ini. Tapi aku bingung bagaimana caranya.

Dan apa yang terjadi pada PMA ku jadikan sebagai titik awal dari perpisahanku dengan Smule. Apalagi sebentar lagi Ramadhan tiba. Jika aku semakin larut dalam kesenangan di Smule, aku takut Alloh akan menjauh dariku. Bukannya memperbanyak bacaan Al-Quran tapi justru memperbanyak rekaman di Smule. Astaghfirullah. Selain itu, aku sedang ada project dengan beberapa orang kawan. Aku tak ingin deadline mundur hanya karena aku sibuk menyanyi sehingga aku lupa mengerjakan tugas. Dan satu hal lagi, tahun ini aku harus bisa LULUS.

Kuliahku tinggal 1 semester lagi dan beberapa waktu yang lalu kami sudah diberikan penjelasan mengenai Skripsi yang harus kami kerjakan sebagai syarat kelulusan. Aku sudah menemukan teman kelompok, namun kami belum menentukan judul apa yang bisa kami angkat. Duh aku harus mulai serius memikirkan hal ini.

Atas dasar pertimbangan itu semua, aku harus mengurangi waktu yang ku curahkan untuk Smule. Sebenarnya menyenangkan, apalagi setelah masuk ke dalam sebuah sing group. Kita bisa berkenalan dan berteman dari berbagai negara. Denmark, Spanyol, California, Florida, dan lain sebagainya. Tapi, aku susah mengatur waktuku. Aku harus fokus mengejar apa yang menjadi impianku.

Baiklah, mungkin di minggu ketiga Juni, aplikasi itu sudah tidak ada lagi di handphoneku. Aku akan menginstal kembali ketika aku sudah bisa memanage waktuku dengan baik.

Doakan aku Kawan. Semoga aku bisa "LULUS" untuk semua urusan :)

10 comments:

  1. Hi..
    Sama nih aku uda 3 bulan ini lagi addictive banget sama yg namanya Smule..
    Mau stop tp kog susah ya. Pernah 1 hari hp aku error ga bisa nyala sm skali, akhirnya ga bisa rekaman smule. Rasanya bener2 ada yg kurang kalo tanpa smule.
    Oya bagaimana caranya utk ikut audisi itu ya?

    ReplyDelete
  2. Ya ampuuunnn.... ternyata ada yang merasakan apa yang aku rasakan hihihi...

    ikut audisi?
    dulu sih aku searching lagu yang pengen aku nyanyiin, terus dari sekian yang buka OC, pilih deh yang lagi buka audisi :)

    ReplyDelete
  3. Saya juga kecanduan smule, tapi skrng klo kuota habis ya berhenti sendiri. :D

    ReplyDelete
  4. Berapa ya kuota terpakai utk smule?

    ReplyDelete
  5. pagi aq cek quota masih 200Mb.yaudah lanjut k smule lgi..
    eh sore udah 0Mb.wah kaget teryata boros bgt

    ReplyDelete
  6. Buat ku ga masalah quota habis.. karena bernyanyi adalah hobi ku. Dibandingkan aku harus ke ktv. Lbh efisien, lwt app Smule. Lgi dasteran atau lgi tiduran jg ok2 aja. Saat ada yg join, ada perasaan senang tersendiri.

    ReplyDelete
  7. Semua kembali ke manage diri dan bukan salah pada sarana yg ditawarkan utk kemudahan dan kesenangan individu.
    Dimana ada kemudahan pastinya terkadang ada resiko biaya yg ditanggung. Pemilik blog udah bener banget dalam menilai sarana yg digunakan dalam tulisannya hingga alasan kenapa ia harus berfikir menghentikan kegemarannya saat ini..:-)..succes buat kita semua.

    ReplyDelete
  8. Iyah nih aq jga baru2 ini kecandua smule pdahal ktika lihat tmn nyanyi di smule aq mrsa jijik ih apaan nyanyi2 gtu,,, pda ahirnya aq kecanduan smule pngluaran betmbah utk beli quota,,, 1,5 gb sehari semalam ludes buat smulean doang,,, krna kecanduan smule ahirnya aq cari2 cara utk internet gratis dpt internet gratisan tpi gak mmuaskan gak bsa smullean loading lambat,,, klo utk fb browsing sih fast konek,, tpi utk smulean anjirrrrr muter2 doang,,,,, riwayat ttp beli quota utk bsa smuleannn ������ ada yg ngrti kah caranya supaya smulean gk boros quota???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Owh iyah skalian promosiin smuleku idienningrat,,,, di join yah agan2 ☺☺☺☺

      Delete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top