Warna Warni Family Day

Saturday, November 09, 2013
Ada yang tahu dimana foto ini diambil?
Yey, jawaban Anda BENAAAARRR.... >.<

Aku masih ingat, beberapa waktu yang lalu, Pak Avil menyuruhku untuk mengecek dan menghitung permintaan kaos dari keluarga yang tercatat sebagai anggota keluarga dari karyawan IAMI bagian Spare Part. Ku lihat ada 74 karyawan dan tak ada namaku di setiap lembaran yang ku terima.
"Ah, iya, aku masih baru disini. Mana mungkin aku diikutsertakan dalam acara ini."

Akan tetapi, di lain hari Pak Avil berkata, "Mia, kamu kaosnya ukuran M aja ya?"
"Kaos? Apa mungkin aku boleh ikut acara ini? Atau mungkin itu kaos untuk orang-orang Marketing?"

Dan ditanggal 31 Oktober 2013, Pak Hasan datang menghampiriku, memberiku sebungkus plastik, dan menyuruhku membubuhkan tanda tangan di kertas yang telah disediakan. Dan inilah isi dari plastik dengan tempelan kertas bertuliskan namaku.
Yeah, it's family day. Family Day ini diadakan setiap dua tahun sekali. Ini merupakan bentuk apresiasi bagi karyawan dan keluarganya dimana setiap hari bekerja dengan sepenuh hati dan keluarga yang selalu mendukung. Setiap karyawan yang anggota keluarganya sudah tercatat, maka dia bisa mengajak anggota keluarganya tersebut dalam acara ini.

Family Day tahun ini diadakan pada tanggal 3 November 2013 di Dunia Fantasi (Dufan), Ancol. 

Mengingat aku adalah karyawan baru dan baru masuk satu bulan, seketika hatiku girang. Namun, pertanyaan itu langsung muncul. "Berangkat bareng siapa?" Secara registrasi dimulai pukul 07.00 - 08.00 WIB di pintu Dufan dan tak bisa ku bayangkan aku berangkat seorang diri, nyasar sendiri, dan pulang sendiri.

Setelah tanya-tanya, rupanya dari pihak kantor memang tak menyediakan transportasi dikarenakan letak lokasi yang cukup dekat. Panitia hanya menyiadakan kupon uang transport yang dapat ditukar di Dufan.

"Berangkat bareng siapa?" Pertanyaan itu memenuhi benakku.
Dari 75 orang (termasuk aku) yang ada di Spare Part, hanya 31 orang (termasuk kepala divisi) yang ada di lantai dua. Sisanya adalah mereka yang ada di lantai 1 dan di warehouse. Secara aku jarang jalan-jalan ke warehouse, aku pun tak begitu mengenal nama-nama mereka.

Dari 31 orang yang ada di lantai, hanya ada 5 orang wanita (termasuk aku). Semuanya sudah berkeluarga termasuk Mbak Iswari, kakak kelas yang satu tahun di atasku. Sisanya adalah para bapak-bapak dan mas-mas. 

Mendapati keadaan seperti itu, aku bingung, "berangkat bareng siapa?"

1 November 2013. Hari Jumat. Aku masih belum tahu bagaimana caranya aku bisa menuju Dufan. Hari itu aku sengaja pulang sore, sekitar pukul 17.30 WIB. Aku diajak orang-orang Marketing untuk presentasi ke Kepala Divisi menggunakan aplikasi yang aku buat selama sebulan. Setelah semuanya OK, aku pamit pulang.

Ku lihat langit mendung. Gerimis pun perlahan membasahi bumi. Aku pun enggan tuk berjalan, berharap gerimis agak lebih tenang. Sedikit menunggu, ku lihat Pak Kepala Divisi turut pulang. Ia pun menawariku untuk pulang bersama dengan mobilnya. Aku pun menerima tawarannya, meski tumpangannya hanya berakhir di pintu gerbang. Setidaknya aku tidak harus basah.

Ku perhatikan jalanan. Ku lihat mobil Pak Kepala Divisi sudah berlalu. Kini aku mengalihkan pandanganku ke arah angkutan umum bernomor 30. Sebelum ku lihat warnanya yang merah, sebuah mobil berhenti di hadapanku. Sebelumnya aku sudah pernah di mobil itu dengan sopir yang sama pula. Dia adalah Mas Luthfi, salah satu mas-mas yang ada di lantai 2. 

"Baru pulang Mas? Kirain udah dari tadi?"
"Belum. Tadi nongkrong dulu. Sore ini mau balik ke Cilegon nih."
"Lho? Minggu nggak ikut ke Dufan?"
"Iya ke Cilegon cuma sehari. Minggu balik sini."
"Owh. Ikut ke Dufan Mas?"
"Ikut."
"Berangkatnya bareng-bareng atau gimana Mas?" 
"Nggak tau deh. Tanya Ade aja tuh yang tinggal sekitaran sini." kata Mas Luthfi mengangkap sinyal-sinyal kalau aku mau nebeng.
"Ngajak ceweknya Mas?"
"Nggak. Ngapain? Ribet ntar." Buat ceweknya Mas Luthfi; jangan marah ya kalau dia bilang kayak gitu. :p

Tak terasa aku sudah sampai di halte. Aku turun mobil, pamitan, dan berucap terima kasih. Ku lihat mobil Mas Luthfi berlalu dan aku pun berjalan, menanti mobil selanjutnya, angkutan umum bernomor 10.

2 November 2013. 
Akhirnya aku pun mengajak Mas Ade buat berangkat bareng. Mas Ade juga termasuk salah satu mas-mas di lantai dua dan di bagian yang sama denganku.

Mas Ade nggak keberatan saat aku mintai tebengan. Dia pun mengajak Mas Luthfi untuk berangkat bersama sekalian. Jadi, aku berangkat dari Bekasi bersama Mas Ade naik motor dan ketemu Mas Luthfi di Sunter menuju Ancol dengan mobilnya. Deal. Semua setuju.

3 November 2013.
Pagi hari aku sudah siap di jalanan. Dengan kaos putih seragam, aku berdiri di pinggir jalan dan membawa helm berwarna merah. Ku lihat jam di HP, sepertinya Mas Ade bakal telat datang. Dan benar saja, 20 menit kemudian dia baru kelihatan..

"Ngantuk banget aku Mia?"
"Kesiangan?"
"Iya tidur jam 1."
"Ngapain?"
"Nonton Bola. Hehehe."

Cukup kami berbasa-basi. Kami pun segera berlalu. Berharap Mas Luthfi tidak sampai lebih dulu apalagi harus menunggu. Akhirnya, dengan sedikit ngebut, kami berhasil menghabiskan waktu 25 menit untuk Bekasi - Sunter. 

Sesampainya disana, belum terlihat mobil Mas Luthfi. Aku dan Mas Ade pun larut dalam diskusi obrolan ringan mengenai masalah di kantor -_-

Tak lama menunggu, Mas Luthfi datang bersama mobil kesayangannya. Aku dan Mas Ade pun menghampirinya. Ku lihat dia dengan celana pendeknya dan kaos bukan putihnya.
"Belum mandi gue." katanya. "Mau lari bareng Sonta ntar."

Mobil pun melaju dengan perlahan. GPS yang diaktifkan dari HP Mas Luthfi membimbing kami menuju Ancol. Cepat dan handal. Kami memilih rute yang pendek, tak ayal jika kami melewati pasar di samping jalan.

No comments:

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.