15

Tes Kesehatan, Gigi, dan Radix

Hari ini aku menjalani tes kesehatan di Bekasi, lebih tepatnya di Jalan M Hasibuan Ruko Sun City Blok A. Awalnya aku sempat ragu, apakah aku bisa sampai Bekasi dengan selamat? Secara aku mendiami Sunter dan jarang pergi kemana-mana. Apalagi sendirian. Tapi, syukurlah semua aman terkendali.

Sekitar pukul 09.00 aku sudah siap menjalani tes kesehatan. Tes yang pertama adalah tes darah dan urine. Jarum disuntikkan di tangan kanan dan darah diambil. Selanjutnya diberi satu botol kecil untuk diisi urine. Urine yang ditampung minimal setengah botol. Selesai.

Tes selanjutnya adalah rongent atau foto dada. Seluruh baju yang mengandung besi dilepas dan diganti dengan pakaian yang telah disediakan. Tempelkan dada ke alat yang siap digunakan, ambil nafas, tahan, dan keluarkan. Selesai.

Tes yang terakhir adalah pemeriksaan fisik. Pertama yang dilakukan tes mata (buta warna). Buka buku dan tebak angka berapa yang terlihat. Sejauh ini lancar. Selanjutnya tes mata, yaitu membaca huruf-huruf dengan jarak tertentu. Melihat aku memakai kacamata, Bu Dokter bertanya "Minus berapa Mbak?"
"Satu sama setengah, Bu" jawabku.

Aku pun menjalani pemeriksaan. Bu Dokter memberi aba-aba "Tutup mata sebelah kiri. Ini huruf apa?"
"E", "F", dan seterusnya.
"Tutup mata sebelah kanan. Ini huruf apa?"
"Y", "C", dan seterusnya.
"Matanya normal kok Mbak. Coba tes lagi. Tutup mata sebelah kiri ..."
'Waow' kataku dalam hati.

Selanjutnya, mengukur berat dan tinggi badan. Ini adalah saat yang dinanti-nanti. Sepatu dilepas dan lihatlah angka yang keluar. Cukup menakjubkan. Yes!

Tes fisik berikutnya yaitu mengukur tensi darah dan menghitung denyut nadi permenit. Selesai. 

Berikutnya tes mulut, gigi, hidung, mata, telinga secara fisik. Ini bagian yang tak ku sukai, apalagi saat Bu Dokter menyuruhku membuka mulut. 

Aaaaaa, aku membuka mulut.

Bagiku, gigi merupakan salah satu bagian tubuh yang sensitif. Bukan hanya karena tak rata, melainkan ada 'gigi lebih', persis seperti yang Bu Dokter katakan padaku "Ada kelebihan gigi. Harusnya dicabut nih." 

Aku hanya diam. Sama seperti aku menjalani tes kesehatan saat masuk SMA enam tahun yang lalu. "Ini ada gigi berlubang sama 'gigi lebih'. Nanti ke klinik, dicabut aja ya?"

Hingga kini, gigi itu masih ada. Gigi berlubang dan 'gigi lebih'.

Setelah pemeriksaan fisik selesai, aku melirik ke form yang diisi oleh Bu Dokter. Di bagian kesehatan gigi, Bu Dokter memberi keterangan "Radix".

Radix. Apa maksudnya? Mungkinkah itu penyebutan untuk 'gigi lebih'?

Sebelumnya aku akan menjelaskan 'gigi lebih' yang ku maksud. 
Kata ibuku, dulu aku minum ASI hanya sekitar 4 bulan setelah aku lahir. Selebihnya, aku diberi susu formula (susu sapi). Aku tak tahu kenapa begitu sebentar aku menikmati ASI, apakah karena aku alergi atau karena apa. Yang jelas, terlalu banyak susu formula yang aku konsumsi memberikan dampak bagi pertumbuhan gigiku. 

Gigi permanenku sudah tumbuh meskipun gigi susuku masih kuat. Inilah yang menyebabkan gigiku tak rata. Gigi permanen tidak tumbuh pada tempatnya. Akibatnya aku harus dibawa ke dokter gigi untuk mencabut gigi susuku. Tak hanya sekali, namun (seingatku) tiga sampai empat kali.

Dan (mungkin) masih dipengaruhi susu formula, ada gigi permanen yang tumbuh dibelakang gigi seri bagian atas. Itulah yang ku sebut 'gigi lebih'.

Kembali ke 'Radix'. Apakah radix itu penyebutan untuk 'gigi lebih'?
Setelah ku cari tahu, ternyata tebakanku salah. Radix memiliki makna 'akar'. Dan radix yang dimaksud Bu Dokter dalam form-nya adalah gigi berlubang atau memang sudah tak bisa lagi dikatakan gigi berlubang.

Dalam ilmu kedokteran gigi, terdapat istilah "gangren radix" atau sisa akar. “gangren” artinya sesuatu yang sudah “mati.” 

Gangren radix adalah suatu keadaan dimana gigi sudah tinggal akarnya saja atau mahkota gigi sudah hilang sampai batas garis servikal atau bifurkasinya sudah pecah walaupun mahkota masih ada. (Sumber dari sini)

Gigi atau sisa akar seperti itu disarankan untuk dicabut, karena merupakan tempat yang subur bagi bakteri berkembang biak. Apalagi sudah sampai mengganggu dengan timbulnya rasa sakit dan bengkak, tentunya sangat mengganggu. Rasa sakit dan bengkak menunjukkan reaksi tubuh terhadap infeksi gigi. Ditambah lagi terjadi pembentukan sekumpulan nanah juga sebagai akibat dari proses infeksi yang terjadi di sekitar akar gigi yang tinggal sisa akar tadi. 

Aku pun pernah mengalaminya, walaupun bertahun-tahun aku memiliki sisa akar gigi, baru sekali aku merasakan pembengkakan di sekitar gigi tersebut. Rasanya sakit, tapi entah mengapa hingga kini aku belum mencabutnya. Rasanya aku sudah 'bosan' dengan dokter gigi, apalagi untuk urusan cabut gigi.

Pencabutan tidak dapat dilakukan dalam keadaan gigi yang sedang sakit, karena pembiusan lokal (anestesi lokal) seringkali tidak maksimal. Malah akan menimbulkan rasa sakit pada saat pencabutan. Dengan kata lain gigi tidak dapat dianestesi dengan baik. Tidak perlu takut untuk menjalani pencabutan gigi apalagi kondisinya sudah sangat mengganggu.
Beruntungnya sisi akar gigi yang aku miliki belum terlalu menganggu, sehingga bisa nanti-nanti saja aku mencabutnya. Semoga setelah ini tetap baik-baik saja.

Demikianlah ceritaku tentang tes kesehatan hari ini. Semoga sedikit banyak memberi manfaat. Terima kasih untuk http://aldoneves.blogspot.com/2012/10/sisa-akar-gigi.html yang telah memberikan informasi tentang Sisa Akar Gigi. Semoga saya diberi keberanian untuk pergi ke dokter gigi dan mencabut sisa akar gigi ini.

Semoga kesehatan terus dilimpahkan bagi kita semua ^^

15 comments:

  1. Terus gimana hasilnya?
    Apa gigi berlubang sama radix bisa bikin gagal tes kesehatan?

    ReplyDelete
  2. alhamdulillah,, lolos, namun diberi saran untuk segera ke dokter gigi :$

    ReplyDelete
  3. Terus obatnya apa?

    ReplyDelete
  4. brp gigi kah yg bolong apa bolong saja membuat penghambat kelulusan test

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gigi yang berlubang hanya 1 dan tetap lulus tes

      Delete
  5. Kalau misal mata minus 3 masih di bolehin gak ??

    ReplyDelete
  6. Terimakasih informasinya dari artikel anda, tentang cara keterima test kesehatan pekerjaan berikut artikel yang terkait tersebut di CARA LOLOS TES KESEHATAN KERJA DI PERUSAHAAN BESAR

    NB: Mohon tolong admin untuk di approve komentar saya ini bukan spam saya ketik sendiri komentarnya, kita saling membantu saja...kalau tidak ada dirugiakan apa salahnya saling membantu, untuk kepentingan Seo dan kepentingan pengunjung blog anda mendapatkan informasi yang terkait terimakasih admin

    ReplyDelete
  7. Wah ane gigi radix nya ada 2 juga di bagian graham, kira2 msih bisa lolos gk ya klo tes mcu?

    ReplyDelete
  8. Klau gigi yg brlubang 2 bisa gak ya

    ReplyDelete
  9. Kalau memakai behel bisa lolos tdk ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. mau tes apa kak?
      tes kerja?
      insyaalloh masih bisa lolos

      Delete
  10. Saya tes pjka kesehatan awal, apakah gigi sangat berpengaruh

    ReplyDelete
  11. gigi udah ada yang di cabut 3 buah apa berpengaruh??

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top