8

Keistimewaan Masjid Agung Darul Muttaqien

Hei, kamu suka traveling? Sudah pernah traveling ke Purworejo belum?
Tahu kan Purworejo dimana?

Purworejo adalah sebuah kabupaten yang berbatasan dengan  Kabupaten Kebumen di bagian barat, Kabupaten Magelang dan Wonosobo di bagian utara, Kabupaten Kulon Progo di bagian timur, dan Samudera Hindia di bagian Selatan. 

Sudah pernah melakukan perjalanan ke daerah - daerah yang aku sebutkan di atas? Pasti tak asing kan dengan Kabupaten Purworejo?

Purworejo memang tak seramai kota yang lain, namun bukan berarti kota ini mati akan keindahannya. Ada beberapa tempat wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi, yaitu Pantai Jatimalang, Goa Seplawan, dan lain sebagainya.
Namun, dari itu semua, ada baiknya mampir ke Masjid Agung Darul Muttaqien yang letaknya di sebelah barat alun-alun Purworejo.
Sumber : sini
 Eh, saran saya, jangan hanya mampir, tapi sempatkan diri, karena Masjid Agung tersebut menyembunyikan suatu keistimewaan.

Apakah itu?

Coba deh googling dengan keyword (kata kunci) : "bedug terbesar di dunia" dan taraaaaa...
Sumber : sini
Bedug terbesar itu ada di Masjid Agung Purworejo. Konon katanya, bedug tersebut dibuat dengan cara melobangi pohon kayu jati, sekitar tahun jawa 1762 atau tahun 1834 masehi. Ini nih data bedug yang dikenal dengan Bedug Kyai Bagelen tersebut.
Sumber : sini
Gimana? Gimana? Tertarik untuk mengunjungi Purworejo dan menyempatkan diri ke Masjid Agung nya? Monggo...

Menurut sejarah yang beredar, arsitektur Masjid Agung Purworejo meniru  bentuk  masjid  Kasunanan Surakarta yang bergaya Tajug Lawakan Lambang Teplok. Tajug  Lawakan Lambang Teplok sendiri merupakan gaya arsitektur dimana bentuk tiang utama bangunannya menyangga langsung atap brunjungan. Sedangkan untuk bangunan serambinya menggunakan atap limasan yang biasa disebut limasan trajumas. (Sumber : sini)

Oia, kalau sudah sampai Masjid Agung Purworejo, silahkan keliling alun-alun Purworejo. Saat hari menjelang sore hingga malam menyapa, alun-alun Purworejo ramai dengan pedagang makanan yang berjejeran di pinggiran alun-alun. Bakso, pangsit, nasi goreng, ronde, dan sebagainya. Tentu saja harganya murah meriah. Eits, jangan lupa ambil foto disini yaa.. menandakan kamu sudah sampai Purworejo :)
Sumber : disini
Tulisan tersebut dapat ditemui pojok alun-alun sebelah timur-selatan. Eh, ada lagi nih yang seru. Untuk keliling alun-alun, kamu bisa menyewa sepeda dengan lampu LED warna-warni atau kamu bisa naik delman-delman hias yang ditarik kuda kecil. Ini nih contohnya..
Sumber : sini
Gimana? Semakin tertarik untuk berkunjung ke Purworejo, datang ke Masjid Agung Darul Muttaqien, dan keliling alun-alun? Ditunggu ya kedatangannya..

Dan biar lebih greget, nih aku kasih campur sari tentang Purworejo ^^


8 comments:

  1. Oh, jadi beduk terbesar di dunia itu ada di Purworejo.

    ReplyDelete
  2. aaaahhh... saya blm pernah ke Purworejo :(

    ReplyDelete
  3. saya pernah mas ke masjid itu, waktu ada pelatihan apa gt lupa..
    bedugnya gede banget...

    pernah juga kl mau ke rumah temen di kutoeinagun Kebumen, mampir minum cendo purworejo ..merang abis hehe

    ReplyDelete
  4. wow beduknya...lama g lihat beduk hehe.belum pernah ke purworejo,moga bisa kesana^^

    ReplyDelete
  5. dulu saya KKN di kota ini.. sudah melanglang seluruh kota hahaha

    mampir di blog saya juga dong, http://rainbowmaniswriting.blogspot.com

    ReplyDelete
  6. Tulisan yang sangat bermanfaat buat para musafir yang melewati kota Purworejo, mbak Zaitun Hakimiah….:)
    Smg menjadi amal catatan pahala di yaumul hisabNya, aamiin

    Jazakillah, sudah berpartisipasi di GA Perjalananaku dan Masjid

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top