Keistimewaan Masjid Agung Darul Muttaqien
Tahu kan Purworejo dimana?
Purworejo adalah sebuah kabupaten yang berbatasan dengan Kabupaten Kebumen di bagian barat, Kabupaten Magelang dan Wonosobo di bagian utara, Kabupaten Kulon Progo di bagian timur, dan Samudera Hindia di bagian Selatan.
Sudah pernah melakukan perjalanan ke daerah - daerah yang aku sebutkan di atas? Pasti tak asing kan dengan Kabupaten Purworejo?
Purworejo memang tak seramai kota yang lain, namun bukan berarti kota ini mati akan keindahannya. Ada beberapa tempat wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi, yaitu Pantai Jatimalang, Goa Seplawan, dan lain sebagainya.
Namun, dari itu semua, ada baiknya mampir ke Masjid Agung Darul Muttaqien yang letaknya di sebelah barat alun-alun Purworejo.
Eh, saran saya, jangan hanya mampir, tapi sempatkan diri, karena Masjid Agung tersebut menyembunyikan suatu keistimewaan.
Sumber : sini |
Apakah itu?
Coba deh googling dengan keyword (kata kunci) : "bedug terbesar di dunia" dan taraaaaa...
Sumber : sini |
Bedug terbesar itu ada di Masjid Agung Purworejo. Konon katanya, bedug tersebut dibuat dengan cara melobangi pohon kayu jati, sekitar tahun jawa 1762 atau tahun 1834 masehi. Ini nih data bedug yang dikenal dengan Bedug Kyai Bagelen tersebut.
Sumber : sini |
Gimana? Gimana? Tertarik untuk mengunjungi Purworejo dan menyempatkan diri ke Masjid Agung nya? Monggo...
Menurut sejarah yang beredar, arsitektur Masjid Agung Purworejo meniru bentuk masjid Kasunanan Surakarta yang bergaya Tajug Lawakan Lambang Teplok. Tajug Lawakan Lambang Teplok sendiri merupakan gaya arsitektur dimana bentuk tiang utama bangunannya menyangga langsung atap brunjungan. Sedangkan untuk bangunan serambinya menggunakan atap limasan yang biasa disebut limasan trajumas. (Sumber : sini)
Oia, kalau sudah sampai Masjid Agung Purworejo, silahkan keliling alun-alun Purworejo. Saat hari menjelang sore hingga malam menyapa, alun-alun Purworejo ramai dengan pedagang makanan yang berjejeran di pinggiran alun-alun. Bakso, pangsit, nasi goreng, ronde, dan sebagainya. Tentu saja harganya murah meriah. Eits, jangan lupa ambil foto disini yaa.. menandakan kamu sudah sampai Purworejo :)
Menurut sejarah yang beredar, arsitektur Masjid Agung Purworejo meniru bentuk masjid Kasunanan Surakarta yang bergaya Tajug Lawakan Lambang Teplok. Tajug Lawakan Lambang Teplok sendiri merupakan gaya arsitektur dimana bentuk tiang utama bangunannya menyangga langsung atap brunjungan. Sedangkan untuk bangunan serambinya menggunakan atap limasan yang biasa disebut limasan trajumas. (Sumber : sini)
Oia, kalau sudah sampai Masjid Agung Purworejo, silahkan keliling alun-alun Purworejo. Saat hari menjelang sore hingga malam menyapa, alun-alun Purworejo ramai dengan pedagang makanan yang berjejeran di pinggiran alun-alun. Bakso, pangsit, nasi goreng, ronde, dan sebagainya. Tentu saja harganya murah meriah. Eits, jangan lupa ambil foto disini yaa.. menandakan kamu sudah sampai Purworejo :)
Sumber : disini |
Tulisan tersebut dapat ditemui pojok alun-alun sebelah timur-selatan. Eh, ada lagi nih yang seru. Untuk keliling alun-alun, kamu bisa menyewa sepeda dengan
lampu LED warna-warni atau kamu bisa naik delman-delman hias yang ditarik
kuda kecil. Ini nih contohnya..
Sumber : sini |
Gimana? Semakin tertarik untuk berkunjung ke Purworejo, datang ke Masjid Agung Darul Muttaqien, dan keliling alun-alun? Ditunggu ya kedatangannya..
Dan biar lebih greget, nih aku kasih campur sari tentang Purworejo ^^
Oh, jadi beduk terbesar di dunia itu ada di Purworejo.
ReplyDeletekonon katanya, begitu... hehehe
ReplyDeleteaaaahhh... saya blm pernah ke Purworejo :(
ReplyDeletesaya pernah mas ke masjid itu, waktu ada pelatihan apa gt lupa..
ReplyDeletebedugnya gede banget...
pernah juga kl mau ke rumah temen di kutoeinagun Kebumen, mampir minum cendo purworejo ..merang abis hehe
wow beduknya...lama g lihat beduk hehe.belum pernah ke purworejo,moga bisa kesana^^
ReplyDeletedulu saya KKN di kota ini.. sudah melanglang seluruh kota hahaha
ReplyDeletemampir di blog saya juga dong, http://rainbowmaniswriting.blogspot.com
Tulisan yang sangat bermanfaat buat para musafir yang melewati kota Purworejo, mbak Zaitun Hakimiah….:)
ReplyDeleteSmg menjadi amal catatan pahala di yaumul hisabNya, aamiin
Jazakillah, sudah berpartisipasi di GA Perjalananaku dan Masjid