14

Apakah Itu Kamu?

Menikah. Siapa yang tak ingin menikah? Dari keluarga biasa maupun dari keluarga berada. Dari yang tampangnya pas-pas maupun dari yang merasa wajahnya rupawan. Dari yang tinggal di tengah kota maupun dari yang tinggal di pedalaman.

Urusan jodoh memang sudah menjadi ketentuan-Nya. Setiap dari kita telah diciptakan dengan pasangan kita masing-masing. 

“Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat: 49)

Akan tetapi, bukan berarti dengan berdiam diri, jodoh akan datang dengan sendirinya. Tentulah ada doa dan ikhtiar yang memiliki peran di dalamnya. Pun untuk menemukan jodoh yang tepat dan sesuai dengan keinginan kita, kita perlu menentukan kriteria calon pendamping hidup kita. 

Tahun 2014. Tahun dimana akan lewat dua tahun dari usiaku yang berkepala dua. Bukan hal yang patut ditertawakan jika aku sudah mulai memikirkan tentang pernikahan. Tak perlu lagi malu-malu kucing untuk menetapkan target kapan menikah.

Tahun 2017. Masih ada waktu 3 tahun untukku memantaskan diri menjadi seorang pendamping dari imam yang akan menuntun dan membimbingku ke jalan-Nya menuju surga. 

Siapakah yang akan jadi calon imam untuk keluarga kelak?
Dialah seseorang yang mampu membuatku jatuh cinta padanya. Cukup lelaki sederhana yang kaya akan cinta pada Alloh SWT dan Rasul-Nya. Siapapun dia, ku harap dialah yang mampu menghadirkan kebahagiaan di sisa-sisa umurku.

Apakah itu kamu?
Bukan karena dahsyatnya rayuan gombalmu kepadaku, namun seberapa hebat kau merayu Penciptamu.

Bukan seberapa banyak hartamu untukku,  namun seberapa kaya imanmu padaNya.

Bukan ketampanan yang memesonaku, namun setampan apa kau di hadapanNya.

Bukan ketidaktelatanmu saat janjian bertemu denganku, namun seberapa sigap kau memenuhi panggilanNya.

Bukan seberapa keren kendaraanmu, namun sejauh mana kau kan membawaku menuju surgaNya.

Bukan karena kepintaran otakmu, namun sepandai apa kau membimbingku di jalanNya.

Bukan dari mana asalmu, namun sejauh mana kau menghargai asalku.

Bukan siapa bapakmu, namun seberapa pantas kau jadi bapak dari anak-anakku.

Bukan karena kau lebih muda atau lebih tua dariku, namun seberapa bisa kau membuatku harus menghormatimu.

Apakah yang akan ku pilih adalah manusia yang sempurna?
Tidak. Dia hanya makhluk yang senantiasa mencoba untuk terlihat sempurna di mataNya.

Wahai pemilik tulang rusukku, aku menunggumu mengikrarkan perjanjian yang kuat, perjanjian di depan Allah Swt yang disaksikan oleh keluarga besar kita ^^

14 comments:

  1. Aamiin..semoga segera dipertemukan oleh jodohnya :)

    ReplyDelete
  2. Aamiin.. moga mbak titis juga :)
    saling undang ya mbak.. hehe

    ReplyDelete
  3. waaah kaka, geraak cepaat nih :D

    ReplyDelete
  4. keren, aku suka puisinya...
    Amiin semoga terwujud ya mbak mia :*

    ReplyDelete
  5. semoga dipertemukan dengan yang terbaik di waktu yang terbaik. aamiin :D *saling doa ya*

    ReplyDelete
  6. Cielah mama, cepet2 deh ma aku tunggu undangannya ya maximal akhir tahun ini kalo 2017 mah kelamaan hehehe

    ReplyDelete
  7. all: makasih ya doanya..
    semoga kembali ke kalian semua.. :*
    yang belum dapet jodoh semoga segera dipertemukan :)

    mirna: menikah kan nggak cuma keinginan pribadi, namun harus dengerin pendapat orang tua. orang tua maunya gimana.
    dan bapak ibuk saya pengen melihat saya wisuda S1 dulu baru nikah :O

    ReplyDelete
  8. aamiin.. sukses GA nya :) sukses disegalanya deh

    ReplyDelete
  9. Aamiin... semoga lekas ketemu jodoh yg di idamkan..

    ReplyDelete
  10. amiin.
    Semoga lekas dipertemukan dengan Sang Imam yang engkau nantikan :)

    ReplyDelete
  11. Aamiinn.. Subhanallah, banyak yg mengaminkan doanya ya. Terimakasih sudah ikutan GA Perjanjian yang Kuat. Ditunggu pengumumannya ya :-)

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top