2

UI UI UI

Aku benci minggu terakhir bulan Mei 2014. Itulah yang ada dibenakku hari-hari yang lalu. Bagaimana tidak, cobalah tengok kalender masing-masing. Dalam seminggu, ada dua tanggal merah dan keduanya jatuh di hari Selasa dan Kamis. Bagi aku yang masuk kerja mengikuti tanggal sesuai di kalender dan ku dapati banyak temanku yang dapat jatah liburan seminggu full, maka akan sangat menyakitkan buatku. Status-status di sosial media yang bernada liburan pun membuatku semakin iri. Lombok, Yogyakarta, Semarang, fiuuhh... liburan berada di depan mata mereka, tidak dengan aku.

Aku pun membayangkan betapa terpuruknya aku. Senin masuk kerja. Selasa tidur seharian di kosan. Rabu masuk kerja. Kamis tidur seharian di kosan. Jumat masuk kerja. Huft betapa membosankan.

Beruntungnya, ada beberapa kawanku yang memiliki nasib yang sama denganku. Namanya Intan, tapi panggil saja dia dengan sebutan Si Juu.

Merasa senasib sepenanggungan, akhirnya kami mulai merencanakan kegiatan di hari libur dan pilihan kami jatuh pada rencana mengunjungi Universitas Indonesia (UI).

Ada acara apa di UI? Mau ngapain aja? Hari libur kan tutup semua? Perpustakaan juga pasti libur.

Hemm... itulah tanggapan dari teman-teman yang tak mengerti maksud dan tujuan aku dan Si Juu ke UI. Tujuan kami cukup sederhana; menginjakkan kaki di UI.

Setelah tanya sana dan sini akhirnya kami mendapatkan rute yang pas menuju UI. Kami memilih jalur Commuter Line;
- dari Stasiun Kranji naik yang ke arah Kota
- turun di Stasiun Manggarai
- dar Stasiun Manggarai naik yang ke arah Bogor
- turun di Stasiun Univ. Indonesia

Oke. Cukup mudah!

Aku kesana tak hanya berdua dengan Si Juu. Kami mengajak Acit dan Pun. Aku, Juu, dan Acit berangkat dari St. Kranji. Sementara Pun akan langsung menuju St. Univ Indonesia dan kami akan bertemu disana.

Petualangan kami dimulai!

Aku pikir naik Commuter Line itu sama halnya naik busway. Cukup bayar sekali dan kami berhak pergi kemanapun kami suka selama tidak keluar dari halte.

Berlandaskan pemikiran seperti itu, saat beli tiket di St. Kranji, aku dan Si Juu bilang "Tiga tiket ke Kota". Kami mendapat 3 kartu dan selembar struk pembelian tiket. 

Kami naik dari St. Kranji, turun di St. Manggarai, ganti kereta menuju Bogor, turun di St. Univ Indonesia. Pun sudah sampai disana. Kami pun berniat keluar dari stasiun.

Berbekal kartu yang kami dapat di St. Kranji, kami mencoba keluar melewati pintu keluar dengan menempelkan kartu di sisi pintu. Tapi, dicoba beberapa kali, pintu tetap tidak terbuka. Memalukan sangat.
credit
Akhirnya, ada petugas yang menghampiri kami. Rupanya kami kena pinalty atau apalah itu istilahnya. Bapak itu menjelaskan bahwasanya di stasiun awal seharusnya kami menyebutkan stasiun tujuan. Jadi, saat di St. Kranji seharusnya aku langsung menyebutkan "Tiga tiket ke UI."

Heuheu... mana ku tahu. Dibantu petugas, kami akhirnya bisa keluar dari stasiun. 

Oiya, sedikit tips aja nih buat para pemula yang ingin naik Commuter Line:
1. Di stasiun asal, sebutkan stasiun tujuan kamu, terlepas nanti akan transit atau tidak.
2. Nanti kamu akan dapat kartu. Simpan kartu itu, jangan sampai hilang.
3. Jika di awal kamu sudah menyebutkan dengan jelas stasiun tujuan, maka saat transit (ganti kereta) kamu tidak perlu membayar lagi.
4. Setelah sampai di stasiun tujuan, kamu pergi ke loket dan tukarkan kartu dengan uang.

Pengalaman yang menarik bukan? Oke lanjut..

Begitu senangnya kami sampai di UI, kami berjalan ke sembarang arah. Kami memilih jalur hutan yang sekilas bak Kebun Raya Bogor. Akhirnya kami sampai di FISIP UI.
Si Juu
Wihh... masih nggak nyangka, akhirnya kami bisa menginjakkan kaki di UI. Namun, beberapa detik kemudian kami kebingungan. Akan kemana lagi kita langkahkan kaki-kaki mungil kita?

"Itu lho ke gedung tinggi yang jadi ciri khas UI." kata Si Juu. "Ke masjid dulu aja yuk, sholat!"

Kami berjalan kesana kemari, tiba di Fakultas Ekonomi. "Masjidnya sebelah mana ya?"
"Aku tanya temanku katanya deket Fakultas Hukum."
"Lah Fakultas Hukum dimana aja kita nggak tau?"

Lelah berjalan akhirnya kami memutuskan untuk .... naik ojek dan rupanya sedari tadi kami berjalan salah arah. 

Baiklah, untuk ada bapak tukang ojek yang baik hati mengantarkan kami ke Mesjid UI dan kami pun menemukan apa yang kami inginkan.

Sehabis sholat kami pun menyempatkan diri makan di kantin sebelah masjid. Nyam... nyam...
2 bakso malang, 1 soto betawi, 1 batagor
Setelah kenyang, kami pun mencari apa yang kami inginkan. Apakah itu? Ini dia ...

Huaa... rasanya senang sekali melihat gedung ini. Kami pun duduk santai sambil menikmati pemandangan yang ada. 
Pun, Si Juu, Aku
***
Hari ini hari libur. UI tidak sedang mengadakan acara apa-apa. Gedung-gedung UI tutup. Kami hanya ingin menginjakkan kaki di UI Depok.

Mungkin kedengarannnya norak, nggak penting, dan nggak banget mengisi liburan dengan pergi kesana. Tetapi, jika hari ini (27/05) aku dan kawan-kawanku tidak pergi kesana, pengalaman ini takkan pernah tertulis di blog ini.

Happy blogging :)

2 comments:

  1. Wah asik banget pengalamannya di hari yg terjepit-jepit :D
    Oh ya, kamu kena Liebster Award dariku. Silakan dibuka link ini http://kisahklasikduniaku.blogspot.com/2014/05/the-liebster-award.html

    ReplyDelete
  2. wah, main ke Depok ya :)

    Lain kali harus nyobain kuliner di sepanjang margonda :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top