0

Tes Kompetensi Dasar (TKD) Menggunakan Sistem CAT (Computer Assisted Test)

Salah satu kebijakan Bapak Jokowi di awal jabatannya sebagai Presiden RI adalah adanya moratorium PNS yaitu penundaan/penghentian perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan alasan biaya belanja pegawai semakin membengkak dan membuat APBN dan APBD kewalahan.

Jujur aku kecewa dengan kebijakan tersebut karena sedari awal aku ingin mendaftar CPNS setelah selesai kuliah S1. Sayangnya sebelum aku lulus, moratorium itu telah berlaku dan akan tetap berlaku hingga tahun 2019. Padahal aku ingin merasakan euforia dalam memperebutkan kursi PNS.

Seiring berjalannya waktu, karena lowongan PNS memang tidak dibuka, akhirnya aku memasukkan curriculum vitae (CV) ke portal-portal lowongan kerja seperti http://jobstreet.co.id/, http://www.jobs.id/, hingga menjadi anggota di http://ecc.ft.ugm.ac.id/. Beberapa kali aku mendapat undangan untuk mengikuti tes kerja. Tiga diantaranya aku ikuti prosesnya, namun karena masih belum jodohnya, maka selalu ada alasan untuk berhenti dan terhenti ke proses berikutnya.

Hingga akhirnya aku mendapat informasi mengenai Pengadaan Pegawai Non PNS RSUD Dr. Tjitrowardoyo, rumah sakit umum daerah di kota kelahiranku, Purworejo. Setelah berdiskusi dengan ibuku dan melihat serta mempertimbangkan persyaratan pendaftarannya, akhirnya bismillah aku mencoba mendaftarnya.

Proses seleksi untuk lowongan kerja ini berbeda dari semua seleksi yang pernah ku ikuti. Dan meski judulnya Pengadaan Pegawai Non PNS, aku rasa prosesnya hampir sama dengan tes CPNS, yaitu
  1. Tes Tahap I adalah ujian Tes Kemampuan Dasar (TKD) yang terdiri dari:
    1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) meliputi : Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
    2. Tes Intelegensi Umum (TIU) meliputi : Kemampuan verbal (sinonim, anonim, analogi pemahaman wacana); Kemampuan kuantitatif (deretan angka, aritmatika, geometrika) dan Kemampuan penalaran (penalaran logis, penalaran analisis)
    3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP) meliputi : Kemampuan beradaptasi, pengendalian diri, semangat berprestasi, integritas dan inisiatif.
  2. Tes Tahap II adalah ujian Tes Kemampuan Bidang (TKB), yang terdiri dari:
    1. Tes Kompetensi Bidang tertulis
    2. Tes Praktek dan Wawancara
    3. Tes Psikolog
Aku semakin yakin ketika TKD dan TKB dilakukan di Kantor Regional I BKN (Badan Kepegawaian Negara). Dan benar saja, sesampainya aku di BKN, aku dan peserta lain diarahkan ke ruangan CAT (Computer Assisted Test).

"Hwaaa~ walaupun sekarang ini masih kondisi moratorium PNS, tapi aku merasakan juga bagaimana mengikuti tes CPNS" begitulah yang aku pikirkan. HAHAHA. Bukan apa-apa, aku hanya merasa tertantang, ingin mencoba, dan saat ini diberi kesempatan.

Aku pun tak ingin mati konyol. Sebisa mungkin aku persiapkan dengan baik, khususnya materi TWK. Semenjak lulus SMA, mana pernah aku belajar lagi tentang pendidikan pancasila dan sejarah Indonesia. Awalnya aku ingin membeli buku 'Persiapan CPNS', tapi setelah browsing di internet, ternyata banyak sekali materi yang bisa ditemukan. Di Play Store - Android pun ada banyak aplikasi yang bisa membantu pembelajaran, salah satunya TKD CPNS.
TKD CPNS
Menurutku aplikasi tersebut sangat lengkap. Ada materi, contoh soal, dan simulasi try out. Benar-benar membantu. Eh tapi, aku tak hanya mengandalkan materi yang ada disana karena pasti soal-soal mengenai Pancasila, UUD, dan NKRI pasti banyaaakkkk banget.

Dan benar saja, saat tes tiba, aku pun hanya bisa skip - skip untuk soal TWK. Syusyah euy. Pertanyaan yang muncul tentang manusia purba, pengamalan Pancasila, dan sejarah Indonesia lainnya. Kebanyakan yang ku pelajari tidak keluar, tapi semua itu membantuku dalam memilih (mengarang) jawaban yang sekiranya benar.

Oia, komposisi pertanyaan TKD ini yaitu
- TWK ; 35 soal
- TIU ; 30 soal
- TKP ; 35 soal
dan waktu yang disediakan adalah 90 menit atau 1,5 jam.

Soal-soal TIU pun banyak yang ku skip. Kebanyakan yang keluar adalah negasi dari suatu pertanyaan. Sinomin dan antonim pun juga ada, namun keluar dengan kata yang sebenarnya familiar tapi bingung juga menjawabnya.
porto = ...?
reportase = ...?

Soal TKP yang ku perkirakan mudah, nyatanya keluar dengan pilihan jawaban yang membingungkan. Kalau saran dari aplikasi TKD CPNS; silahkan menjawab secara munafik, disesuaikan dengan tema pertanyaan. Kalau ada satu jawaban yang paling lurus, maka tak jadi masalah. Yang jadi masalah adalah pilihan jawaban sama-sama lurus. Pusing dah. Hahaha.

Meski pusing mengerjakan soalnya, tapi nggak akan pusing kok pakai Sistem CAT (Computer Assisted Test). Sangat-sangat membantu dibandingkan harus menghitamkan lingkaran pada lembar jawaban menggunakan pensil 2B, seperti pada ujian nasional. Tak perlu bingung mengoperasikannya karena sebelum mengerjakan soal, ada video tutorial penggunaan CAT.

Dengan CAT, sistem juga akan langsung mengoreksi jawaban sehingga setelah menyelesaikan soal, nilai akan langsung ditampilkan di layar. Dan taraaaaaa..... nilai yang keluar di layarku adalah.....
jreeeng
jreeeng
jreeeng
Total poin yang ku dapat : 331

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top