3

Percakapan dengan Ibu

Sudah lima bulan aku tak menghirup udara disini, menikmati pemandangan yang tersaji, dan tersenyum indah melewati hari-hari. Hingga waktu 16 jam rela ku tempuh tuk dapati semua itu.

Siang itu di perempatan Pendowo pukul 12.23 WIB, ku duduk sambil mengamati aktivitas disana. Tas itu masih dipunggungku dan sebuah plastik putih besar masih ditanganku. Tiga menit berlalu. Sebuah motor Revo berwarna merah menghampiriku dengan dua orang di atasnya, seorang ibu dan gadis kecilnya. Aku 'dipaksa' ikut turut dengan mereka. Aku pun mengiyakan.
 
Menyusuri jalanan yang lengang akhirnya aku sampai sebuah rumah. Itulah gubuk reot milik kedua orang tuaku.


Percakapan demi percakapan pun tercipta, hingga sampai pada percakapan itu,
"Kalau kamu S1 gajinya 5 juta, iya?"
"Ya, 4,5-5 juta lah."
"Wah, itu nanti langsung bisa diproses di perusahaannya? Status dari D3 ke S1?"
"Nggak bisa. Harus daftar lagi. Nyari-nyari lagi."
"Hmm.. kalau nyari lagi mbok ya cari yang agak ngetan."
"Ngetan kemana Bu? Karawang? Cikarang? Lha itu kalau mau pulang malah susah."
"Kok susah?"
"Lha kan jauh dari stasiun."
"Lha yang deket dimana?"
"Di Sunter. Emm.. tapi aku kok pingin ya Bu abis lulus S1 aku pengen nyari kerja disini."
"Disini?"
"Ya di Jogja lah misalnya."
"Gitu juga boleh. Bapak ibu juga malah nggak kepikiran. Selama ini kan bapak sama ibuk mikir kamu disana gimana, sendirian, ga punya siapa-siapa. Kalau kamu kerja di Jogja kan enak. Mau pulang kapan aja bisa. Tapi gajinya kecil lho.. S1 juga paling cuma berapa, nggak sebanyak kamu di Jakarta."
"Halah, kalau uang mah selama ada ibu, aman laaaahhh. Lagian udah pernah ngerasain ibukota. Udah bosan." Godaku.
"Ya nanti sebelum keluar dari perusahaan yang lama dan udah wisuda, kamu mulai coba kirim lamaran kesini. Jadi ntar pas keluar udah tinggal pindah aja."
"Iya, biasanya sebulan sebelum udah curi-curi waktu buat ijin ikut tes."
"Ibuk hanya bisa mendoakan.Syukur-syukur nanti kamu juga dapat jodohnya di Jogja."

Ahh... akankah dua tahun ke depan aku akan memulai kehidupan Jogja? Kalau demikian, aku semakin ingin bekerja di HSO Yogyakarta. Bukan karena apa-apa, hanya saja aku punya secuil kenangan disana. *berharap ada karyawan HSO Yogyakarta yang membaca tulisan ini dan bersedia membawaku menjadi karyawan disana. #ngarep.banget*

3 comments:

  1. Enak di jigja kyknya mbk..adem...tentrem hehe
    Aminnnn...semoga do'anya diijabah :)

    ReplyDelete
  2. Jogja yak? kok aku belom mikir ke mana-mana yak? -_-
    apa terlalu nyaman dengan posisi sekarang?
    semangaaat mbak :D

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top