Kapan?

Saturday, July 01, 2017
Lebaran 1438 H sudah selesai. Jadi... berapa angpao yang sudah kalian terima?

Ups, umurnya udah di atas 20 tahun semua ya?! Pertanyaannya aku ganti:
berapa kali kalian ditanya "kapan"?

Lebaran memang momen yang pas untuk mengeluarkan pertanyaan itu. Setelah lama tak berjumpa, undangan tak kunjung datang, maka saat pertama kali berjumpa, "kapan?"-lah yang menjadi pembuka pembicaraan.

Lebaran tahun ini agak sedikit berbeda bagiku. Biasanya, setelah sholat Id, aku keliling kampung untuk silahturahmi dan maaf-maafan. Tapi, tidak untuk tahun ini. Aku mendapat jadwal piket dihari pertama lebaran. Pukul 09.30 WIB aku berangkat dari rumah.


Karenanya, aku tidak datang ke rumah tetangga, hanya ke beberapa rumah yang masih saudara. Jadilah, aku terbebas dari pertanyaan 'kapan?' oleh para tetangga yang rata-rata di usiaku sudah menggendong anak. Ternyata ada untungnya piket di hari pertama lebaran :p

Hari kedua saat di rumah simbah, tak ada yang bertanya 'kapan?'. Hanya saja Bulekku sudah me-wanti-wanti, "Kamu tahun 2018 lho Mi. Kita kalau bisa 2 tahun sekali le mantu."

Aku jadi ingat sepupu-sepupuku yang sudah menikah. Tahun 2010, 2012, 2014, dan 2017. Kalau dilihat dari usia, memang sekarang ini sudah giliranku, baik dari keluarga Bapak maupun dari keluarga Ibu.

Lantas, apakah bisa dikatakan lebaran ini aku bebas dari pertanyaan 'kapan?'

Ternyata tidak. Pertanyaan itu muncul saat aku kumpul dengan teman-teman SMA. Terdengar seperti basa-basi biasa sebenarnya. Namun, entah mengapa, aku merasa 'kapan?' yang mereka lontarkan seolah untuk mengukur. Ketika yang ditanya bilang "belum" dan terlihat memang belum ada rencana, maka yang bertanya seakan lega 'asyik, masih ada temannya'. Dan ketika dijawab "sebentar lagi", maka ada perasaan bahagia namun juga sedih karena dirinya belum juga menemukan pasangan.

Aish... kenapa harus gitu sih?!

Mungkin dulu aku termasuk orang yang bertanya. Tapi, untuk sekarang ini, aku lebih menahan diri. Aku merasa tak nyaman saat ditanya, maka aku tak akan bertanya. Toh, kalaupun orang itu memang sudah siap dan kita masuk dalam daftar temannya, tanpa kita tanya, dia pasti akan cerita dan memberikan kabar baik tersebut.

Hanya saja, kita tidak bisa mengendalikan orang lain. Jadi, bersabar saja ketika pertanyaan 'kapan?' menghampiri kita :)

No comments:

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.