0

Host to Host

Purworejo, 22 Mei 2017

Apel hari ini begitu terngiang-ngiang di kepalaku. Amanah yang disampaikan oleh Pak Direktur (baca : Pak Dir) menusuk pikiran dan mendebarkan dada. Biasanya saat apel tiba, pesan yang disampaikan tak jauh-jauh dari rumah sakit; infeksi, cuci tangan, IGD, sampah flabot, linen, dan sebagainya. Kali ini, Pak Dir sebagai pimpinan apel menyebut kata PDE dalam amanahnya. Wih, tumben IT nya rumah sakit kena senggol. Hehe.

Berawal dari persiapan menyambut bulan Ramadhan, kita harus tetap memberikan pelayanan yang maksimal. Kita juga harus terus memperbaiki diri, jangan sampai kalah dengan rumah sakit di kota-kota lain. Beliau pun menyebutkan bahwa rumah sakit ini sedang berkembang, khususnya dalam keterbukaan informasi, karena berkaitan pula dengan rencana Purworejo sebagai smart city, dimana seluruh data dan informasi dari instansi pemerintah akan disampaikan secara terbuka untuk publik. Nantinya ketersediaan kamar di rumah sakit pun akan ditampilkan. Masih banyak lagi yang bisa dikembangkan. 

Dan untuk sekarang ini, Pak Dir meminta bagian keuangan dan PDE untuk segera mengintegrasikan pembayaran rumah sakit ke Bank Jateng menggunakan sistem host to host. 


Nah, itulah kalimat yang menggetarkan jiwa dan raga. Pasalnya, dua minggu kemarin memang dari tim PDE sudah dihubungi oleh Pak Dir untuk segera membuatkan sistemnya. Dan baru Jumat kemarin, perwakilan dari PDE bertemu dengan Bank Jateng untuk membahas lebih lanjut rencana host to host ini.

Host to host itu apa sih?
 
Jadi gini, ketika ada pasien berobat ke rumah sakit, misal menghabiskan biaya 1 juta. Nah pembayaran biaya tersebut tidak bisa dilakukan di kasir. Kasir akan menyuruh pasien membayar ke bank. Setelah pasien membayar di bank, nanti dari pihak bank akan menginformasikan kepada pihak rumah sakit bahwa si pasien sudah melakukan pembayaran. Selama ini informasi yang diberikan dari bank ke rumah sakit dilakukan secara manual. Dengan adanya host to host, informasi akan diperoleh secara real time. Ketika pasien sudah membayar di bank, pihak rumah sakit akan segera mengetahuinya tanpa harus menunggu laporan dari bank. Seperti itulah konsepnya.

Aku memang tak ditunjuk sebagai perwakilan yang mengikuti pertemuan dengan pihak bank. Namun, aku yang kebagian tugas mengerjakan sistemnya. Secara konsep sudah dibuat, aku tinggal membuatkan interface nya saja. 

Awalnya aku sempat takut tak bisa mengerjakan karena harus menggunakan web service segala macam. Aku belum menguasainya. Ilmuku belum sampai kesana. Namun, ternyata host to host yang dikembangkan sekarang ini sifatnya masih sederhana. Tapi, meski sederhana semoga bisa berjalan lancar dan sesuai dengan keinginan Pak Dir.

Berbicara mengenai Pak Dir, beliau ini memang seseorang yang sangat melek akan perkembangan teknologi dan informasi. Meski sudah berumur, beliau sangat concern dengan sistem informasi. Beliau menginginkan aplikasi ini dan itu, sangat berharap banyak agar proses yang masih manual sedikit demi sedikit bisa diotomatisasi. Tentunya, bukan untuk sekedar gegayaan di depan pimpinan rumah sakit lainnya, tapi karena memang beliau ingin yang terbaik untuk rumah sakit ini :)

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top