0

Sahabat Sparepart

Sudah menjadi kebiasaan kami, Divisi Sparepart, untuk melakukan morning talk setiap hari Selasa hingga Jumat. Aktivitas tersebut kami gunakan untuk sharing kegiatan/hal yang perlu dibahas dan diketahui oleh semua orang. Dan pada tanggal 31 Maret 2017, ku gunakan momen tersebut untuk berpamitan.

Awalnya aku ingin menyebutkan nama mereka satu persatu, berucap terima kasih secara personal, one by one. Sayangnya, semua itu tak terucap. Aku hanya mengucapkan terima kasih dan minta maaf pada semuanya.

Setelah selesai mengucapkan kata perpisahan, justru satu per satu dari mereka yang menyampaikan perasaan mereka kepadaku. Dimulai dari Mas Ade dan yang lainnya. Awalnya aku masih bisa senyum-senyum, ketawa, sambil mengucapkan terima kasih kembali.

Akan tapi, mataku mulai berkaca-kaca ketika giliran Mas Adhit yang berbicara. Dia adalah orang yang sering ku repoti, setiap saat aku ingatkan untuk membuka email dariku. Masalah partcare membuatku sering berkunjung ke bangkunya. Selesai dia berbicara, disusul oleh Mas Luthfi; "Yang aku ingat dari Mia, dia dateng ke nikahanku di Solo. Awalnya berdua dari Bekasi, tapi ternyata satunya ga jadi ikut. Tapi Mia tetap datang." Itulah yang dia ucapkan. Mataku pun semakin sembab. Bukan karena gaya bicara Mas Luthfi yang dibuat-buat seakan menangis, tapi karena aku sangat respect padanya. Dan tangisku tak lagi dapat ku bendung ketika tiba giliran Mbak Pudji. Tumpahlah air mataku. Dia partner kenjtan-ku selama ini T.T

Acara selanjutnya diisi dengan peluk-pelukan, tangis-tangisan, dan foto-foto.

Baiklah, karena belum tersampaikan lewat kata-kata, mungkin sebaiknya tetap ku utarakan lewat tulisan.

Teruntuk sahabat-sabahatku di Divisi Sparepart,
Saat aku berdiri di hadapan kalian, mengucapkan salam perpisahan, hati dan pikiranku seakan berkata,"aku sedang ngapain sih? ini beneran hari terakhirku disini? salah nggak sih aku ambil keputusan ini? atau ini hanya mimpi?" Ahhh... rasanya aneh. Sangat sangat aneh. Gimana kalau di tempatku yang baru aku tak bisa merasakan kenyamanan dan kehangatan seperti yang ku dapatkan disini? T.T

Aishh... surat resign sudah ada di HRD. Semangat! Kuatkan hatimu!

Berat. Beraaaaaattt sekali rasanya. Dan ketika aku (akan) pergi, aku merasakan betapa perhatian kalian kepadaku. Aku merasakan kasih sayang kalian. Saat kalian bilang ingin mampir kerumahku jika sedang pergi ke Jawa atau bilang kalau mau nikahan kabarin jauh-jauh hari biar bisa pesen tiket atau bilang ingin merencanakan perjalanan khusus datang menemuiku, nyeeessssssssss, terharu banget!

Terima kasih semuanya, aku sayang kalian :*

Mas Ade, you are my hero. Sahabat, teman, kakak, atasan, kamu segalanya lah pokoknya. Kalau nggak ada kamu, mungkin aku nggak akan bertahan selama ini, 3 tahun 5 bulan. Inget banget waktu dulu kamu wawancarai aku, terus awal-awal kerja, kamu jadi salah satu teman terbaik aku. Waktu Family Day tahun 2013, aku baru sebulan kerja, aku nebeng motor jadul kamu sampai ke HO. Saat kerja, kamu belain aku biar nggak dapet banyak kerjaan. Pas ngerjain skripsi, kamu bantuin aku tanpa pamrih --padahal udah tak niatin buat nraktir kamu, tapi kok ya nggak sempet-sempet :( Nggak usah sedih, aku pergi. Kamu pasti bisa bertahan. Kalau nggak bisa, ya tahan-tahanin aja :D

Mas Digna, another my hero. Secara personal sih mungkin kita nggak deket ya. Soalnya sama-sama nggak suka cerita pribadi. Tapi untuk urusan pekerjaan, kamu termasuk orang yang maju pertama ketika orang lain ingin mengakuisisi diriku. Kamu menolak keras jika bos-bos itu menambah pekerjaanku. Sejak awal kerja, jujur aku sangat salut padamu Mas. Kamu benar-benar kerja dengan hati. Biar kata sering mengeluh, tapi kerjaan kamu beres. Detail pula. Setiap hal kecil kamu catat. Folder-folder di laptop tersusun sangat rapi. Aku jadi malu sendiri, aku admin tapi fileku berantakan. Catatan juga nggak lengkap. Hahaha.

Mas Eka, aku nggak nyangka lho kalau kamu merasa sangat kehilangan diriku. Padahal seharusnya aku yang merasa kehilangan dirimu. Masih ingat pertama kali kenal kamu, aku menganggap kamu sebagai seorang yang mesum. Hahaha. Maaf. Tapi setelah lama kenal, ternyata aku menyukai sosok sepertimu. Seorang yang cerdas, punya jiwa humor yang tinggi, dan yang paling ku suka adalah kamu yang bekerja dengan sepenuh hati. Tak peduli bagaimana kamu di mata bos, rekan kerja, kamu tetap melakukan pekerjaan sebaik mungkin dan tak pernah mengeluh sedikit pun. Aku pasti merindukanmu, kangen guyonan-guyonanmu yang kreatif dan terlampau cerdas.

Mas Adhit, makasih banyak ya sudah dibantuin partcare-nya. Maafkan aku yang bawel ini. Tapi karena partcare ini, aku jadi sadar lho kalau kamu itu pinter, cara baca katalog, problem solving, kamu KEREN!

Pak Sugeng, partner nya Mas Adhit, makasih juga sudah dibantuin partcare, meski kamu orangnya aneh, ga jelas, dan suka ngelantur kemana-mana. Hahaha. Yah, setidaknya kita punya sedikit kenangan ya Pak, ke Warehouse ngecek barang berdua, suka lupa bawa cutter :p Jangan sedih ya kalau sekarang ke gudangnya sendirian aja wkwk

Pak Rohiman, dulu mana berani aku nyapa kamu Pak. Semenjak ada Siti aja, kita bisa ngobrol. Aku rasa kehadiran Siti memang untuk mendekatkan kita :p Aku enggak tahu deh kenapa dua hari sebelum aku pergi Pak Roh ngomel mulu "Mia kenapa masih disini?" Sebenernya sih aku biasa aja, tapi mungkin malah Mbak Pudji  yang kesel. Hehehe. Tenang Pak, ini aku kan udah nggak masuk lagi, jadi ga perlu tanya-tanya lagi kan. Pasti kamu kangen deh karena udah nggak ada yang nyapa tiap pagi saat baca koran,"Pagi Pak Roooohhh". Aku harap sih gitu >.<

Mas Sonta, yang masih suka bahas soal OBAMA dua mangkok. Hahaha. FYI, dulu kamu adalah orang pertama yang menarik perhatianku dan aku pengen banget jadi temenmu. Kalau sekarang sih, biasa aja. Wkwk. Dulu, meski sinarmu remang-remang, tapi begitu menghangatkan. Sekarang sinarmu terlalu terang, sehingga menyilaukan. Dulu saat aku tiba di kantor, kamu sudah ada di bangkumu, tertidur dan akan terbangun ketika jam alarm HP mu berbunyi pada pukul 7.25 am. Sekarang, sampai pukul 12.00 kamu tak terlihat sama sekali karena mungkin lagi kunjungan ke customer. Yah, tuntutan pekerjaan akan mengubah kebiasaan kita, tapi moga nggak mengubah karakter kita ya :) 

Mbak Iswari, Makasih ya untuk kebersamaan kita selama ini. Mungkin kita bisa dekat karena sama-sama Polman sih ya. Tapi ya nggak juga deng. Kita sama-sama suka makan di kantin, apapun menunya. Sholat juga sama-sama. Ahh, mungkin kalau nggak ada kamu, aku pasti merasa sendirian deh. Aku tipe orang yang susah beradaptasi soalnya. Kalau nggak ada kamu, nggak mungkin kan aku ikut gerombolan cowok-cowok perokok itu kan!? Jadi aku beruntung kita bisa bersama-sama selama ini :') ngomel soal catering, nggosip keadaan terkini, dan tentunya saling bantu di kerjaan. Kamu termasuk orang yang berdedikasi tinggi Kak, makanya aku suka berteman denganmu. 

Mas Luthfi, sedari awal, kamu termasuk orang yang spesial di mataku. Aku suka karaktermu. Inget banget dulu pas pertama kali aku dikasih tumpangan mobil. Dan kamu juga pasti masih inget gimana dulu aku teriak-teriak "Iboook Iboook" pas dulu kita naik Tornado bareng di Dufan. Hahaha. Ada banyak hal yang ku suka darimu, mulai dari keputusanmu untuk berhenti merokok, kamu yang suka ngomel kalau sesuatu tidak berjalan semestinya, kamu yang berpendirian kuat dengan apa yang kamu yakini meski berseberangan dengan pendapat orang lain, segala ke-baper-an dan ke-kepo-an mu melengkapi karaktermu, dan aku suka itu.

Teh Rani, ya ampun teh, aku nggak nyangka waktu kamu bilang ke aku,"katanya mau naik gunung bareng, Mi. Katanya kamu mau ke Bandung bareng aku." Kamu bahkan mengingat kebersamaan kita yang singkat saat sebangku di bus waktu Employee Day. Kamu so sweet banget Teh. Huhuhu. Maaf ya Teh, ga bisa memenuhi itu semua. Hiks.  

Mbak Pudji, LOVE YOU :*

Dan semua orang yang tak tersebut namanya. 

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top