2

#SingleStory Dimulai!

Bulan April 2017 akan segera datang. Selamat berumur seperempat abad untuk diriku.
(((SEPEREMPAT ABAD)))

Terus, kapan nikah?
Ah, itu pertanyaan paling mainstream. Nggak ada pertanyaan lebih sulit kah?

***

Akhir tahun lalu, saat pendakian Gunung Gede, aku tergabung dalam satu rombongan yang kebanyakan dari mereka usianya lebih muda dariku. Tak pelak, percakapan soal ‘kapan nikah’ pun tak bisa dihindari.
“Kok cuma berdua aja kak?” mereka bertanya pada aku dan Anggun, partner in climbing.
“Temen-temennya udah pada nikah ya?” timpal yang lain.
“Iya, udah punya anak malahan.” Kata Anggun.
“Terus kenapa kalian masih naik gunung? Kapan naik pelaminan?”
Aiss.. Umur 20-an rawan sekali ya dengan pertanyaan ganas ini. Tak mengenal tempat, tak peduli waktu. Tapi kalau dipikir-pikir, kenyataannya memang berkata demikian.

***

Sebenarnya tanpa pertanyaan-pertanyaan semacam itu, aku pun sudah berpikir ke arah tersebut. Bukan karena angka usiaku yang semakin banyak, tapi lebih kepada ‘apa sih yang ingin ku capai lagi?’

Aku sudah merasakan kerja tiga tahun, sudah berhasil meraih gelar sarjana, sudah sering jalan-jalan ke beberapa kota. Aku sudah mengalami itu semua dan aku merasa cukup. Aku ingin memulai sesuatu yang baru, yaitu nikah.

“Makanya NIKAH!” itu pernyataan menyebalkan selain pertanyaan ‘kapan nikah?’

Kesannya kita nggak pengen nikah dan cenderung untuk menundanya. Mungkin memang ada yang demikian, entah apapun itu alasannya. Tapi bagaimana dengan orang yang memang ingin menikah, tapi Tuhan belum mempertemukannya dengan jodohnya. Bisa apa dia?

Untuk mencegah jiwa yang meradang akan kondisi seperti itu, aku suka membaca tulisan dari mereka-mereka yang memiliki cerita yang sama denganku, para wanita yang usianya terus bertambah namun masih belum bertemu dengan tambatan hatinya. Membaca kisah-kisah mereka, aku termotivasi dan lebih bersemangat hingga waktunya tiba.

Tak hanya ingin termotivasi, aku pun ingin orang lain terinspirasi oleh kisahku. Untuk itu, aku ingin berbagi #SingleStory-ku yang mungkin bisa membangkitkan semangat teman-teman single semuanya.

Happy Single~
Nantikan kisah selanjutnya :)

2 comments:

  1. Ditunggu kisah Single Story-nya. Saya biasanya menghindari pertanyaan kapan nikah bila ingin bertanya kepada orang lain meskipun sudah kenal dekat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya wajar ya Mbak, nanya kapan nikah ke orang lain. Itu artinya peduli dan bisa ikut bahagia ketika mendengar kabar kalau orang itu akan segera menikah.
      Mungkin yang perlu diperbaiki adalah nada bicaranya. Karena kebanyakan lebih terkesan "ngece" dibandingkan peduli. Dan karena banyak orang yang bertanya, tambah stress lah dia, termasuk saya hahaha

      Delete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top