2

Legalisir Ijasah dan Transkrip Nilai di Binus University

Setelah menempuh perjalanan panjang dan macet dari Bekasi ke Kebon Jeruk, akhirnya aku sampai di kampus.

Untuk mendapatkan legalisir ijasah dan transkrip nilai, kita bisa mengurusnya di Kampus Anggrek, tepatnya di LIM (Layanan Informasi Mahasiswa). Ruangannya tepat di belakang Library --lorong sebelah kiri Library lurus mentok kanan ada ruangan kaca. 

LIM Binus buka setiap hari Senin - Jumat (pukul 08.00 - 20.00) dan hari Sabtu (pukul 09.00 - 17.00). Agar bisa dilayani, kita diharuskan membawa Binusian Card dan jangan lupa mengambil nomor antrian.

Karena ini pengalaman pertamaku di LIM, aku sempat kebingungan bagaimana cara mengambil nomor antrian. Rupanya disana disediakan satu komputer khusus untuk mengambil nomor antrian. Kita cukup tempelkan Binusian Card ke alat (semacam scanner) sehingga NIM dan nama kita muncul di layar komputer. Setelah itu, kita pilih antrian;
1. Layanan Mahasiswa
2. Layanan Keuangan
3. Serah/Ambil Berkas


Pilih antrian Serah/Ambil Berkas jika ingin mengajukan legalisir ijazah dan transkrip nilai.

Oia, NIM yang muncul di komputer tidak bisa diinput manual. Itulah kenapa diwajibkan membawa Binusian Card.

Setelah pilih antrian, akan muncul nomor antrian kita. Kita tak perlu menunggu nomor antrian itu dicetak, karena memang tidak dicetak. Kita juga tak perlu pula menghapal nomor antrian kita karena nomor antrian itu akan dimunculkan di layar televisi yang bisa kita lihat dari bangku tunggu. Layar televisi tidak hanya menampilkan nomor antrian, tapi juga nama kita. Jadi tak perlu takut kelupaan nomor antrian (kecuali kalau mau ditinggal ke luar ruangan). Canggih juga ya.

Saat giliranku tiba, aku menyerahkan fotocopy ijasah dan transkrip nilai masing-masing 5 lembar. Itu adalah batas maksimal yang bisa kita ajukan untuk legalisir. Selanjutnya isi data dan menunjukkan ijasah asli ke petugas. Selesai. Selanjutnya kita tunggu 3 hari kerja untuk bisa mengambil fotocopy ijasah yang sudah dilegalisir.

Simple ya. Sebagian besar mahasiswa Binus pasti juga sudah tahu. Tapi sebagai mahasiswa Binus Online Learning, ini pengalaman baru bagiku. Apalagi waktu itu, ijasahku minta diambilkan teman. Aku makin asing dengan keberadaan LIM ini dan tentu saja sedikit cupu saat ambil nomor antrian. Hihihi.

2 comments:

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top