0

Gn. Gede The Series - Persiapan

<< Cerita sebelumnya

25 Desember 2016
Pukul 11.30 WIB aku berangkat menuju rumah Anggun. Disana Anggun sudah mempersiapkan semuanya, termasuk sleeping bag untukku. 

Sekitar pukul 12.00 WIB aku dan Anggun dengan mengendarai motor, berangkat menuju Cempaka Putih, rumah sepupu Anggun. Sesampainya disana, tak terlihat seorang pun. Tak nampak pula perlengkapan naik gunung. Kemanakah orang-orang? Bukannya kumpul jam 13.00 ?

Tak lama kemudian, datang Bule dan Amel, kakak beradik yang menjadi sepupunya Anggun. Mereka pulang dari mencari sandal gunung untuk Amel. 

Setelah berkenalan dengan kakak beradik itu, Amel menyiapkan tas dan peralatan yang akan dibawanya. Sementara itu, Bule justru pergi dengan Anggun. Aku ditinggal di kamar Amel bersama Amel yang bingung memilih baju yang akan dikenakannya.

Selama Anggun dan Bule pergi, satu orang dari rombongan yang ikut naik gunung telah tiba di rumah Bule. Namanya Banjar. Dilihat dari cara dia bicara dan bersikap, nampaknya dia sudah akrab sekali dengan keluarga ini. 

Sekitar pukul 15.00 WIB, Anggun dan Bule kembali ke rumah. Syukurlah. Aku cukup canggung di rumah ini tanpa Anggun. Selanjutnya kami dipersilahkan untuk makan oleh tuan rumah.

Pukul 16.00 WIB anggota yang datang sudah hampir lengkap. Aku dan Anggun diperkenalkan dengan mereka semua; Widi, Rusdi, Hadi ..... ~ Ah aku belum bisa mengingat mereka semua.

Aku dan Anggun pamit pergi untuk membeli jajan. Yang menjadi target kami choki choki dan coklat Ayam Jago. Kedua makanan ini bisa menambah tenaga saat kelelahan naik gunung. Tapi, setelah masuk ke beberapa mart, kami tak bisa menemukannya. 

Beralih lah kami ke pasar dan kami berhasil menemukan dua kotak choki choki, namun tetap gagal mencari coklat Ayam Jago. Ditambah dengan jajanan lainnya, akhirnya kami pulang.

Sesampainya di rumah Bule, semua orang sibuk mengurusi bawaan mereka. Menyadari tasku yang besar, ringkih, dan tak ada isinya, aku pun disuruh ganti tas menjadi daypack yang lebih kecil. Oke, bukan masalah besar.

Maghrib segala persiapan sudah selesai. Setelah sholat, kami langsung menuju armada yang akan kami gunakan menuju Cibodas, letak Gunung Gede berada.

Kau tahu armada apa yang akan kami gunakan? 
Sepeda motor. 

Kami all member berjumlah 10 orang akan menggunakan 6 motor, dimana 1 motor di depan bertugas sebagai leader dan 1 motor paling belakang berperan sebagai sweeper.

Sekitar pukul 19.00 WIB berangkatlah kami beriring-iringan. Sesekali kami berhenti untuk menunggu satu sama lain atau mengencangkan tali yang mulai kendor mengikat tas di motor.

Perjalanan dari Cempaka Putih menuju Cibodas kurang lebih memakan waktu 4 jam. Kami sampai pukul 23.30 WIB dan langsung merapat ke sebuah warung yang mereka sebut Teteh. Setahuku Warung Teteh ini sudah menjadi basecamp sejak pertama kali mereka naik Gunung Gede.

Kami para cewek selanjutnya dibimbing untuk turun tangga, menuju kamar dengan ukuran kecil dengan kondisi gelap dan lembab. Malam ini kami istirahat disini.

26 Desember 2016
Pagi-pagi aku terbangun. Ku lihat Anggun disebelahku. Sebelahnya ada Amel, Bule, dan dua orang yang lainnya. Ya ampuuunn... ternyata semalam kami sudah seperti ikan pindang yang berjejer rapi. Tas dan helm yang semalam kami tinggalkan di motor pun sudah tertumpuk rapi di pojokan kamar. Rupanya para pria-pria itu bekerja keras semalam untuk memindahkan perlengkapan pendakian.

Satu per satu kami keluar dari kamar. Cuci muka, gosok gigi, dan segala aktivitas pagi. Tas-tas kami keluarkan dari kamar. Setelah semua siap, kami sarapan terlebih dahulu.

Perjalanan akan segera dimulai. Berhubung pendakian kali ini kami memilih jalur via Gunung Putri, maka kami harus menyewa satu angkutan untuk mengangkut kami semua menuju basecamp.
Full team sebelum berangkat menuju Gn. Putri
Setelah berpamitan dengan Teteh, kami pun memulai perjalanan ini
Wefie di angkot

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top