0

Gn. Gede The Series - Bermalam I


Tujuh dari sepuluh orang sudah di Surya Kencana. Setelah leyeh-leyeh, selonjoran, dan foto-foto sampai puas, tiga orang yang dibelakang pun belum nampak juga.
7 orang di SurKen
Karena hari yang semakin sore, akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kembali meninggalkan tiga orang dibelakang. Di Surya Kencana, dari tempat pertama kami temui hingga tempat mendirikan dibutuhkan perjalanan sekitar 45 menit. 

Udaranya sangat dingin, angin cukup kencang, dan kabut tebal. Untuk menghangatkan badan kami saling bergandeng tangan (khusus cewek-cewek). Sesekali kami bercanda agar perjalanan terasa lebih cepat dan menyenangkan. Tak lupa juga untuk berfoto sebagai kenang-kenangan.
Foto-foto
Sekitar pukul 17.00 WIB kami sudah tiba di tempat yang pas untuk mendirikan tenda. Para pria bergegas membuka carrier yang mereka bawa dari bawah. Selain itu ada yang mengambil air untuk dimasak. Para wanita cukup diam saja memperhatikan.

Satu tenda selesai berdiri, cewek-cewek sudah langsung masuk ke dalam. Berganti pakaian dan menghangatkan diri di dalam tenda. 

Hari semakin gelap. Di luar terdengar rintikan hujan. Kami, tiga srikandi, anteng di dalam tenda tidak tahu menahu keadaan di luar sana. Bahkan kami sempat terlelap.

Tetiba ada panggilan dari luar. Wedang jahe hangat telah tersedia untuk kami. Rupanya pria-pria itu sedang sibuk memasak di luar sana. Tiga orang yang tertinggal di belakang tadi pun sudah hadir dan tenda pun telah selesai didirikan. 

Bihun dan orek telur sudah selesai dimasak. Kami di tiga tenda yang terpisah menikmati makan malam kami. Terasa nikmat sekali.

Selanjutnya apa? Tidurkah?

Beberapa kali Banjar teriak dari luar, "Kak sini, kita ngobrol-ngobrol. Main kartu juga ada." Tetapi, Aku dan Anggun tetap stay di tenda. Kondisi cuaca yang hujan membuat kami betah berlama-lama di dalam tenda.

Berlindung di dalam tenda
Akan tetapi berbeda dengan Amel. "Yah, masak udah sampai sini, cuma gini aja." Amel keluar dari tenda dan menuju tenda Bang Irul yang sibuk menyiapkan makan malam. Bihun yang tadi hanya sebagai pengganjal perut saja, katanya.
Amel memasak
Malam ini kami akan memasak nasi, sayur lodeh, orek tempe, ikan asin, dan tahu bakso. Super lengkap ya, sehat pula. Baru kali ini aku ikut rombongan yang menghindari makanan instan.

Aku dan Anggun di dalam tenda membantu memotong-motong sayur dan tempe. Sementara itu pria-pria itu sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
memasak
Meski sudah kenyang makan bihun tadi, kami tak boleh menyia-nyiakan makanan yang sudah dibuat. Kami harus tetap makan untuk menjaga kesehatan kami. Lagipula makan malam rame-rame seperti ini rasanya begitu nikmat.
makan malam
Perut kami terasa begitu penuh. Setelah kenyang kami pun bergegas tidur. Rencananya, jika tidak hujan kami akan melihat sunrise di Surya Kencana. Kalau hujan? Lanjut tidur sajalah :D

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top