0

Tentang Kesedihan

Sedih ya rasanya ketika kamu berada di lingkungan yang orang-orangnya sudah menikah sementara kamu adalah satu dari sedikit dari orang-orang belum menikah, entah itu karena belum dilamar pacar atau memang belum punya pasangan. Rasanya kesal ketika ditanya "kapan nikah?"atau celetukan "kamu kapan? Keburu diselip si X nih."
Tetapi kemudian aku menyadari bahwa kesedihan itu bukan hanya milik mereka yang ditanya 'kapan nikah'. Mereka yang sudah menikah pun pasti ada masalah yang membuat mereka bersedih, satu diantaranya adalah kehadiran si buah hati yang tak kunjung datang.

Bisakah kamu memposisikan diri menjadi seorang istri yang sudah 10 tahun menikah namun belum dikarunia anak. Dan setelah melakukan tes HSG ternyata hasilnya menunjukkan satu dari dua saluran sel telur (tuba fallopi) mengalami penyumbatan. Kondisi tersebut tentu akan membuatmu down. Entah bagaimana rasanya ditengah keadaanmu seperti itu, temanmu sedang bahagia-bahagianya menanti kelahiran anak pertama di tahun pertama pernikahan mereka. Temanmu yang lain tengah senangnya menceritakan tumbuh kembang anaknya yang baru saja mengenal dunia sekolah. Sementara itu, ada temanmu yang dikejutkan akan kehamilan anak kedua padahal tidak direncanakan sama sekali. Di tengah kebahagiaan teman-temanmu, kamu merasakan kesedihan yang mendalam. Mencoba bahagia namun kenyataan pahit di depan mata.

Bolehlah kita merasa sedih dengan keadaan yang kita alami saat ini. Tapi jangan pernah bersikap seakan-akan kita satu-satunya orang merasakan kesedihan tersebut, posting sana sini di media sosial, cerita ke semua orang akan kesedihan kita. Buat apa? Kita tidak tahu, di balik kesedihan kita, mungkin ada kesedihan lain yang mungkin lebih menyedihkan.
Ingatlah, semuanya terjadi karena takdir Ilahi. Qada dan qadar. Kita cukup percaya, segala kesedihan dan setiap kejadian yang kita alami sudah ada yang mengatur. Kita cukup menunggu bagaimana skenario terindah dari Alloh bekerja untuk kita. Menangislah dihadapanNya dan tersenyumlah di hadapan setiap umatNya.

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top