Korban Sinetron

Memasuki tahun ke-3 aku bekerja, baru kali ini aku melakukan perjalanan dinas ke luar kota. Jika dilihat dari jabatan yang aku pegang, aku memang tidak ada kepentingan untuk melakukan perjalanan dinas. Namun, berhubung aku masih masuk di Dept. Marketing, maka tak ada salahnya jika sekali-sekali aku mengajukan SPD (Surat Perjalanan Dinas). Kali ini aku dapat jatah ke Pontianak untuk menghadiri acara Partshop Gathering. Dan untuk tujuan itu, aku pun ijin ke ibu kos untuk meninggalkan rumah selama 3 hari.

(I: Ibu kos ; A: Aku)

I : "Mia ke Kalimantan kapan?"
A: "Besok pagi Bu. Berangkat jam 04.30"
I: "Sendiri atau ada temen?"
A: "Berdua sama temen Bu. Nanti ketemuan di Bandara."
I: "Cewek? Cowok?"
A: "Cowok."
I: "Pulang pulang jadi pacarnya ya ntar? Hehe"
A: -_____-" (korban sinetron nih si Ibu) Enggak Bu, orang udah nikah kok dia. Saya juga dateng ke nikahannya pas di Solo."
I: "Owh kirain hehehe"
0

Dia yang Bersinar

Dia adalah kakak kelasku saat SMA. Dia tipe orang yang biasa saja. Sederhana. Tapi, di mataku, dia nampak bersinar. Mungkin karena dia mengikuti banyak organisasi. OSIS, pramuka, rohis, PMR. Seingatku, dia aktif di organisasi itu, meski bukan sebagai ketua. 

Aku mengaguminya. Hatiku bersorak riang ketika dia naik angkot yang sama dengan angkot yang aku naiki, baik saat berangkat maupun pulang sekolah. Atau saat dia duduk di depan masjid yang kebetulan letaknya di depan kelasku, aku sungguh senang. Meski demikian, aku tak pernah berani berbicara padanya. Jangankan bicara, menatapnya pun aku sungguh tak sanggup.
0

Mr. Right in the Right Time

Namaku Mia. Umurku 24 tahun. Sepanjang usiaku aku belum pernah terikat dalam hubungan bernama "pacaran". Aku tak suka jika ada orang yang bilang aku jones alias jomblo ngenes. Menurutku, menjadi jomblo/single adalah cara Alloh menyayangiku. 

Sebenarnya aku bukan orang yang anti pacaran. Hanya saja, aku tak mudah jatuh cinta. I just need one for forever. Dan untuk mendapatkan someone yang tepat, aku tak mau jatuh hati ke sembarang orang. Ketika ada seorang pria yang mencoba mendekatiku, dan aku merasa nggak sreg, maka aku lebih memilih menghindar. Daripada aku harus memberikan harapan ke orang itu dan ujung-ujungnya aku harus menolaknya, lebih baik akan menghindarinya sedari awal. Balas sms secukupnya, menolak apapun yang ditawarkan, dsb. Kebiasaan seperti itu membuatku tak populer di kalangan pria. Aku tak masalah dengan hal itu. 

2

Perempuan Pemberani

Dulu waktu SMA, aku punya teman bernama Ika. Kami bertetangga desa. Aku di Desa Kebonsari, dia di Desa Banjarsari. Desa kami bersebelahan. 

Ika tidak tinggal bersama kedua orang tuanya. Ia lebih memilih tinggal bersama Budhenya, sementara orang tuanya kerja di Serang, Banten. Meski demikian, Ika sering mengunjungi orang tuanya ke Serang.

"Kamu kalau ke / dari Serang naik apa?" tanyaku di suatu hari.
"Kadang naik kereta, kadang naik bus." jawab Ika.
"Sama siapa?" tanyaku lagi.
"Sendiri."

0

Kehilangan Ide

Sejak tak bergelut lagi dengan skripsi dan sudah dinyatakan lulus saat wisuda 26 Juli silam, rasanya aku mati gaya, bingung bagaimana mengisi waktu luang. Rasanya begitu hampa. Tak nyaman. Pikiranku kosong. Tumpul.

Biasanya malam-malamku diisi dengan mengarang indah isi skripsiku, kini aku tak punya motivasi untuk melakukan apapun. 

Belajar masak >> Duh, nggak enak dapur orang!
Belajar dandan >>  Duh, nggak suka dandan! Ribet! Lagian, nggak harus kan dandan setiap saat?
Ngeblog >> Banyak ide, tapi nggak bisa keluar jadi tulisan yang oke
Nonton dorama/film >> Terbatas quota
Stalking Instagram/vlog >> Selain memakan quota yang banyak, aku juga ga terlalu suka ngepoin orang di IG dan vlog.
Main Hayday >> Bosen


0

[Review] Ihou Keisatsu - Dias Police

Pernah nggak sih nonton film / drama hanya karena aktor atau aktris yang kita idolakan berperan di film tersebut? Dan ujung-ujungnya nyesel karena ceritanya tidak sesuai yang kita harapkan.

Aku pernah. Adalah Shota Matsuda yang membuatku menonton aktingnya di dorama yang berjudul Dias Police. Sebenarnya dari genrenya, sudah ketahuan dorama ini bakal seperti apa. Action, Drama, Life, Manga, Thriller. Sudah terbayang bukan? Pasti tidak ada adegan romantis yang dapat dilihat. Tapi aku tetap menonton episode per episode demi melihat Shota Matsuda.
cover
Berikut sinopsis dorama yang diambil dari Filmku.net:
Powered by Blogger.
Back to Top