0

Pasrah

Tahun ini Alloh benar-benar memberikan nikmat yang begitu banyak. Aku lulus S1 dan kedua orang tuaku naik haji. Bahagia dan bersyukur pastinya, tapi di satu sisi ada yang mengganjal di hati kecilku yang paling dalam.

Pertama, orang tuaku tidak akan datang di hari wisudaku tanggal 26 Juli 2016 karena bertepatan dengan jadwal manasik. Keluarga yang datang adalah Paklek ku yang kebetulan ada kerjaan di Jakarta. Awalnya ada rasa sedih, tapi pada akhirnya memang harus ada yang dikalahkan. 

Kedua, aku ingin dan selalu berdoa agar setelah lebaran aku mendapatkan pekerjaan baru, khususnya di daerah Yogyakarta. Dari sekian lamaran online yang aku kirimkan, baru satu panggilan wawancara yang aku terima. Itupun bertepatan dengan hari wisudaku. 

Aku sungguh ingin bekerja di Yogyakarta, tapi membayangkan prosesnya, aku jadi pusing sendiri. Minggu ketiga Agustus aku pulang untuk mengantar keberangkatan kedua orang tuaku. Minggu pertama Oktober aku pulang lagi untuk menyambut kedatangan orang tuaku. Jika di antara tanggal itu ada panggilan kerja, akankah aku datang? Tentunya capek badan, capek uang. Selain itu, yang lebih penting adalah pengajuan cuti. Memikirkan hal ini membuatku pusing. Tapi, segala sesuatunya pasti butuh perjuangan bukan? Ah, biarlah Alloh yang mengatur semuanya. Pilihan Alloh adalah yang terbaik. Aku hanya berharap semoga sebelum tahun berganti, aku sudah mendapatkan pekerjaan baru.

Kenapa sih seakan-akan pengen banget pindah kerja? Dan kenapa harus Yogyakarta?
Bukan semata-mata karena sudah lulus S1 aku ingin pindah kerja dan mencari penghasilan lebih banyak. I feel useless right now. Kedua boss ku, yang benar-benar mengerti hasil kerjaku, kini sudah resign. Dan boss yang menggantikan, muncul dengan segala kebijakannya yang baru. Sekarang ini, ada atau tidaknya aku, tak akan berpengaruh. Ibaratnya, tak ada aku pun tak masalah. Setiap hari datang ke kantor hanya berpikir 'hari ini ngapain ya biar seru?'

Enak dong, gabut alias gaji buta?
Entah apa yang ada di benak orang yang berpikiran kalau gaji buta itu enak. Menurutku, tidak enak sama sekali. Di tengah-tengah orang yang bekerja keras, kamu hanya ongkang-ongkang kaki. Dan yang paling penting, lama kelamaan otak bisa jongkok karena tak digunakan untuk berpikir. 

Ya mungkin memang salahku. Harusnya aku mendekati boss dan menawarkan diri untuk diberi kerjaan. Tapi mohon maaf sekali, aku kurang respect dengan boss sekarang. Jadi aku lebih memilih bertahan dan berharap pekerjaan baru segera datang memanggilku. 

Kenapa harus di Jogja?
Umurku sudah tak lagi muda. Aku ingin mencari pekerjaan di tempat yang aku ingin menghabiskan masa tuaku disana. Aku ingin tinggal di Jogja. Kenapa? Karena dekat dengan saudara dan keluargaku. Orang tuaku di Purworejo. Kakakku di Bantul. Paklekku di Kulonprogo. Bulekku di Yogyakarta. Itulah kenapa aku ingin tinggal dan bekerja di salah satu kota di Yogyakarta. 

Tapi kan kamu belum menikah, siapa tahu dapat jodoh orang Jakarta, Bandung, Semarang atau mana, dan pada akhirnya tidak tinggal di Jogja?
Itulah kenapa saat ini aku tidak ingin punya hubungan dengan seorang pria. Kalau mencari disini, ujung-ujungnya aku akan tinggal disini juga. Dan mungkin, untuk urusan seperti ini, aku perlu bantuan kedua orang tuaku. Entah kenapa aku berpikiran bahwa menerima lebih mudah daripada harus memilih.

Berbicara soal jenis pekerjaan, sebenarnya aku ingin menjadi PNS. Kenapa sih harus PNS? Jawabannya sederhana. Karena; bapakku PNS. Ibukku PNS. Kakakku PNS. Kakak iparku PNS. Mertua kakakku PNS. So, I wanna be PNS. Hahaha. As simple as that. Sayangnya tahun 2016 ini belum ada bukaan PNS, jadi aku berharap aku bisa mendapat pekerjaan yang sesuai dengan apa yang aku pelajari saat kuliah.

Dan dengan kondisi saat ini, aku hanya bisa pasrah. Cukup berdoa dan berusaha, biar Alloh yang memberikan jalan.

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top