2

Tak Tahu

Hitam. Gelap. Kosong. Sunyi. Itulah aku saat ini. Sisi burukku tengah menguasai diriku. Aura negatif tersebar di seluruh tubuhku. 

Aku merasa menjadi orang yang tak berguna, tak penting.
"Tak penting? Tak ingatkah kau pada ibumu yang tak pernah berhenti mendoakanmu?" sisi baikku berkata.


Entahlah. Tapi aku benar-benar kosong saat ini. Tak ada yang benar-benar memedulikanku. Tak ada yang perhatian padaku. Tak ada yang tahu siapa aku yang sebenarnya.
"Bagaimana orang lain akan tahu siapa kamu, jika kamu sendiri tak menunjukkannya pada mereka? Orang tak akan peduli pada kamu jika kamu hanya berdiam diri. Kejar mereka!"

Aku tahu. Tapi apalah diri ini. Aku selalu bertanya, mengapa aku dilahirkan seperti ini? Mengapa aku tak bisa seperti orang-orang yang dengan mudahnya mengutarakan apa yang ada di benaknya. Sementara aku? Apa yang ingin aku katakan selalu tertahan di pikiranku. Itu sebabnya, hanya Tuhan yang benar-benar mengerti aku. 
"Hush... ngomong apa kamu? Tuhan menciptakan seseorang dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tak ada yang sia-sia dari apa yang Dia ciptakan. Seharusnya kamu bersyukur, kamu adalah satu yang terpilih dari jutaan sperma yang saling berjuang menuju indung telur."

Kelebihan? Apa yang menjadi kelebihanku? Aku tak menemukan satupun. Aku tak bisa apa-apa. Aku hanya bawang kosong. Kau tahu apa itu bawang kosong? Pemain yang tak dianggap, yang keberadaannya tak dipedulikan orang lain.
"Berhenti berpikiran seperti itu! Mau sampai kapan kamu akan menganggap dirimu tak penting? Lihat, bagaimana orang lain akan mengakuimu jika kamu sendiri tak mengakui keberadaanmu. Coba gali dirimu lebih dalam!"

Dari lubuk hatiku yang terdalam, aku merasa lelah. Aku ingin berubah. Aku ingin memulai kehidupan baru, meninggalkan yang lama.
"Meninggalkan yang lama? Apa itu artinya kau ingin melarikan diri? Yang harus kau ubah adalah dirimu, bukan kehidupanmu. Memasuki kehidupan baru dengan diri yang lama maka akan membawamu ke kehidupan yang lama. Ayolah, kamu pasti bisa!"

Darimanakah aku harus memulainya? Aku tak tahu.

2 comments:

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top