Sinetron "Anak Jalanan"

Hallo Emak-Emak yang ada di jagad raya seluruh Indonesia... 

Di rumah pada punya TV kan ya? Acara apa yang paling digemari? Ada yang suka nonton sinetron? 

Sebenarnya aku bukan pecinta TV apalagi pecinta sinetron. Tapi berhubung di 'rumah', Ibu kosan selalu rajin nonton TV dan kegemarannya adalah sinetron, maka aku, mau tak mau mengikutinya. Salah satu sinetron kesukaan Ibu ini adalah "Anak Jalanan".
Mungkin Emak-Emak yang ada disana sebagian sudah tahu tentang sinetron ini. Si Boy yang ganteng lah, motor yang oke punya lah, dan berbagai opini lainnya. Sebagian yang lain mungkin sudah pernah baca meme mengenai sinetron ini. 

Menurutku pribadi, sinetron ini memang tak layak tonton. Apalagi bagi para remaja. Sinetron ini mengajarkan bagaimana cara menghadapi masalah dengan berkelahi. Dikit-dikit berantem. Jotos-jotosan. Tidak terima dengan perlakuan orang lain, hajar. Persaingan antar-geng. Tak lupa juga, agar cerita lebih seru, ditambahkanlah cerita cinta. Andriana, cewek yang sudah berumah tangga mengejar si Boy, seorang anak SMA. Adapula acara perjodohan bagi anak yang masih berstatus pelajar.

Lucunya, untuk menutupi ke-tidak-layak-an sinetron ini, ceritanya dibuat seakan-akan sinetron ini memberikan nilai moral bagi penontonnya. Karakter si Boy dibuat menjadi sosok yang alim, taat beribadah, selalu berdoa, dan selalu menolak ajakan berantem dari musuhnya. Genk motornya pun diceritakan selalu memberikan santunan bagi orang-orang di pinggir jalanan. 

Duh gemes nontonnya. Di satu sisi menonjolkan kekerasan, namun di sisi lain mencoba menutupinya dengan kebaikan. Entahlah, ujung cerita ini bakal seperti apa. Tapi aku yakin, sinetron ini tak kan selesai sebelum ratingnya turun. Hmm.. beginilah sinetron Indonesia.

1 comment:

  1. Untungnya ga suka nonton sinetron itu... emang ga layak banget... udah gt aja...

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top