[Review] Enoshima Prism

Salah satu tema yang diangkat di film/drama Jepang adalah tentang time traveler / perjalanan waktu / dunia parallel.

Sudah menonton film Doraemon "Stand By Me"? Dalam film tersebut diceritakan Nobita dan Doraemon melakukan perjalanan ke masa depan untuk melihat apakah pada akhirnya Nobita menikah dengan Shizuka.

Kali ini aku tidak akan menceritakan kisah Doraemon dengan mesin waktunya, melainkan sebuah film yang juga bertemakan time traveling yang lebih kompleks dan sedikit membingungkan.

Film ini berjudul Enoshima Prism. Diperankan oleh Sota Fukushi sebagai Shuta, Tsubasa Honda sebagai Michiru, dan Nomura Shuhei sebagai Saku.



Mereka bertiga adalah sahabat sedari kecil. Persahabatan mereka terus lanjut hingga SMA. Suatu hari, Michiru menitipkan surat untuk Saku pada Shuta. Shuta pun memberikan surat itu. Rupanya surat itu adalah surat perpisahan Michiru karena dia akan melanjutkan sekolah ke Inggris. Saku yang membaca surat tersebut lantas lari mengejar Michiru ke stasiun. Namun, sebelum sampai stasiun, Saku meninggal dunia.

Dua tahun berlalu setelah kematian Saku. Masih belum ada kabar dari Michiru. Shuta mengunjungi rumah Saku untuk peringatan kematian Saku. Ia merasa bertanggungjawab atas kematian Saku. Andai saja dulu dia tak menyerahkan titipan surat dari Michiru, mungkin Saku masih hidup.

Di rumah Saku, Shuta bertemu dengan ibu Saku. Ibu Saku merasa senang teman Saku tidak melupakannya meski anaknya sudah meninggal. Ia pun memperbolehkan Shuta melihat-lihat kamar Saku dan mengambil barang apapun. Shuta tertarik dengan satu buku tentang time traveler. Di dalam buku tersebut terdapat sebuah jam yang mampu membawa penggunanya ke waktu yang mereka inginkan. Shuta pun penasaran. Ia ingin kembali 2 tahun ke belakang untuk menyelamatkan Saku. Ia mungkin bisa mengubah takdir hidup Saku.

Dan benar saja, Shuta kembali ke satu hari sebelum Saku meninggal. Ia berusaha berbagai cara agar Saku tetap hidup. Dalam perjalanan waktu tersebut, Shuta bertemu dengan Kyoko, sang tahanan waktu atau time prisoner. Dia memperingatkan Shuta agar kembali ke masa yang saat ini dimana Saku sudah meninggal, karena apa yang dilakukan Shuta sekarang dapat mengubah masa depan. Lebih parah lagi, Shuta akan kehilangan memorinya dan semua orang yang punya memori dengannya, tak kan lagi mengenalnya. Namun, Shuta tetap bersikukuh. Ia terus berusaha agar Saku tetap hidup. Baginya, kehidupan Saku dan tawa Michiru lebih penting dibandingkan kenangan kebersamaan mereka dari kecil.

Shuta pun berhasil dan pada akhirnya, Saku tetap hidup, namun ia dan Michiru tak lagi mengenal Shuta.
***

1 comment:

  1. reviewnya aja dh keren gmn aslinya ,,,, hihihihihi

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top