It's Me

Actually I don't like to show my full face in my social media account. It is so embarrassing, I think. But for this photo, I want to document it, cause I love this picture.



This photo just want to say that "It's Me." No make up, naturally. See how my teeth grow at will. But, I really like it. Thanks to God for everything He has given.
11

[Resensi] Bulan - Tere Liye


Judul : Bulan
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia
Tebal Buku : 400 halaman; 13.5 x 20 cm
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2015
Harga : Rp. 79.000 (http://tbodelisa.blogspot.com/)

Sinopsis Buku:
Namanya Seli, usianya 15 tahun, kelas sepuluh. Dia sama seperti remaja yang lain. Menyukai hal yang sama, mendengarkan lagu-lagu yang sama, pergi ke gerai fast food, menonton serial drama, film, dan hal-hal yang disukai remaja.

Tetapi ada sebuah rahasia kecil Seli yang tidak pernah diketahui siapa pun. Sesuatu yang dia simpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan dengan tangannya.

Namanya Seli. Dan tangannya bisa mengeluarkan petir.

***
4

[Cerpen] Aku Malu

"Ohh.. beginikah rasanya cinta dalam diam?" ceritaku pada Mira, sahabat dekatku.
"Kenapa sih kamu nggak nyatain langsung ke orangnya?" keluh Mira.
"Masak iya aku, cewek, nyatain perasaanku pada cowok, gengsi lah."
"Bukannya kamu sering bercerita tentang sosok Kotoko di drama Jepang kesukaanmu itu? Begitu terinspirasi dengan langkah nekatnya menyatakan cinta pada pria pujaan hatinya. Kenapa kamu tak mengikuti jejaknya?"
"Ahh... Kotoko, beruntung sekali kau mendapatkan Irie-kun." Mataku berbinar-binar.
"Jadi kapan kau mau menyatakan cinta padanya?"
"Aku? Entahlah. Sepertinya aku lebih suka mencintainya diam-diam."
"Yah!" kesal Mira.

***
0

Quote of The Day : Sok Tahu

Terkadang masalah itu muncul dari orang-orang yang sok tahu. Tapi dengan adanya orang-orang yang sok tahu tersebut, ide-ide kreatif bermunculan.

Pernah nemu orang-orang yang sok tahu? Misal si A dan si B sedang membahas sesuatu. Secara tidak sengaja si C mendengar obrolan antara A dan B. Dan tanpa dimintai, si C langsung memberikan pendapatnya mengenai apa yang dibahas A dan B. Dia menjelaskan ini itu seakan dia paham benar apa yang dibahas A dan B. Dan karena "kejeniusan" si C ini, bahasan A dan B menjadi melebar dan beberapa kali harus menjelaskan kepada si C, apa yang sebenernya mereka inginkan. Tak jarang mereka beradu pendapat (yang sebenarnya) tidak penting dengan si C. Dan masalah baru muncul dari adu pendapat tersebut. Meski demikian, dengan adanya si C, A dan B akan mendapat ide baru dari bahasan dengan si C.

Nah, menurutmu, sosok seperti si C ini cukup mengganggu atau justru mengharapkan kedatangan si C?

Status Media Sosial

Kenapa kebanyakan media sosial memberikan kebebasan kita untuk memasang status? Facebook, Twitter, Path, Line, BBM, semuanya memberikan fasilitas bagi kita untuk mengungkapkan 'apa yang kita pikirkan' dengan sebutan status. Lantas mengapa media sosial  tersebut tak pernah sepi dengan para penggunanya meski sebenarnya punya fungsi yang sama?

Sebenarnya aku terkadang dibuat heran dengan orang yang membuat status yang sama, namun diposting di semua akun media sosial yang dimilikinya. Apa sebenarnya tujuan dia? Apa dia ingin semua orang tau apa yang tengah ia rasakan dan alami?

Apakah salah seseorang update status apapun tujuannya? Tidak! Aku pun melakukan hal yang sama.
0

Kenapa?

Kenapa kau sering melarikan diri?
Kenapa kau mudah menyerah di saat orang lain belum menyerah padamu?
Kenapa kau seperti ini?
Kenapa?

Kenapa harus kenapa?
Kenapa tak segera memperbaiki padahal kau tahu jawaban atas pertanyaan kenapamu?
Kenapa hanya diam?
Kenapa harus sembunyi dengan alasan yang dibuat-buat?
2

Pemain Drama Jepang

Yosh!
Kali ini aku ingin membahas para pemain drama Jepang khususnya di drama-drama yang pernah aku tonton. Mereka-mereka inilah yang menarik perhatianku hingga mampu membuatku menghabiskan kuota internet hanya untuk mendownload drama yang mereka perankan.

Inilah mereka...
1. Kanata Hongo

Lupakan Beban dengan Menulis! Apapun!

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKK”

Biarkan aku teriak sekeras-sekerasnya. Aku sudah tidak kuat menahan apa yang ada dibenakku, sesuatu yang sulit ku utarakan, bahkan saat menghadap Tuhan aku pun tak mampu mengungkapnya.
 
Menulis. Dengan itulah aku ingin meringankan beban di kepalaku. Bukan menulis status di jejaring sosial yang bejibun jumlahnya. Path, twitter, facebook, line, G+. Menulis status hanya akan menimbulkan prasangka tak jelas bagi para pembacanya. Dan aku tak menginginkan hal itu. Aku tak ingin mengkhawatirkan banyak orang hanya karena status tak jelasku. Lebih baik aku menulis blog yang hanya orang-orang tertentu yang akan membacanya. Menulis di blog pun lebih bebas dan lebih puas karena tidak dibatasi jumlah karakter.
Powered by Blogger.
Back to Top