3

Orang Resek

Pernah nggak sih  nemuin orang resek yang hobinya komentar terus? Misal nih kita pasang foto di media sosial, eh ada orang yang selalu memberikan komentar pada foto-foto yang kita upload. Resek nggak tuh? 

Mungkin kita juga termasuk orang yang resek. Ada foto atau berita heboh, kita sering komentar nggak jelas dan mungkin justru di luar topik yang dibahas. 

Nah, kali ini aku ingin membahas orang resek yang aku temui. Tapi resek dalam hal ini ku artikan sebagai orang yang sangat perhatian. 

Berawal dari foto cover Path ku;

Yang kemudian aku ganti menjadi;

Adalah Mr. Eka Subekti, teman kantorku, orang resek yang ku maksud. Suatu hari dia berkata:
"Zaii... kenapa lo kalau foto selalu di tempat kayak gitu sih. Kalau nggak di taman, yang ada pohonnya, atau di rumput. Kayak nggak punya duit aja lo. Sekali-kali foto di gedung bagus kenapa?"

Seketika gelak tawa terdengar. Mas Eka mengucapkannya pun tak hanya sekali, tapi beberapa kali. Dan aku pun baru ngeh 'oh iya ya, foto yang ku jadikan display picture (DP) di beberapa media sosial seperti Path, BBM, WA, Line, FB, twitter selalu bertemakan alam yang notabene ada pohon dan rumput.'

Dan untuk kesekian kali Mas Eka berkata hal serupa, akhirnya aku pun ganti foto di Path. Dan inilah komentar dia.

"Setidaknya 'keluar dari kotak'. Jangan taman... rumput... pohon..."

Ya..Ya.. Ya.. Setelah itu, aku selalu berpikir dua kali untuk memasang DP. Takut menuai kontroversi lagi :p

Dan yang sekarang ini lagi hangat-hangatnya di kantor, masih dengan orang yang sama, Mr. Subekti, tiba-tiba berkata, "Wariiiii~".
Sekali lagi, "Wariiiii~"

Nah lho apa maksudnya.

"Lu kenapa sih Mas Eka?" tanya Mbak Pudji, rekan kerjaku yang lain.
"Itu Zaitun, kalau manggil Iswari kan 'Wariiiii~'

Aku : "Ha? Ngikutin aku? Emang aku kalau manggil Mbak Iswari nadanya kayak gitu?"
Mas Eka : "Iya. Wariiiii~"

Aku diam. Berpikir. Mengingat-ingat bagaimana suaraku saat memanggil Mbak Iswari.
Mbak Iswariii.. pop up.
Mbak Iswariii.. sholat yuk.

Eh, kalau dipikir-pikir ada benarnya juga sih apa yang dikatakan Mas Eka. Aku punya nada tersendiri saat memanggil Mbak Iswari. Tapi tentu saja itu bukan karena kesengajaan. Bahkan kalau Mas Eka nggak ngomong aku juga nggak akan sadar. Hahaha. 

"Wariiiii~"

Rasanya geli kalau dengar kata itu (dengan nada dari Mas Eka tentunya). Bahkan sekarang Mbak Iswari sendiri ikut-ikutan. "Wariiiii~" 

Aku sungguh tak menyangka ada orang yang begitu perhatian seperti Mas Eka. Tapi perhatiannya Mas Eka bukan hanya padaku. Semua yang ia lihat, dengar, rasakan, dan itu unik, pasti dia perhatikan dan dia peragakan, bahkan hingga level kadiv. Apa yang kadiv sampaikan, ia serap, dan tak lupa ia implementasikan. 

Dia memang sosok yang cerdas, pekerja keras, dan humoris tentunya. Tanpa keberadaannya, suasana kantor seperti peyek tanpa udang.

***

Postingan ini hanya ingin menyampaikan bahwa dimana pun kamu berada, kamu akan menemukan sesuatu atau seseorang yang bisa membuatmu tertawa. Jangan pernah merasa kesepian karena akan ada orang yang peduli padamu ^^

3 comments:

  1. Hm, betul memang. Kalau kita mau buka hati, sebenarnya mereka-mereka yang awalnya kita anggap resek, malah sebenarnya perhatian sama kita :D

    ReplyDelete
  2. aku tidak peduli mbak dengan koment orang lain... bagus kok photonya hehe

    ReplyDelete
  3. Kayak aku dong. Aku paling suka ngoemntari orang yang bikin status. Rasanya asyik aja bisa ngecengin mereka. Tapi semua itu cuma guyonan aja.

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top