4

Yes, I Got The Ticket!

Dilihat dari judulnya, aku seakan tengah memegang tiket konser penyanyi internasional dan aku adalah orang yang terpilih dari jutaan orang yang mendapatkannya secara cuma-cuma. Ya, sudah pasti tebakanmu salah karena tiket yang ku maksud disini adalah tiket kereta tanggal 26 Juli 2014 untuk jurusan Pasar Senen – Kutoarjo. Apa yang istimewa dari tiket tersebut?

Kita semua tahu bahwa Idul Fitri tahun 2014 ini jatuh pada tanggal 28 Juli 2014 dan salah satu tradisi yang berkembang di masyarakat Indonesia kala lebaran tiba adalah mudik ke kampung halaman. Bagi aku yang seorang perantauan ini pun tak ingin melewatkan momen tersebut.
sumber : google
Meski belum pasti, aku memprediksikan hari terakhir kerja sebelum libur hari raya Idul Fitri adalah tanggal 25 Juli 2014. Itu artinya, aku harus pulang minimal di tanggal 25 dan maksimal di tanggal 27. Benar?

Aku yang tinggal di Purworejo bagian selatan ini sebenarnya bisa menggunakan 3 alternatif kendaraan:
  1. Bus. Akses untuk mendapatkan bus sebenarnya tidaklah susah. Saat ini aku tinggal di Bekasi, dekat dengan pool Sumber Alam yang di Pondok Ungu dan apabila ingin menggunakan bus lain, aku cukup ke terminal Pulogadung yang tak begitu jauh. Sesampainya di Purworejo pun aku bisa turun di tengah jalan dan keluargaku tak perlu jauh-jauh untuk menjemputku.
  2. Kereta api. Aku harus naik dari Stasiun Pasar Senen karena mengingat peraturan yang baru dimana di Stasiun Jatinegara dan Bekasi, kereta tidak berhenti. Di Purworejo, keluargaku harus menjemput di Stasiun Kutoarjo atau Stasiun Wates yang jaraknya cukup jauh. Mungkin sekitar 30-45 menit dengan menggunakan sepeda motor.
  3. Pesawat. Jarak Bekasi dengan bandara ku rasa cukup jauh dengan bandara tujuan adalah Yogyakarta. Dari sana aku bisa melanjutkan perjalanan ke Purworejo dengan naik kereta selama 1 jam atau bus selama 1,5 jam.
Dari ketiga alternatif tersebut tentu saja aku lebih memilih KERETA karena mengingat kali ini adalah libur lebaran, maka bisa dipastikan bus itu MACET dan pesawat itu MAHAL. Untuk itu, kendaraan yang paling pas di hati adalah kereta.

Akan tetapi, seperti yang sudah disiarkan di berita-berita seantero jagad raya bahwa untuk mendapatkan tiket kereta untuk musim lebaran susahnya minta ampun. Butuh perjuangan yang amat sangat keras. Pun demikian dengan aku.

Tiket dijual H-90 dan bisa dibeli secara online, tak perlu datang ke stasiun. Kelihatannya gampang ya. Tapi tak semudah apa yang terlihat.

Jadi, untuk mendapatkan tiket tanggal 25 Juli 204, aku harus memesan tiket pada tanggal 23 Mei. 

Oke, tanggal 23 Mei aku cukup membuka web yang menjual tiket kereta api secara online, melakukan pembayaran dan aku akan mendapatkan tiketnya. Namun, yang menjadi masalah adalah tak hanya aku yang ingin mendapatkan tiket tersebut. Ada ribuan, bahkan jutaan yang menginginkan tiket itu. Mungkin alasannya sama. Bus itu macet dan pesawat itu mahal.

Alhasil, ketika pukul 00.00 WIB tanggal 23 Mei, aku yang sudah membuka situs http://www.tiketkai.com/, https://tiket.kereta-api.co.id/, http://www.tiket.com/ di laptop dan membuka aplikasi PadiTrain di smartphone, situs-situs tersebut seakan tak bernyawa. Mereka tak dapat diakses. 

Sekalinya bisa diakses, ada-ada saja masalah yang muncul. Mulai dari tidak adanya jadwal kereta

hingga tiket tidak bisa dipesan


Situs-situs diatas bermasalah hingga waktu menunjukkan pukul 13.00 WIB. Setelahnya, situs kembali normal dan apa yang terjadi? Tiket sudah habis terjual.


Ku coba me-refresh web tersebut, namun tak ada perubahan. Hingga aku merasa lelah, dan akhirnya aku tertidur. Aku pun harus mengikhlaskan kegagalanku untuk mendapatkan tiket tanggal 25 Juli 2014.
***
Pagi harinya, aku berbagi pengalaman ‘begadang’ berburu tiket dengan teman-temanku. Aku cukup heran dengan temanku yang berhasil mendapatkan tiket. “Tunggu aja cancel-an dari orang lain, sekitar jam 03.00 – 04.00 an lah.” Begitulah pesan dari kawanku.

Malam hari aku pun kembali berjuang. Sudah ku bulatkan tekad untuk tidak tidur demi sebuah tiket kereta tanggal 26 Juli 2014. Aku pun menghubungi teman yang sekiranya bisa saling membantu mencarikan.

Aku kembali menyiapkan situs-situs diatas. Pukul 00.00 WIB tanggal 24 Mei, aku sudah menyiapkan segala perlengkapan. Namun, lagi dan lagi, kejadian kemarin malam kembali terulang. Ada-ada saja hal yang tidak diinginkan.
Proses yang terlalu lama

Server tidak merespon
Kali ini aku tidak menyerah. Ku coba menanti pukul 03.00 WIB, saat dimana tiket reservasi kebanyakan hangus karena tidak segera dibayar. Dan benar saja, ada banyak peluang disana. Saat me-refresh web, tombol Booking kembali muncul menandakan tiket dapat dipesan. 

Akan tetapi, (lagi-lagi) semuanya tak semudah yang dibayangkan. Ketika aku menekan Booking, kemudian mengisi data diri, dan saat akan lanjut ke proses berikutnya, tiba-tiba muncul Notifikasi “Kursi Penuh”.

Ku coba ulangi sekali lagi, sekali lagi, lagi, dan lagi, aku tetap tak berhasil. Aku kalah cepat dengan mereka yang memiliki tujuan yang sama denganku.

Hingga subuh aku tidak tidur. Dan yang ku lakukan hanya me-refresh web, mengisi data, gagal, refresh lagi, isi data lagi, gagal lagi. Aku benar-benar lelah hingga akhirnya sebuah pesan WhatsApp yang mengabarkan bahwa temanku telah berhasil mem-booking-kan aku tiket untuk tanggal 26 Juli 2014, setelah sebelumnya aku memberikan nomer KTP ke temanku.
It's my ticket
 “Yeah God, finally I got the ticket!”
Meski terkesan sederhana, namun mendapatkan tiket ini menjadi salah satu momen yang paling bahagia di tahun ini. Apalagi setelah merasakan perjalanan arus balik Purworejo - Jakarta menggunakan bus yang memakan waktu 27 jam, aku semakin bahagia dan bersyukur mendapatkan tiket tersebut.

 

4 comments:

  1. Besyukurlah dapat tiket duduk, gue kemarin mesen tiket PP sama-sama tanpa tempat duduk. :(
    tapi emang salah gue sih mesen 4 hari sebelum kepergian. kwkkw :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hlo? Dari mana hendak kemana emangnya kok dapet tiket tanpa tempat duduk?

      Delete
  2. aku bisa bayangin gimana senengnya dapet tiket setelah berkali-kali gagal :""""
    soalnya aku juga udah pernah bolak-balik gagal naik kereta gara-gara kehabisan tiket. sekalinya dapet tiket, senengnya udah kayak dapet buku segebok wkw
    kereta selain murah, cepet, fasilitasnya tambah ajib pula, udah kayak naik pesawat gitu hehe :))

    ReplyDelete
  3. iyyak.. itulah kenapa aku seneng, seseneng-senengnya dapet tiket itu..

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top