4

Pengalaman dan Pengetahuan

Akhir pekan yang tenang. Demikianlah yang aku rasakan. Sekarang aku sedang menikmati liburan akhir semester. Jika aku murni sebagai mahasiswa, mungkin sekarang aku sudah pulang kampung menikmati libur panjangku. Berhubung aku mahasiswa yang setiap harinya menjadi 'lakon' di dunia kerja, maka libur akhir semester sebatas terbebas dari tugas-tugas yang meminta tuk dikerjakan.

Orang bilang, kuliah ekstensi seperti yang ku lakukan saat ini hanyalah sebatas mencari ijazah S1. Apalagi jika memilih kuliah Online, maka semakin tercerminlah kalau semata-mata dia hanya mencari selembar kertas bernama IJAZAH.

Tapi itu kan kata orang, toh yang menjalani kita sendiri kan. Memang tak ku pungkiri kalau aku mengejar ijazah, tapi bukan berarti aku tidak niat kuliah. Aku selalu berusaha mengerjakan tugas tepat pada waktunya. Mengerjakannya pun tak asal, sebisa mengikuti materi yang diberikan dosen. Dan yang terakhir adalah menerapkan apa yang bisa diterapkan. Salah satunya adalah mata kuliah Knowledge Management.


Dari mata kuliah tersebut, aku tahu bahwa pengetahuan/knowledge dibagi menjadi 2, yaitu Tacit Knowledge dan Explicit Knowledge. 

Tacit Knowledge: knowledge yang sebagian besar berada di dalam sebuah organisasi. Tacit Knowledge adalah sesuatu yang diketahui dan dialami, namun sulit untuk diungkapkan secara jelas dan lengkap. Tipe knowledge ini juga bisa diartikan sebagai knowledge yang terletak di mind/otak atau melekat dalam diri seseorang yang diperolehnya melalui pengalaman, gagasan, ide, persepsi serta keahlian dalam pekerjaannya. 

Explicit Knowledge: knowledge yang sudah direkam dan didokumentasikan sehingga lebih mudah didistribusikan dan dikelola. Tipe knowledge ini juga bisa diartikan sebagai pengetahuan dan pengalaman tentang "bagaimana untuk", yang diuraikan secara lugas dan sistematis. Contoh konkritnya adalah buku petunjuk pengoperasian sebuah mesin atau penjelasan yang diberikan oleh instruktur dalam sebuah program pelatihan.

Pada intinya Tacit berarti pengalaman & pengetahuan yang ada dalam pikiran kita. Tentunya hanya kita yang tahu pengetahuan tersebut. Oleh karena itu, kita perlu mengubah Tacit menjadi Explicit agar pengalaman kita menjadi pengetahuan bagi orang lain. 

Bagaimana cara mengubah pengetahuan Tacit menjadi Explicit?
BLOG. Ya, salah satunya melalui blog. Bagaimana bisa?
Yaps, masing-masing dari kita tentu memiliki pengalaman masing-masing dan jika kita menuliskan pengalaman tersebut, maka pengalaman itu akan menjadi suatu pengetahuan baru bagi orang lain. Contoh mudahnya begini:
Ada seorang yang mempunyai hobi mendaki gunung. Dia sudah makan asam garam tentang daki mendaki gunung. Kemudian dia menulis di blognya tentang hal-hal yang berkaitan dengan pendakian gunung; perlengkapan apa yang harus dibawa, apa saja yang perlu disiapkan, barang-barang apa yang tak boleh ketinggalan.

Dengan membaca blognya kita jauh lebih mudah menyerap pengetahuan yang disampaikan si pendaki tersebut dibanding kita mendengarkan ceritanya secara langsung. Dan bisa saja pengalaman si pendaki tersebut selamanya hanya akan menjadi miliknya sendiri jika ia tak menuliskannya di blog. 

Paham semuanya?? hahaha..

Kesimpulannya, sekecil apapun pengalaman kita, jika itu memberikan manfaat bagi orang lain, yuklah dishare, dibagi-bagi ke orang lain agar pengalaman yang kita miliki bisa menjadi pengetahuan bagi orang lain :D

4 comments:

  1. Setuju banget Mak, sekcil apapun pengalaman sebenernya itu mengandung pengetahuan :D

    ReplyDelete
  2. Wahh super sekali mbak, Yess setuju :)

    Mbak , tengok postingan aku yg ini dong : http://catatandewisri.blogspot.com/2014/05/hidup-bahagia-dan-sejahtera-di-usia.html.
    Dan jika berkenan tinggalkan komentar ya mbak hehee makasih banyak :D

    ReplyDelete
  3. makasih yah zaitun sudah mau kasih komentar :))

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top