2

Manfaat Kalian untuk Perkembangan Diri

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas kuliah Self Development Minggu ke-2

Manfaat Keluarga, Teman/Sahabat dan Jejaring Sosial untuk Perkembangan Diri

Manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Sejak kita lahir hingga sekarang ini kita tak pernah lepas dari bantuan keluarga, teman, sahabat, bahkan orang yang tidak kita kenal sekalipun. Keberadaan mereka di tengah kehidupan kita sedikit banyak mempengaruhi perkembangan diri kita.

Begitu pula yang terjadi pada diriku. Keluarga yang terdiri dari kedua orang tua, kakak, dan adik mempunyai peran yang  besar dalam perkembangan diriku. Kedua orang tuaku tidak otoriter. Mereka juga tidak memanjakanku dan mereka bukan tipe orang tua yang tidak peduli pada anak-anaknya. Orang tuaku selalu marah ketika aku masih menonton TV kala adzan magrib berkumandang. Bapakku akan mematikan TV sambil mengomel. Ditambah pintu dan jendela yang masih terbuka, kendaraan yang belum dimasukkan ke dalam rumah, maka menjadi ‘rame’ sore hari di rumah mungil kedua orang tuaku. Menurutku wajar jika Bapakku marah karena sudah saatnya adzan namun aku dan kedua saudaraku malah masih asyik nonton TV. Dari kebiasaan Bapakku yang  seperti itu, aku justru diajarkan untuk sholat tepat waktu. Demikian pula waktu subuh. Ibuku dengan setia me-missed call handphoneku agar aku terbangun dari tidurku dan bisa sholat subuh berjamaah. Aku pun terbiasa untuk sholat subuh tepat waktu, meski terkadang setelah sholat subuh aku tidur lagi.

Aku mempunyai seorang kakak perempuan. Usia kami berbeda 5 tahun dan aku sangat mengidolakannya. Dulu, saat aku masih kecil aku selalu ingin bisa seperti kakakku. Aku ingin masuk sekolah di sekolah yang sama dengan kakakku. Namun, seiring bertumbuhnya usiaku, aku merasakan perbedaan dengan kakakku. Kakakku kurang dalam hal akademik, namun dia bisa diandalkan di bidang olahraga. Sementara aku kebalikannya. 

Mengetahui perbedaan karakter antara aku dan kakakku, orang tuaku tak pernah membanding-bandingkan kami, membiarkan kami tumbuh dengan pribadi kami masing-masing. 

Orang tuaku tak pernah mengekangku. Mereka membiarkan ku kuliah di Jakarta, meski sebenarnya mereka berat melepasku.

Saat di Jakarta aku benar-benar merasakan keberadaan teman dan sahabat. Keberadaan mereka begitu mempengaruhi perkembangan diriku. Aku yang dulu pulang sekolah langsung pulang ke rumah, saat kuliah aku mengikuti teman-temanku untuk ikut berorganisasi, bergabung di UKM. Aku merasa menjadi pribadi yang lebih sosial karena bagaimanapun kehadiran mereka yang mampu membuatku bertahan tanpa orang tua. 

Akan tetapi, sebuah pertemanan/persahabatan akan membawa kita ke dalam pengaruh baik dan juga buruk. Jika hal-hal buruk mulai mempengaruhi, maka aku akan membentengi diri dengan mengingat kedua orang tuaku. Contoh sederhananya; ketika jalan-jalan sampai malam, waktu isya hampir tiba, dan tak ada satu pun berinisiatif untuk sholat maghrib terlebih dahulu, aku pasti selalu gelisah. Aku selalu ingat bagaimana kedua orang tuaku mendidik agar sholat tepat waktu dan jangan sampai meninggalkan sholat wajib. 

Tak bisa ku pungkiri teman/sahabat punya peran yang besar dalam pengembangan diri. Dan aku yakin masing-masing dari kita memiliki cara khusus untuk membentengi dari hal-hal berbau negatif yang dihasilkan dari sebuah pertemanan.

Di jaman sekarang ini, hubungan keluarga dan pertemanan bisa semakin dekat dengan adanya jejaring sosial. Melalui jejaring sosial, aku pun merasakan dampaknya dalam perkembangan diri. Aku mempunyai teman yang ku kenal karena hobi yang sama yaitu ngeblog. Kami belum pernah bertemu sebelumnya, namun kami senantiasa bersikap ramah satu sama lain. Saling menyapa meski hanya dalam dunia maya. Kebiasaan bersikap ramah di jejaring sosial sedikit banyak mempengaruhi tingkah lakuku di dunia nyata. 

Namun, jejaring sosial ternyata memiliki dampak negatif bagi perkembangan diriku. Misalnya saja aku justru terlalu asyik dengan dunia mayaku dibandingkan berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar. Dan hal yang bisa ku lakukan adalah belajar membagi waktu dengan tepat. Bagaimanapun jejaring sosial cukup penting karena kita dapat berbagi informasi, menjalin relasi bisnis, sosialisasi dan sebagainya. Namun, orang-orang di sekitar kita tak sepatutnya kita nomorduakan karena asyik dengan jejaring sosial, karena boleh jadi, kita justru membutuhkan orang-orang tersebut di banding orang virtual di dunia maya.

2 comments:

  1. Saya masih sangat kesulitan membagi waktu ketika sudah di depan netbook mbak :(

    ReplyDelete
  2. setuju~
    untungnya jam nya vey kencan sama kompi sudah teratur. ahaha

    jangan melupakan dunia nyata hanya karena asyik mainan sama dunia maya :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top