2

Day 9: Jika Kau Tidak Suka

jika kau tidak suka terhadap pekerjaan mu,
maka sukai lah suasana yang ada dalam pekerjaanmu..

jika kau tidak suka terhadap suasana yang ada dalam pekerjaan,
maka sukai lah ruangan atau kantor mu seperti interior, dinding kantor, aksesoris pendukung kantor dan poto-poto yang menghiasi dinding dan meja mu..

jika kamu masih tidak suka terhadap ruangan kerja mu,
maka sukailah orang - orang yang ada dalam lingkungan kerja mu yang selalu menyapamu dengan penuh kehangatan setiap masuk dan pulang kerja..

jika kamu kamu tidak suka terhadap orang - orang yang ada di lingkungan kerja mu,
maka sukailah setiap perjalanan berangkat dan pulang kerja mu, dimana setiap hari kamu selalu disuguhkan dengan pemandangan..

dan jika kamu tidak suka terhadap semua itu,
maka kamu hendaklah bergegas pergi dan lari mencari suasana pekerjaan yang menurutmu nyaman dan membuat mu bahagia..
###

*Berawal dari status salah satu teman facebook, aku menemukan kalimat-kalimat di atas. Namun setelah ku telusuri ulang, aku tak menemukannya. Aku pun googling dan menemukannya disini*

Saat itu aku masih berstatus mahasiswa dan hanya bisa meng-oh-kan kalimat-kalimat itu. Tapi, setelah masuk ke dunia kerja, kini aku meng-iya-kan kalimat-kalimat itu.

Dimana pun kita bekerja, rasanya pasti ada hal-hal yang membuat kita merasa 'lelah', 'jenuh', dan sering kali merasa 'tidak cocok', entah itu pekerjaannya, lingkungannya, rekan kerjanya, dan lain sebagainya. Tapi, itulah kerja. Jika kita mengharapkan imbalan berupa gaji tiap bulannya, maka kita harus bersiap untuk membanting tulang, memeras keringat, dan menghabiskan separuh (lebih) dari waktu kita untuk pekerjaan.

Dan jika diantara kita merasa tidak nyaman dengan pekerjaan kita masing-masing, maka kalimat-kalimat di atas setidaknya mampu membuat kita merasa sedikit lebih nyaman :)

Dan satu quote dari Tere Liye dalam novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu;
“Bagi manusia, hidup itu juga sebab-akibat, Ray. Bedanya, bagi manusia sebab-akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus yang keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu.... Saling mempengaruhi, saling berinteraksi.... Sungguh kalau kulukiskan peta itu maka ia bagai bola raksasa dengan benang jutaan warna yang saling melilit, saling menjalin, lingkar-melingkar. Indah. Sungguh indah. Sama sekali tidak rumit.”
Dimanapun kita berada, apapun yang sedang kita kerjakan, pastilah akan ada alasan yang menjelaskan mengapa kita berada dalam posisi saat ini. Pastilah ada kebaikan pada setiap yang kita kerjakan. Jika tidak membawa kebaikan untuk diri kita, maka kebaikan itu diperuntukkan untuk orang lain, untuk orang lainnya lagi, bahkan untuk orang yang tidak kita kenal sama sekali. Kita tak pernah tahu potongan-potongan kisah kehidupan kita yang menjadi bagian dari kisah orang lain.

2 comments:

  1. bener bgt...rutinitas kadang membosankan,....

    ReplyDelete
  2. benar sekali, merasa "kesentil" hehehe

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top