4

Memilih Kosan yang Baik dan Benar

"Tahun (ajaran) baru. Baju baru. Teman baru. Sekolah (juga) baru. Semuanya baru."

Mungkin demikianlah wujud kegembiraan bagi adik, kakak, saudara yang saat ini memulai kehidupan barunya di tahun ajaran yang baru. Adik-adik yang berseragam merah putih kini tengah mengenakan baju putih biru barunya. Adik-adik yang berseragam putih biru lusuh kini dengan senyum lebar memamerkan putih abu-abunya. Dan adik-adik yang sudah tiga tahun melewati masa putih abu-abu kini bangga akan almamater yang menunjukkan bahwa kini mereka bukan lagi siswa, melainkan mahasiswa.

Banyak warna-warni yang menghiasi tahun ajaran baru. Salah satunya kontroversi adanya MOS, OSPEK yang terkadang justru digunakan ajang balas dendam untuk melakukan bullying. 

OK. STOP. Aku tak akan membahas masalah MOS/OSPEK disini. Aku lebih suka membahas bagaimana cara memilih kosan yang baik dan benar. *nggak nyambung @.@

Tak bisa dipungkiri ketika kita memilih sekolah atau kampus yang berkualitas, maka kita harus menerima kenyataan kalau jarak antara rumah dengan sekolah/kampus tidak dekat. Apalagi yang rumahnya di pedesaan seperti saya, maka akan susah sekali untuk menjangkaunya. Mungkin keberadaan transportasi umum/kendaraan pribadi akan sangat membantu. Namun, jangan pernah mengesampingkan kondisi tubuh yang akan lelah jika setiap harinya harus menempuh jarak yang cukup jauh. Apalagi bagi kita yang menuntut ilmu di kota yang berbeda dengan kota tempat tinggal kita, bisa dibayangkan betapa lelahnya tubuh ini, bahkan tidak mungkin untuk ngelaju (pulang - pergi) jika perjalanan memakan beberapa jam. Itulah mengapa muncul istilah ngekos.

Ngekos. Apa itu ngekos? Ngekos berarti tidak tinggal di rumah sendiri, tinggal di kosan, menjadi anak kos, membayar uang kosan, dan sebagainya.

Istilah tersebut tentunya sangat tidak asing bagi anak perantauan. Seakan menjadi kebutuhan pokok (papan) maka kita tidak boleh sembarangan dalam memilih kosan. 

Dulu, di tahun 2010, untuk pertama kalinya aku ngekos, aku begitu asal dalam memilih kosan. Hal tersebut dikarenakan keadaan yang mendesak, yang mengharuskan aku harus segera ngekos. Beruntung kosan pertamaku tidak terlalu buruk untukku. 

Akan tetapi, setelah tiga tahun menjadi anak kosan, rasanya aku bisa menuliskan hal-hal apa saja yang bisa dijadikan pertimbangan dalam memilih kosan agar tidak salah pilih. Ce.kicot.

1. dekat dengan tempat yang menjadi alasan mengapa kamu ngekos.
Jika kamu pelajar, maka pastikan kosanmu dekat dengan sekolahmu. Jika kamu mahasiswa, makapastikan kosanmu dekat dengan kampusmu. Jika kamu karyawan, maka pastikan kosanmu dekat dengan tempat kerjamu.

Dekat berarti kamu tak perlu naik kendaraan umum untuk pergi ke sekolah/kampus/tempat kerja. Artinya kamu cukup jalan kaki menuju tempat-tempat tersebut. Mengapa demikian? Karena rasanya percuma jika kita sudah memutuskan untuk ngekos, namun jarak dengan sekolah/kampus/tempat kerja masih cukup jauh, apalagi harus mengeluarkan uang transportasi.

Akan tetapi, jika keadaan memaksa kita untuk harus naik kendaraan umum dari kosan, maka pastikan kendaraan umum itu beroperasi 24 jam, setidaknya ketika kita berangkat begitu pagi atau pulang larut malam, kita tidak kesulitan mencari kendaraan umum.

2. listrik dan air tidak terbatas
Terkait listrik dan air, tiap-tiap kosan memiliki aturan masing-masing. Ada yang uang listrik dan air sudah masuk dalam uang sewa perbulan. Ada pula yang terpisah.

Terkadang ada aturan jika membawa peralatan elektronik, maka harus membayar uang tambahan. Ada pula aturan jika membawa teman yang numpang mandi di kosan, maka harus membayar uang untuk air yang dikeluarkan. Ada berbagai macam aturan terkait listrik dan air. Oleh karena itu, sebelum ngekos, pastikan aturan mainnya.

3. bandingkan harga sewa dengan fasilitas yang didapat 
Pastikan fasilitas apa saja yang kita dapatkan dari kosan, apakah hanya sebuah kamar kosong atau kamar dilengkapi dengan lemari, kasur, kipas angin, dan sebagainya. Jika dirasa harga sewa sesuai dengan fasilitas yang didapat, maka tak perlu dipikir ulang. Jika kesulitan menentukan harga sewa yang pas, maka lakukan survey. Datangi kosan-kosan kosong dan tanyakan berapa harga sewa kosan. Dengan begitu maka kita bisa membangingkan harga sewa antarkosan.

4. dekat dengan masjid/mushola
 Poin ini merupakan salah pesan dari Bapakku sebelum aku ngekos. Alasannya yaitu orang yang tinggal di sekitar tempat ibadah, maka lingkungannya akan baik dan kita akan ikut baik pula. Namun, setelah terjun ke lapangan, alasan tersebut rasanya kurang tepat. Buktinya ketika adzan berkumandang, orang-orang yang tinggal di sekitar masjid malah duduk leha-leha, seakan tak mendapat panggilan untuk melakukan apapun.

Akan tetapi, meski alasan di atas kuran tepat, aku tetap setuju jika kosan dekat dengan tempat ibadah. Mengapa? Agar kita mendengar adzan. Bayangkan saja, kita yang biasanya mendengar suara adzan masih sibuk dengan urusan duniawi, bagaimana jika tidak mendengar suara adzan sama sekali? Itulah alasan mengapa cari kosan jangan jauh dari tempat ibadah. Selain itu, kita juga bisa kelimpahan pahala jika di masjid/mushola sedang tadarus-an, mengadakan pengajian, dan sebagainya.

5. pilih sesuai gender
Jika kamu pria, maka jangan memilih kosan putri. Jika kamu wanita, maka jangan memilih kosan laki-laki. Sudah jelas bukan?

Akan tetapi, ada kosan campuran, artinya kamu pria ataupun wanita bisa ngekos di kosan tersebut. Namun, lebih disarankan untuk memilih kosan sesuai jenis kelamin kita. Kalau pria ya di kosan laki-laki, kalau wanita ya di kosan putri. Hal ini dirasa lebih aman.

6. pilih sekamar seorang
Ada kosan yang menyediakan sekamar untuk seorang, berdua, bertiga, dan berbanyak orang. Lebih baik memilih yang sekamar seorang untuk menghindari konflik antar-penghuni kamar tersebut.

Itulah tips memilih kosan yang baik dan benar menurut penulis blog ini. Semoga bermanfaat ^^

4 comments:

  1. Nambahin satu lagi, kalo ada ibu/bapak kostnya. Cari yang orangnya baik dan gak resek.
    Pernah kejadian dulu diusir dari kostan sama ibu kost yang resek >_<

    ReplyDelete
  2. sipp... betul banget.. kalo bisa pilih ibu/bapak kos yang suka bagi2 makanan :D

    ReplyDelete
  3. kalo bisa pilih ibu bapak kos yang gak suka ikut campur urusan pribadi

    ReplyDelete
  4. salam kenal :) saya sih belum pernah kost tapi saya suka main ke kost teman kampus. menurut saya penting banget juga menilai teman kostnya hehehhe soalnya teman saya ada yg pindah2 tempat kost karena mencari teman yg cocok. misal, yg ga terlalu berisik, yg bersihan orangnya

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top