2

Anak'e Pak Yatiman

Berbicara mengenai dokter, aku tak punya kenangan tertentu untuk diceritakan. Mengapa? Karena dengan penuh rasa syukur saya ucapkan terima kasih kepada Alloh SWT yang telah memberikan kesehatan kepada saya. Aku jarang periksa ke dokter karena sakit yang ku derita mungkin hanya demam, batuk, pilek, dan teman-temannya. Namun, kata bapak ibuk, aku pernah menderita penyakit mata ikan yang mengharuskanku tuk menginap di rumah sakit. Kata bapak ibuk lagi, aku adalah anak yang menghiasi malam di rumah sakit dengan suara tangisan yang riang. Tapi itu dulu, saat aku masih balita. Mana aku ingat kalau saat itu aku menggemparkan rumah sakit dengan suaraku yang nyaring. Mana ingat pula aku siapa dokter yang menyembuhkanku.

Satu-satunya dokter yang paling ‘ngena’ sepanjang hidupku adalah dokter gigi. Mengapa demikian? Karena di tangannya lah gigi-gigiku sewaktu aku kecil dicabut dengan paksa. Tak hanya sekali dua kali. Namun, lebih dari tiga kali. Aku ada sedikit kelainan dengan pertumbuhan gigi-gigiku sewaktu kecil. Jika kebanyakan anak kecil, giginya tanggal menyisakan ompong berkepanjangan, menanti gigi barunya yang mungil, lain halnya dengan ku. Gigiku masih kuat. Namun, sesuatu berwarna putih muncul di balik gusiku. Gigi baru? Ya. Mau tak mau gigi kuatku harus dicabut. Menyakitkan sangat. Ketika jarum suntik harus masuk mulutmu menusuk gusimu yang rapuh. Apakah aku menangis? Tidak, hanya diam menahan air mata yang sedikit lagi akan tumpah. 
2

Menambahkan Like Box Facebook di Blog

Sistem Informasi Pendaftaran Online Calon Mahasiswa. Itulah separuh dari judul Tugas Akhir ku. Keren bukan? Ya. Waktuku mengerjakan hanya 2 bulan. Namun, bukan itu yang akan aku bahas.
Demi mempercantik aplikasi pendaftaran online yang aku buat, aku menambahkan Like Box facebook untuk fanpage universitas yang akan menggunakan aplikasi ini. Universitas? Bukan, tapi politeknik. Politeknik? Ah, tak perlulah aku berbasa-basi, sebut saja Politeknik Manufaktur Astra. Ya, aplikasi ini nantinya akan digunakan sebagai tempat para calon mahasiswa untuk mendaftar kuliah di Politeknik Manufaktur Astra.
Nah, yang akan aku bahas kali ini adalah bagaimana cara menambahkan Like Box Facebook. Caranya begitu mudah dan karena mudah itulah maka aku menambahkan Like Box Facebook untuk blog ku ini. Yuk, ikuti langkahku :D
3

Sahabatku, Kini dan Nanti



 "Sahabat itu adalah air, meskipun emas lebih berharga daripada air, tapi faktanya manusia lebih membutuhkan air melebihi emas"

Wahyu Hanif Al Qirom (mohon maaf jika terdapat kesalahan nama)
Orang bilang nama tersebut menggambarkan seorang pria yang (mungkin) berwajah tampan. Bagaimana menurutmu? Mungkin aku juga akan berpikir seperti itu, namun sebelum aku menyadari nama itu adalah nama seorang cowok, aku sudah keburu mengenalnya, melihat sosoknya yang saat itu memakai seragam Putih Biru, baju kebesaran anak SMP.

Waktu berjalan begitu cepat. Tak ku sangka sudah 5 tahun (lebih sedikit) aku berteman dengannya.  Masih ingat kala itu, saat bertemu dengannya pada MOS SMA N 7 Purworejo tahun 2007. Karena pembagian ruang kelas berdasarkan abjad, maka aku pun sekelas dengannya. Dia baik dan terlihat tak membeda-bedakan teman. Persahabatan ini pun terjalin hingga mos selesai. Entah apa yang membuat kami bisa akrab padahal waktu itu kami tak duduk sebangku. Hingga akhirnya, walaupun kami tak sekelas, aku justru lebih dekat dengannya.
8

It's me



Dalam seminggu terakhir aku punya julukan baru, yaitu ~lala~. Indah ya kedengarannya, hanya saja mengingat asal usul julukan tersebut, mungkin beberapa dari kalian akan sakit hati mendapatkan julukan baru tersebut.
Awalnya aku hanya sekedar curhat ke temanku, berkeluh kesah dengan sesuatu yang tumbuh di wajahku.
“Eh, kok semakin lama di wajahku semakin banyak andeng-andeng ya? Lihat deh. Dulu tuh cuma titik-titik hitam kecil, kok semakin lama semakin lebar ya? Haduh.” 
*andeng-andeng=tahi lalat
“Kayak bule, banyak andeng-andengnya.” Komentar singkat dari temanku.

Di kemudian hari, temanku memberikan julukan ~lala~ itu padaku.
“ternak lalat ya, Mbak? Kok banyak tahinya di muka. Hahaha.”

3

Komunitas Dunia Maya



  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedelapan.
Komunitas. Apa itu komunitas? Rasanya telinga kita sudah tak asing mendengar kata itu. Apa sesungguhnya komunitas itu? Apakah yang seharusnya dimiliki suatu komunitas untuk bisa dikatakan ideal?

Manusia adalah makhluk sosial yang berarti harus punya hubungan sosial dengan lingkungan dan orang lain. Interaksi sosial itu menjadikan manusia kadang berujung pada sesuatu bernama komunitas yang menjadi sebuah wadah untuk berkumpul dengan orang yang punya kesamaan visi dan misi. (angingmammiri.org)

4

Pengalaman itu Mahal

Jika Raisa di telivisi bertanya, "Diwarnaiin ngga ya rambutku?", maka Raisa di Mimoyoja bertanya
Apa sih hal yang paling bermakna dalam hidup kalian? Dan kenapa demikian?

Pengalaman. Itulah jawabanku. Mengapa? Karena pengalaman adalah guru terbaik.
Ya, pengalaman khususnya pengalaman diri sendiri merupakan hal yang paling bermakna dalam hidup. Dengan pengalaman, kita bisa belajar banyak hal. Belajar untuk tidak mengulang kesalahan yang sama dan belajar untuk berbuat lebih baik dari yang sebelumnya. Dari pengalaman juga, kita akan bisa mencicipi manisnya kesuksesan karena pengalaman merupakan bagian proses yang harus dilewati.

Masih ingatkah kita pertama kali kita bisa berjalan, pertama kali kita belajar naik sepeda, motor, dan sebagainya? Pasti kita pernah merasakan sakit saat jatuh, lutut lecet berdarah. Namun, pengalaman jatuh itulah yang membuat kita bisa lancar berjalan dan mengendarai sepeda, motor, dan lain-lain.
Setidaknya itulah gambaran mengapa pengalaman merupakan hal yang paling bermakna dalam hidup. Lantas, pengalaman apa saja yang paling bermakna dalam hidupku?
Pengalaman atas setiap peristiwa yang terjadi padaku. 

11

Acep Bilang Sayang

A.C.E.P

Hallo? Perkenalkan, namaku Acep. Umurku 3 tahun 1 bulan lebih. Aku adalah benda kesayangannya Mbak Meo^^nk alias kakak Mia. Kakak yang cantik, imut, dan menggemaskan. Namun, itu versi dia. Kalau menurutku, Mbak Mia itu … gendut. Yah, itu kata yang tepat untuk menggambarkan sosoknya. Hihihi..

Aku bertemu Mbak Mia di Yogyakarta. Saat itu, aku lagi main sama teman-temanku. Eh, tiba-tiba Mbak Mia datang sama ibu dan adiknya. Katanya dia naksir berat sama aku dan karena aku kasihan padanya, aku mau diajak pulang Mbak Mia.

Hari-hari pertama bersama Mbak Mia begitu menyenangkan. Aku dielus-elus tiap hari dan di-mandi-in setiap saat. Semakin menyenangkan karena saat itu Mbak Mia lagi liburan, jadi aku selalu menemani hari-harinya yang sepi. 

53

Hati-hati Penipuan KAZUO!

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketujuh.

Ini pengalamanku yang baru terjadi kemarin (21/05/2013). Semoga kita semua dapat mengambil hikmahnya dan lebih berhati-hati tentunya.
Sore itu, aku bersama temanku Intan, pergi ke ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat, sekedar untuk refreshing dan membeli beberapa keperluan sehari-hari. Sungguh sial kami ini karena kami nyaris menjadi korban penipuan Kazuo.

Awalnya aku dan Intan tengah jalan-jalan mencari kaos warna coklat. Di tengah pencarian kami, tiba-tiba ada SPB (Sales Promotion Boy) yang menghampiri kami dengan sebuah kertas kecil bertuliskan Kupon Kazuo.
“Kakak, pengunjung ITC?”
“Iya.”
“Selamat kak. Kakak dapat souvenir gratis dari toko kami. Tapi kakak bukan karyawan sini kan?”
“Iya, bukan.”
“Ayo kak, ambil souvenirnya di toko kami. Gratis kok. Nggak dipungut biaya apapun”

2

River ^^

Baris demi baris, kalimat kalimat itu terus berganti di layar laptopku. Dituliskan dengan huruf-huruf yang tak asing bagiku namun masih sulit tuk ku pahami. Hiragana, katakana, dan kanji. Demikianlah. Tiap beberapa detik berganti mengikuti alunan musik yang ku putar di Winamp.
Sudah hampir dua tahun, lagu-lagu dengan bahasa Negeri Sakura itu menghiasi hari-hariku, mengalun indah di telinga. Sejak aku menyukai anime, sejak itu pula aku menyukai lagu-lagu berbahasa Jepang. Hmm.. mungkin lebih tepatnya soundtrack (OST) dari anime yang ku tonton karena jika ditanya siapa penyanyi Jepang favoritku, aku tak bisa menjawab. Aku lebih menyukai karakter anime daripada sosok manusia aslinya. Lebih kawaii :3.

Mengapa aku menyukai lagu-lagu berbahasa Jepang (soundtrack anime)? Karena menurutku lagunya lucu. Lucu bukan dalam artian 'mampu membuat tertawa' saat mendengarkannya, namun 'lucu' sehingga menarikku untuk mendengarkannya. Selain, itu lagu-lagu tersebut, mampu membangkitkan semangat. Saat lelah mengerjakan tugas, pusing laporan, maka dengan mendengarkannnya, rasanya kembali bersemangat. Itu menurutku. Mungkin akan berbeda halnya dengan para pecinta lagu-lagunya Afgan, Sammy Simorangkir, Cakra Khan, atau penyanyi Indonesia lainnya. 
2

Ngeblog VS Tugas Akhir

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketujuh.

Sedari pagi rasanya otak ini sudah panas, beruap, dan mungkin jika difilmkan maka di atas kepalaku muncul kepulan asap yang siap disiram air agar tak menimbulkan kebakaran hebat. Apapun itu, rasanya kepalaku sudah mau pecah. Sehari-hari berhadapan dengan script-script koding bahasa pemrograman PHP.

Yah, demi kelancaran Tugas Akhir (TA) ku, aku harus membuat sebuah aplikasi. Bisa dibayangkan hari-hariku kini. Begitu suram. Tiap hari mengeluhkan query yang tak berkesudahan, header location yang entah mengapa selalu mengeluarkan error yang sama “Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at C:\xampp\htdocs\ …”

Jenuh rasanya. Pernah suatu ketika gara-gara query yang belum terselesaikan, aku bermimpi menyelesaikan query. Tidur jadi tak nyenyak, selalu gelisah, dan selalu terbangun setelah beberapa menit terlelap. Itulah rasanya menjalani aktivitas sebagai mahasiswa tingkat akhir di jurusan Management Informatika.
2

Sebelum dan Sesudah Magang

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keenam.
Aku masih dalam posisi yang sama. Duduk tenang berhadapan dengan laptop. Memandang skrip koding baris demi baris. Memeriksanya satu per satu demi tak muncul error dimana-mana.
Beginilah keseharianku sebagai seorang mahasiswa jurusan Manajemen Informatika. Tapi, hei, lihatlah, aku tak lagi terlihat seperti mahasiswa. Lihat baju seragam biruku yang berubah menjadi kemeja. Lihat ID Cardku yang tak lagi bertuliskan Nama dan Nim. Dan lihatlah dimana aku saat ini, tidak ada papan tulis, tak ada meja dosen, tapi aku yakin aku masih ada di sekitaran kampus. Dimanakah aku?

Ternyata aku (masih) dalam masa magang dan tengah menyelesaikan Tugas Akhir. Mohon doanya, kawan. Mengapa aku masih ada di sekitaran kampus? Karena kampus adalah tempat magangku. Mungkin terdengar aneh, kok magang di kampus sendiri, terus kerjaannya ngapain, ikut ngajar? Tidak, aku ditempatkan di bagian Management Information System (MIS) atau bisa dikatakan IT nya kampusku. Hei, aku memang ditempatkan di bagian MIS, tapi lihatlah sekeliling tempat dudukku. Ada beberapa orang yang tak asing bagiku. Siapakah mereka? Mereka adalah dosenku. Ya, dosen yang biasanya tampil di depan kelas, menyalurkan ilmunya, kini mereka rekan kerjaku. Bisa dibayangkan bukan apa yang terjadi.. 

Senang Sedih Harus Bersyukur

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keenam.
Dua sisi. Senang dan sedih. Pasti kita pernah mengalami kedua hal tersebut. Tidak mungkin seseorang merasa senang tanpa pernah sekalipun merasa sedih. Dan tidak mungkin pula seseorang yang selalu merasa sedih tanpa pernah mengecapi rasa senang. Mengapa? Karena Alloh Maha Adil.
Dua sisi. Senang dan sedih. Apa/kejadian apa yang pernah membuatmu senang? Apa/kejadian apa yang pernah membuatmu sedih?
Dua sisi. Senang dan sedih. Inilah kisahku tentang kejadian/hal yang pernah membuatku merasa senang sekaligus sedih. 

Di awal-awal aku menjadi mahasiswa baru, aku punya sebuah keingingan. Aku ingin mendapat peringkat 3 besar. Siapa sih yang tak ingin masuk peringkat 3 besar di kelas? Namun, alasan utama aku ingin masuk 3 besar karena aku ingin menjadi ‘kakak pendamping’ saat outbond.

0

Pangeran Berkuda Putih


Aku adalah orang yang sportif. Ketika ada orang yang lebih layak menjadi pemenang, maka aku berbesar hati menerima kekalahan. Akan tetapi, aku tidak suka  adanya perbedaan/pengistimewaan atau sesuatu yang membuat proses itu menjadi berbeda antara satu dengan yang lain. Bayangkan jika untuk menjadi pemenang, seseorang harus melewati step 1, 2, dan 3. Si A sukses melewati ketiga step dengan lancar. Si B meski tersendat-sendat juga bisa melewati ketiga step. Sementara Si C baru di step 2, ia sudah dinyatakan gagal dan tidak bisa melanjutkan ke step berikutnya. Padahal di awal sudah ada perjanjian bahwa tidak ada batas waktu dan tidak ada sistem gugur. 
Jika aku jadi A, aku akan senang karena kesempatanku tuk jadi pemenang begitu besar. Jika aku jadi B, aku harus siap kalah karena bagaimanapun kualitasku lebih rendah dari Si A. Walau demikian, aku puas karena aku telah menyelesaikan tantangan. Sementara itu, jika aku jadi C, ... Bagaimana jika kau jadi C, apa yang kau rasakan? Ketika kau tiba-tiba dinyatakan gagal padahal kau belum menyelesaikan step yang diberikan, padahal mungkin saja di step yang terakhir kau akan berikan yang terbaik darimu.
Itu hanya pengandaian saja. Bagaimana jika itu jadi kenyataan? Yah, aku merasakannya. Aku jadi Si C. Aku tidak sakit hati, tapi aku merasa tidak dihargai dan dianggap remeh. Dan jujur, aku tidak bisa berbesar hati dalam kasus ini.
11

Dua Sisi bersama Guru Biologi

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keenam.
Dua sisi. Sebuah tema yang unik untuk dibicarakan. Memaksa ku untuk mengenang perjalanan hidup yang sudah 21 tahun ku jalani, mencari potongan-potongan kisah yang merujuk pada kata ‘Dua Sisi’.
Mengenang masa lalu memang indah. Membuatku tersenyum-senyum sendiri saat mengingatnya. Aku ingat saat aku dipuji seorang guru karena jawabanku yang memuaskan dan ingat saat aku dimarahi seorang guru karena pertanyaan yang ku ajukan. Menariknya, walau berbeda masa, kedua guru tersebut sama-sama guru Biologi. Dan potongan kisah inilah yang akan ku angkat untuk cerita ‘Dua Sisi’ ku, saat dipuji dan saat dimarahi.

Suatu hari di tahun 2004 (atau 2005, aku lupa), saat aku masih duduk di bangku kelas VII atau setara dengan kelas 1 SMP. Adalah Bapak Tugiyanto atau yang biasa disapa Pak Tugi, seorang guru Biologi di SMP N 27 Purworejo kala itu. Apa kabar Pak? Lama tak jumpa. Saat itu, Pak Tugi tengah mengajar Biologi di kelas VII B, kelasku. Aku lupa Pak Tugi menjelaskan apa waktu itu. Namun, seingatku kami tengah membahas tentang simbiosis parasitisme, salah satunya benalu. Siapa yang tak tahu benalu? Tumbuhan parasit yang sangat merugikan tanaman inangnya.

“Anak-anak, sebutkan jenis-jenis benalu!” perintah Pak Tugi.
“Tali putri.” Jawab teman-teman sekelasku.
0

Happy Mother Day

12 Mei 2013.
Happy Mother Day. Demikianlah yang ku lihat dan ku baca dari beberapa postingan pada beberapa page di facebook maupun di google+. Apakah hari ini Hari Ibu? Bukankah Hari Ibu jatuh pada tanggal 22 Desember. Namun, mengapa kebanyakan orang mengucapkan “Happy Mother Day” pada hari ini?
Setelah ku telusuri, aku sedikit banyak tahu tentang Hari Ibu. Hari Ibu atau Mother Day diperingati oleh berbagai Negara di dunia. Namun, tanggal peringatannya sendiri belum merujuk pada tanggal internasional, yang artinya masing-masing Negara mempunyai tanggal tersendiri untuk memperingati Hari Ibu.
Jika di Indonesia memperingati Hari Ibu pada tanggal 22 Desember, maka di Amerika dan lebih dari 75 negara lain memperingati Hari Ibu pada tanggal 12 Mei 2013 atau lebih tepatnya pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Itulah sebabnya, hari ini banyak yang mengucapkan Happy Mother Day untuk mengungkapkan rasa cinta dan terima kasih untuk seorang ibu. Untuk melihat kapan Mother Day diperingati di berbagai negara di dunia, silahkan lihat disini.

2

Aku (tidak) Pemalu

“Apa yang menjadi kelemahan kamu?”
Demikianlah pertanyaan yang sering ku dapatkan saat wawancara kerja. Pertanyaan yang susah-susah gampang. Terlalu jujur mengungkapkan kelemahan, akan berakibat tidak diterimanya sebuah lamaran kerja. Namun, terlalu mengada-ada tentang kelemahan diri juga tidak baik. Itulah sebabnya, aku sering kebingungan menjawab pertanyaan itu.
Jika aku bertanya pada diriku sendiri, “Apa yang menjadi kelemahanku?” mungkin akan banyak sekali kelemahan-kelemahan dalam diri ini. Salah satunya adalah sifat tertutupku. Aku susah terbuka pada orang lain. Apakah ini bisa dikatakan ‘kurang bisa berkomunikasi’? Entahlah. Yang jelas, bahasa tulis lebih mudah menyampaikan sesuatu dibandingkan bahasa lisan. Jarang sekali aku menceritakan kehidupan pribadiku kepada orang lain. Hanya pada orang tertentu, itu pun penuh pertimbangan. Bukan karena tidak percaya pada orang lain, tapi mungkin karena aku malu.
Malu. Aku anak pemalu. Aku terlalu malu jika kisah tentangku diceritakan dari mulut ke mulut, menjadi bahan pembicaraan orang lain. Yah. Aku pemalu. Aku malu ketika menyampaikan pendapat di forum. Aku malu jika ini dan itu. Aku malu jika jadi pusat perhatian. Ya, aku pemalu, bukan penakut. 
0

Dreaming of You

Dreaming of You - Memimpikanmu
Sara Fielding adalah wanita lugu yang juga penulis terkenal. Demi buku terbarunya, ia meninggalkan kenyamanan dan perlindungan tempat tinggalnya di desa untuk pergi ke London, memasuki dunia gelap kota itu. Tanpa sengaja, ia menyelamatkan pria tampan dan memesona yang merupakan pemilik rumah judi paling eksklusif di London, Derek Craven.
Derek mengizinkan Sara memasuki rumah judinya untuk mempelajari kehidupan di sana demi buku wanita itu. Di balik sikap yang lugu dan kehidupannya yang lurus, Sara menyimpan kekuatan dan daya tarik yang memesona. Hati Derek yang dibekukan oleh masa lalunya yang kelam pun luluh. Namun, tanpa diduga, seseorang dalam kehidupan Derek mengawasi mereka, dan berusaha menghancurkan mereka demi membalas dendam.
Mau tahu kisah selanjutnya? Dapatkan bukunya secara gratis di May Giveaway: Dreaming of You (Lisa Kleypas), kalau kamu beruntung yah ^^
0

Cinta Pertama-ku #2

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kelima.
Aku tidak suka membaca. Novel, komik, teenlit. Mungkin yang suka ku baca adalah buku-buku cetak tebal yang dipenuhi angka dan rumus, macam Fisika, Kimia, dan Matematika. Namun, itu dulu saat aku masih SMA.
Sebenarnya aku heran mengapa aku tak suka membaca. Padahal perpustakaan SMA ku menyediakan ruang referensi yang selain berisi buku-buku referensi, ada pula novel dan banyak teenlit. Novel di perpustakaan itu begitu update. Ada novel baru yang sedang booming di pasaran, langsung dibeli untuk menambah referensi perpustakaan. Para siswa-siswi saling berebut untuk membacanya hingga terkadang belum sempat aku memegangnya, novel itu sudah rusak. Ayat-Ayat Cinta, misalnya. Siapa yang tak tahu novel karangan Habiburrahman el Shirazy itu? Apalagi setelah novel itu difilmkan. Dan, FYI, aku baru 'memegang' buku itu setelah menonton filmnya. Hanya memegang, tidak membaca.
Entah apa yang membuatku tak berselera membaca. Mungkin karena aku orang yang mudah bosan. Novel bertebal 3-5 cm dengan cerita yang tak kunjung selesai. Oleh karena itu, biasanya aku hanya melihat covernya, membuka-buka isi bukunya, dan mengembalikan dengan rapi ke rak. Padahal, jika aku lihat kawanku, beberapa kali ku pergoki dia mengeluarmasukkan novel dan teenlit dari dan ke ruang referensi yang notabene buku-buku di ruangan itu tidak boleh dipinjam dan dibawa pulang. Hanya bisa dibaca di tempat, demikian peraturan perpustakaan.
Melihat temanku yang kecanduan membaca, aku pun memutuskan untuk belajar 'suka' membaca. Aku membeli sebuah novel. Saat itu aku sedang jalan ke Yogyakarta dan iseng mampir ke toko buku.
"eh, ini kan novel yang kemarin di-promo-in penulisnya di TV. Beli ah novelnya, kayaknya seru."
Dan terbelilah novel yang pertama ku beli. Marmut Merah Jambu-Raditya Dika.

Di Usia 23 Tahunku...

Usiaku saat ini baru 21 tahun. Usia yang tidak lagi bisa dikatakan sebagai remaja, apalagi anak-anak. Di usia ini merupakan masa dimana proses pencarian jati diri dalam kategori dewasa. Sedih rasanya mendengar sebuah kalimat "Aku sudah dewasa." Rasanya, keceriaan masa muda hanya tinggal kenangan.
Usiaku memang masih 21 tahun, namun seorang teman bertanya iseng,"Kamu mau menikah di usia ke berapa?" 
"23 tahun." jawabku ringan.
"2 tahun lagi dong?" goda temanku.
0

Plant Tour

Plant tour. Tahukah kamu apa itu?
Plant=tanam-tanaman, tumbuh-tumbuhan
Tour=perjalanan
Plant Tour= perjalanan/tamasya mengunjungi tempat yang penuh tanaman dan tumbuhan

Yaps. Jawaban yang salah. Itu jawabanku tiga tahun yang lalu dan sudah jelas salahnya. Lantas, apa itu Plant Tour?
Bagi mahasiswa/alumni Politeknik Manufaktur Astra (atau mungkin Politeknik lain) pasti tidak asing dengan istilah Plant Tour.

0

Cinta Pertama-ku


Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kelima.
***
Cinta pertama… tik tok tik tok…
Beberapa menit kemudian,
Cinta pertama… garuk-garuk kepala…
Rasanya susah sekali membuat tulisan bertemakan ‘Cinta Pertama’.
***
Cinta Pertama. Berbicara mengenai cinta pertama, apa yang muncul pertama kali dalam benak kita? Cinta pada lawan jenis kah? Atau cinta pada ‘sesuatu’ yang lain?
Kita tidak bisa hidup tanpa cinta, semua pasti setuju. Bukan hanya cinta kepada mahluk, kepada lawan jenis tapi juga cinta pada alam semesta, pada benda ciptaan manusia dan tentu saja pada sang Maha Pencipta. (angingmammiri.org)
Ya. Ya. Ya. Itulah cinta. Namun, cinta pertama? #masih garuk-garuk kepala. Yosh, ikatkan tali ke kepala, ambil pensil dan kertas. Siapkan modem, colok ke laptop, lempar pensil dan kertas. Mari menulis tentang Cinta Pertama.^^
0

Negeri di Ujung Tanduk


Judul           : Negeri di Ujung Tanduk
ISBN/EAN     : 9789792294293 / 9789792294293
Pengarang   : Tere-Liye
Penerbit       : Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Terbit           : 4 April 2013
Pages           : 360
Berat            : 234 gram
Kategori       : Fiksi

Di Negeri di Ujung Tanduk kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi.
Di Negeri di Ujung Tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.
Tapi di Negeri di Ujung Tanduk setidaknya, kawan, seorang petarung sejati akan memilih jalan suci, meski habis seluruh darah di badan, menguap segenap air mata, dia akan berdiri paling akhir, demi membela kehormatan.
Sekuel Negeri Para Bedebah (Anugerah Pembaca Indonesia 2012)
11

Mari Mencari Rejeki-Nya

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang kepada malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup 191. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)". (QS. Ali-Imran: 27)
191. Sebagian mufassirin memberikan misal untuk ayat ini dengan mengeluarkan anak ayam dari telur, dan telur dari ayam. Dan dapat juga diartikan bahwa pergiliran kekuasaan di antara bangsa-bangsa dan timbul tenggelamnya sesuatu umat adalah menurut hukum Allah.
Sungguh beruntungnya jika kita menjadi orang terpilih yang dikehendaki Alloh untuk menerima rezekinya tanpa batas. Apalagi jika kita mendapatkannya dengan cuma-cuma, tanpa usaha. Bersyukurlah kita.
Rejeki memang sudah ada yang mengatur, yaitu Alloh SWT. Namun, bisakah kita mendapatkannya tanpa usaha dan doa?
Doa. Tentu saja doa sebagai alat komunikasi kita pada-Nya. Apa yang sebenarnya kita harapkan, kita inginkan. Tetapi, karena saking sayangnya Alloh SWT pada kita, Dia selalu memberikan yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.
“…Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (QS Al-Baqarah: 216).
6

PMDK MI 2010

Ini adalah kisah persahabatanku dengan sembilan temanku yang tergabung dalam PMDK MI 2010. Persahabatan kami bermula saat sebuah pengumuman yang menuliskan beberapa nama kami.
Kami bersepuluh dengan empat orang namanya tidak disebut (lihat gambar di atas) memiliki visi dan misi yang sama, yaitu menjadi mahasiswa Politeknik Manufaktur Astra jalur Beasiswa angkatan 2010.
Powered by Blogger.
Back to Top