3

Purworejo-ku #Indahnya pantaiku


Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua. 
Sebagian besar dari kita pasti pernah ke pantai. Pantai manakah yang kau suka? Tentu kau memiliki kriteria tertentu untuk menilai apakah pantai yang sudah atau yang ingin kau kunjungi begitu menarik, entah karena pasirnya yang lembut, ombaknya yang menawan, atau mungkin tempatnya yang bersih. Apapun itu, menurutku Pantai Jati Malang memiliki daya tarik tersendiri.
Jati Malang-ku
Pantai Jati Malang terletak di Kabupaten Purworejo, lebih tepatnya di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi. Obyek wisata ini berjarak +18km dari pusat kota.
Pantai Jati Malang sungguh terkenal, walau hanya terbatas di kawasan Purworejo dan sekitarnya. Untuk pergi ke pantai ini bisa menggunakan mobil pribadi, motor, atau kalau mau naik kendaraan umum bisa menggunakan angkot kuning berangka 20. Kau harus bersabar menunggu angkot yang satu ini karena bisa jadi kau harus menunggu 30 menit hingga satu jam.
Beberapa waktu yang lalu sempat diberitakan bahwa akses menuju pantai Jati Malang rusak parah, khususnya jalur yang melewati Desa Guyangan. Rusaknya memang tak kira-kira. Banyak lubang sana sini sehingga rawan terjadi kecelakaan. Akan tetapi, terakhir aku kesana, Maret lalu, jalan itu sekarang sudah mulus. Akhirnya setelah sekian lama jalan itu dibiarkan menganga kini begitu lancar tuk dilalui.
Kau tahu, jika kau memilih jalur yang melewati Desa Guyangan maka bersiaplah untuk menikmati pemandangan sawah yang indah karena sepanjang jalan kau hanya akan menemukan pematang sawah. Tak ada rumah di bahu kanan maupun kiri jalan. Sekelilingmu hanyalah sawah. Apa yang ditanam di sawah? Ada padi, melon, semangka, mentimun, tergantung musim. Jika musim semangka atau melon tiba, maka kau akan temukan banyak penjual semangka dan melon di kanan kiri jalan. Buah-buah itu hasil panen dari sawah-sawah para petani setempat.
Tak lama kemudian kau akan melewati Jalan Daendeles, jalan alternatif yang menghubungkan Purworejo – Kebumen. Jalan ini biasa digunakan oleh bus jurusan Jogja – Cilacap. Sepanjang jalan tidak akan kau temukan lampu lalulintas sehingga kau bebas melaju sepuasnya. Kondisi Jalan Daendeles saat ini masih aman terkendali.
Perempatan Jalan Daendeles
Lanjut ke perjalanan kita ke Pantai Jati Malang. Dari perempatan Jalan Daendeles kita menuju ke arah selatan karena 1 km lagi kita akan menjumpai pantai indah Jati Malang.
Pantai Jati Malang berbeda dengan pantai yang lainnya. Pantai ini terletak di kawasan selatan Pulau Jawa dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia sehingga jangan heran jika deburan ombaknya begitu besar. Kau perlu berhati-hati jika mandi di pantai ini karena bisa-bisa kau tak bisa kembali ke daratan karena ditarik oleh Nyi Roro Kidul. :p
Daripada mandi, mending main pasir :)
Aku senang berwisata ke pantai Jati Malang, khususnya di pagi hari. Bahkan karena rumahku tak begitu jauh dari pantai, biasanya sehabis subuh aku langsung pergi ke pantai. Kenapa? Karena udaranya begitu segar dan satu hal yang pasti; tak perlu bayar tiket masuk karena para penjaga loketnya belum bersiap siaga.
Selain itu, hal yang menarik jika kau ke pantai Jati Malang di dini hari kau akan dapati pemandangan yang belum tentu bisa kau dapatkan di pantai lain. Pemandangan sunrise atau matahari terbit tentu bisa kau dapati. Tapi jangan berharap terlalu banyak akan keindahannya karena kau pasti bisa bayangkan bagaimana sunrise dan sunset di pantai selatan. Lantas apa hal yang menarik itu?
Pernahkah kau melihat para nelayan pergi berlayar mencari ikan? Jika belum maka datanglah ke Pantai Jati Malang di pagi hari. Saat matahari mulai keluar dari peraduan, di saat itu pula para nelayan di Jati Malang mulai siap bekerja. Mereka berkelompok-kelompok sesuai dengan kapal yang akan ditungganginya. Bahu membahu mereka mendorong kapal (atau lebih tepat disebut perahu) menuju ke perairan Laut Selatan. Disitulah kau akan melihat bagaimana jerih payah para nelayan. Bagaimana tidak, ombak Pantai Jati Malang yang besar selalu mengembalikan perahu nelayan ke daratan. Berulang-ulang kali. Para nelayan itu harus melawan ombak-ombak ganas itu. Mencoba melawan, kembali ke daratan. Sekali lagi melawan, kembali lagi ke daratan. Paling cepat dalam 30 menit mereka sudah bisa menakhlukkan ombak Jati Malang.
Perahu yang digunakan nelayan
Kini Pantai Jati Malang sudah jauh lebih berkembang. Sebelumnya Pantai ini terlihat kotor dan kumuh. Namun, semakin banyak pengunjung, semakin cemerlang pula Pantai Jati Malang ini. Ada banyak rumah makan yang menyajikan makanan hasil laut; ada kepiting, cumi, udang, dan berbagai jenis ikan. Ada pula tempat yang menjual ikan segar mentah yang dapat kita beli dan diolah dirumah.
Selain itu ada gazebo yang bisa kita gunakan untuk tempat berteduh sambil menikmati suara deburan ombak yang bergemuruh. Para penjual jajanan dan es pun tersebar di pinggiran pantai. Dan ada wahana seru buat adik-adik kita yang akan sangat bahaya jika mereka mandi di pantai yaitu kolam air.
Kolam air
Sungguh indah Pantai Jati Malang. Rasanya kalian perlu mengunjunginya :D
#8MIngguNgeblog 

3 comments:

  1. Ooh namanya Pantai Jati Malang ya padahal letaknya di Purworejo. Sama mbak, makassar juga kota pantai :)

    ReplyDelete
  2. senangnyamain di pantai :D
    saya pernah kapok main ke Parangtritis, jadi item gara2 lupa pakai sunblock. hihi

    ReplyDelete
  3. maen di pantai emang bikin item, tapi menyenangkaann :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top