0

Menulis :)

*menulislah

by Darwis Tere Liye on Thursday, September 27, 2012 at 6:51pm ·

menulislah, karena yakin tulisan kita bisa merubah. menulislah, karena yakin tulisan kita bisa menghibur.menulislah, karena yakin tulisan kita bisa menemani.

kita tdk pernah tahu. boleh jadi di sana... di salah-satu gedung tinggi, apartemen2, padatnya kota hongkong, di sebuah kamar sempit, lelah setelah bekerja sepanjang hari, dimarahi majikan, kangen negeri sendiri, ada seseorang yg tertawa, menangis, tiba2 merasa begitu bersemangat, memiliki inspirasi, setelah membaca tulisan kita. salah-seorang saudara kita yg jadi TKW. blog, MP, notes kita menjadi penghiburan.

kita tdk pernah tahu. boleh jadi di sana... di kolong jembatan, kota yg panas, tanah dgn onta dan korma, di balik dinding kardus. lelah setelah berminggu terkatung menjadi imigran tdk diinginkan, ada seseorang yg tertawa, menyeka pipi, buncah oleh pengharapan, setelah membaca tulisan kita. salah seorang saudara kita yg jadi buruh imigran di arab, terusir seperti gelandangan, tdk ada yg mau mengurusi. blog, MP, wordpress, notes kita menjadi teman.

kita tdk pernah tahu. boleh jadi, ibu2 buronan besar itu, yg hampir dua tahun minggat, bersembunyi di negeri orang, selalu melepas kerinduan atas tanah air dari rumah kontrakannya, dengan membuka blog, MP, wordpress, notes kita. bahkan tdk sabaran kapan cerbung kita akan bersambung, hendak menyapa takut ketahuan lokasinya.

0

Sukses & Usaha

apa yang kamu dapatkan akan berbanding lurus dengan apa yang kamu usahakan, oleh karena itu, jangan pernah merasa iri jika apa yang kamu dapatkan lebih sedikit daripada yang orang lain dapatkan, karena boleh jadi orang itu usahanya lebih besar dari apa yang kamu usahakan..
Ungkapan itu merupakan tamparan keras bagi diriku sendiri, dan mungkin bagi kalian yang terkadang, bahkan sering iri ketika melihat orang lain yang lebih sukses dibanding kita. Bahkan kita cenderung mempertanyakan dan berprasangka buruk tentang kesuksesan yang diraih rekan kita.
Ketika teman yang kita anggap biasa saja atau ‘bodoh’ justru diterima di Perguruan Tinggi terbaik di kota ini, kita mempertanyakan, “Kok bisa sih? Padahal saat SMA dia nggak pintar-pintar banget, biasa aja malah!?”
Ketika nilai ulangan dibagikan, nilai teman yang beberapa kali melirik ke lembar jawab kita nyatanya lebih tinggi dari nilai kita. Kita pun lagi-lagi mempertanyakan, “Kok nilai dia lebih tinggi sih? Padahal dia pas ulangan lihat jawabanku terus.”
Oh, kita memang tak pernah rahasia Ilahi secuil pun, bahkan untuk hal sepele seperti ini. Kita hanya menilai dari apa yang kita lihat, bukan dari apa yang sebenarnya terjadi.
Ketika teman yang kita anggap biasa saja tapi bisa lolos dan diterima di Perguruan Tinggi terbaik, apakah kita tahu apa yang telah ia lakukan? Siapa yang tahu kalau di sepertiga malam ia bersujud, memohon kemudahan jalan untuk diterima di Perguruan Tinggi favoritnya. Siapa yang tahu jika tiap malamnya ia lebih memilih mengerjakan soal-soal latihan masuk Perguruan Tinggi dibanding menyiapkan pelajaran yang akan dibahas esok hari.
Dan ketika teman yang melirik jawaban kita saat ulangan nyatanya ia mendapatkan nilai yang lebih tinggi dari kita. Oh, Kawan, mungkin saja dia hanya kurang percaya diri dengan jawabannya sendiri. Padahal boleh jadi, dia semalaman belajar, mempersiapkan dengan baik materi ulangan. Sementara kita, belajar serampangan, sekenanya. Apakah kita tahu itu semua?
0

Cerita dalam Al-Quran

Al-Qur'an merupakan salah satu kitab suci yang wajib kita percayai, di samping Taurat, Zabur, dan Injil. Sebagai seorang muslim, Al-Qur'an ini wajib kita imani karena kitab suci umat Islam ini merupakan pedoman hidup. Di dalamnya terdapat peringatan, kabar gembira, janji Alloh, dsb. Dan yang lebih menarik, Al-Qur'an berisi cerita-cerita yang patut kita ambil hikmahnya. 
Ada cerita apa aja sih, yuk kita simak bersama-sama :)
1. Kisah Nabi Ibrahim dan Patung Sesembahan Bapaknya
(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?” (QS. 21:52)
Mereka menjawab: “Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya”. (QS. 21:53)
Ibrahim berkata: “Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata”. (QS. 21:54)
Mereka menjawab: “Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main 961?” (QS. 21:55)
Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Rabb kamu ialah Rabb langit dan bumi yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu” (QS. 21:56)
Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya 962. (QS. 21:57)
Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. (QS. 21:58)
Mereka berkata: “Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap ilah-ilah kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim”. (QS. 21:59)
Mereka berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim”. (QS. 21:60)
Mereka berkata: “(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan”. (QS. 21:61)
Mereka bertanya: “Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap ilah-ilah kami, hai Ibrahim?” (QS. 21:62)
Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung yang besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara” (QS. 21:63)
4

Cisco System, Inc.


SEJARAH CISCO
Cisco System, Inc. didirikan oleh ilmuwan komputer Standford pada tahun 1984 dan mulai ramai dipasarkan pada tahun 1990. Produk utama perusahaan ini adalah router. Dengan berkembangnya internet, permintaan untuk product Cisco semakin meningkat dan perusahaan mulai mendominasi pasar. Pada tahun 1997, menurut Fortune 500, Cisco termasuk ke dalam lima besar perusahaan dalam pengembalian revenue dan pengembalian asset. Yang lebih mengesankan, pada 17 Juli 1998, 14 tahun seteleah didirikan, kapitalisasi Cisco melewati $100 miliar. Beberapa pengamat industry memprediksikan Cisco akan masuk ke dalam 3 perusahaan yang dominan bersama Microsoft dan Intel untuk membentuk revolusi digital.
Don Valentine, mitra Sequoia Capital adalah orang pertama yang berinvestasi di Cisco. Ia mengambil kesempatan pada perusahaan muda itu ketika pemodal ventura lain lebih berhati-hati. Ia melindungi investasi awalnya sebesar  $2,5 juta dengan cara memesan hak untuk membawa manajemen profesional pada situasi yang ia anggap tepat.
Pada tahun 1988, Valentine menyewa John Morgridge sebagai CEO. Mordgridge, seorang eksekutif yang berpengalaman dalam industry komputer, mulai membangun sebuah tim manajemen yang professional.  Tim ini ternyata bentrok dengan para pendiri, yaitu Lerner dan Bosack. Saat itu, Lerner bertanggung jawab atas layanan pelanggan dan Bosack sebagai kepala ilmuwan. Setelah penawaran umum perdana Cisco pada saham mereka pada tahun 1990, kedua pendiri menjual seluruh saham mereka dan meninggalkan perusahaan. Kepergian mereka membuat Morgridge bebas melanjutkan rencananya untuk membangun struktur manajemen yang sangat disiplin.
Morgridge percaya bahwa banyak perusahaan Silicon Valley terdesentralisasi terlalu cepat dan tidak menghargai kemampuan organisasi fungsional untuk tumbuh tanpa mengorbankan kontrol. Dengan demikian, Morgridge mempertahan organisasi fungsional tersebut. Sementara itu, Product Marketing dan R&D terdesentralisasi menjadi tiga bidang usaha (Enterprise, Small/Medium Bisnis, dan Service Provider). Manufacturing, customer support, finance, human resource, IT, dan sales organization tetap terpusat.
0

Sedang tak Suka padamu

Pernahkah kau merasa tiba-tiba tak suka akan keberadaan seseorang yang biasanya hadir dalam kehidupanmu? Jika tidak, maka aku aku pernah merasakannya. Dan saat ini aku sedang tidak suka padamu. Aku tak tahu mengapa, tapi aku sedang tak ingin bersamamu.
Aku tak ingin berbicara denganmu. Aku tak ingin dengar leluconmu dan aku sedang tak ingin melihatmu. Jangan kau tanyakan mengapa, karena aku tak tahu. 
Rasa ini muncul secara tiba-tiba dan aku tak tahu alasannya. Saat ini aku hanya bisa berkata 'Maaf'. Maaf, aku sedang tak ingin bermain denganmu. Aku sedang ingin bermain dengan yang lain, tertawa dengan yang lain, berbagi kebahagiaan dengan yang lain, bukan denganmu. 
Aku sedang tak ingin di dekatmu. Aku takut salah bicara yang justru membuatmu tersinggung atas perkataanku. Maaf, jika ku hanya tersenyum kecut mendengar cerita-ceritamu, atau sekedar nyengir atas gurauanmu padaku. Aku sungguh tak bermaksud, benar-benar tak bermaksud.




0

Ratapan Kesedihan


Waktuku tak banyak, hanya hitungan hari. Aku berada di ujung usiaku, berharap bisa memanfaatkan sisa-sisa kehidupan ini dengan baik.
Aku senang, aku bahagia. Aku bisa merasakan indahnya dunia ini, walau begitu singkat. Setidaknya, aku pernah menghirup segarnya udara pagi, panasnya terik mentari, dan dinginnya angin malam yang menyapa lembut tubuh ini.
Aku tak pernah bersedih, walau banyak yang memandang ku sebelah mata. Aku yang bodoh, aku yang lamban, dan tentu saja aku yang gendut. Tak masalah. Setidaknya aku pernah membuat orang lain senang akan kehadiranku.
Kini saatnya telah tiba. Saat dimana aku harus mengorbankan jiwa dan ragaku. Saat aku harus tinggalkan segala keceriaan dunia ini, warna warni kehidupan ini, dan lika-liku perjalanan ini. Ku telah habiskan waktu untuk mengabdikan diri pada orang yang telah merawatku, memberikanku sesuap nasi, dan menjagaku hingga sebesar ini.  
Aku takut, teramat takut. Aku rela mati demi mereka, walau sebenarnya aku takut. Namun, demi melihat seutas senyum di wajahmu, wajah kalian, aku rela. Aku rela demi kalian.
Ingin sekali aku berontak, meronta, meminta perpanjangan waktu, walau hanya sekejap. Tapi, aku tahu ini takdirku, ini jalan hidupku. Aku tak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya menuruti kemauanmu.
Hanya satu pintaku, ketika waktu telah tiba menjemputku, aku ingin tetap menjadi bagianmu, bagian dari hidupmu. Kelak ketika kita dipertemukan kembali, aku ingin hadir menjadi penolongmu, pemberat timbanganmu, dan bersamamu di surga. ^^

Mungkin itulah yang dirasakan sapi-sapi menjelang Idul Adha. Mungkin saat ini mereka tengah mempersiapkan mental, menghadapi kenyataan, menjalani takdirnya. Apapun yang ia rasakan, ia berharap kehadirannya di dunia benar-benar memberikan manfaat bagi semua orang.

SELAMAT IDUL ADHA :)

Powered by Blogger.
Back to Top