0

Aku Lelah (I'm off)


Aku menghela nafas panjang, menahan semua amarah yang ada di dada. Sesak rasanya jika selalu memikirkan hal yang sama. Aku tak ingin mengatakan aku tak tahu lagi dan aku pun tak ingin lagi mengatakan aku bingung. Bukan mengesampingkan atau tak mendengarkan mereka, orang-orang yang selalu mendukungku, namun aku lelah.
“Semangaaaat!” teriak seseorang di seberang sana. Seorang ibu yang akan terluka jika melihat, mendengar anaknya tengah sedih, terluka, takut, dan segala macam rasa tak nyaman yang dirasakan anaknya.
Sedih, kesal, jengkel. Itu mungkin yang ku rasakan. Tak pernah ku rasakan sebelumnya seperti ini. Kesabaran yang ku rasa sudah di ambang batasnya. Aku yang selalu bisa bertahan dengan segala keadaan, kini mengaku kalah. Ini bukan pertama kalinya aku menghadapi keadaan seperti ini. Bukan hanya sekali, dua kali, tapi sering. Aku selalu bisa bertahan. Aku tak pernah mengeluh dan aku selalu bisa melewatinya. Namun, kali ini aku lelah. Aku lelah menghadapimu. Aku tak tahu bagaimana memperlakukanmu.
“Hei, kau. Kau tahu. Dalam hal ini, kau satu-satunya orang yang bisa buatku menangis. Aku tahu kau merasakan apa yang ku rasakan. Tapi, tak bisakah kau mengubah sikapmu, instropeksi diri, buktikan bahwa kau bisa menggantikan air mata yang ku keluarkan.”
Andai saja aku bisa mengatakan hal itu. Sayangnya aku bukan orang yang mudah berucap, aku bukan orang yang pandai menggunakan kata-kata hingga tak menyakiti perasaan.
Aku tak menyalahkanmu, tak menyalahkan dia, tak menyalahkan siapapun. Aku hanya merasa lelah. Lelah dengan keadaan.
Aku ingin pulang.  Aku ingin mengasingkan diri. Setidaknya aku tak ingin di dua tempat ini; kampus dan kosan. Aku bosan. Sungguh bosan. Amat bosan. Aku ingin waktu untuk menenangkan diri. Aku butuh waktu untuk menyendiri.  Aku butuh tempat untuk  menenangkan pikiran ini.
Ibu, aku ingin pulang.

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top