Definisi Cinta

Jika salah satu buku dwilogi Andrea Hirata berjudul “Cinta dalam Gelas”, maka ku menemui ‘Cinta dalam Kelas’. Mulai dari usiaku yang beranjak belasan tahun hingga kini ku beranjak ke kepala dua. Cinta. Cinta yang tak hanya sekedar cinta, cinta yang berbeda dengan cinta pada orang tua, dan cinta yang begitu membutakan segalanya. Terasa begitu indah bagi mereka yang menikmatinya.
Begitu banyak definisi akan cinta. Bagiku, cinta adalah sesuatu yang membuat kita bahagia dan mengembangkan tawa setiap saat. Tentu saja definisi ini akan berbeda dengan definisi orang lain. Dan mungkin, inilah pendapat para dosenku tentang ‘Apa itu Cinta?’
Kata dosen orkom, “Cinta bukanlah suatu bilangan yang bisa dikonversikan. Cinta adalah segenap rasa yang dirakit secara tepat hingga pikiran tak bisa bekerja dengan optimal.”
Kata dosen SDM, “Cinta adalah organisasi hati yang tak peduli akan struktur organisasinya karena yang terpenting adalah kerjasama untuk sebuah profit, yakni kebahagiaan.”
Kata dosen pemrograman, “Cinta adalah deklarasi dari sebuah program C.I.N.T.A dengan algoritma ; if( x = = ‘I’  && y = = ‘U’) then write I luv U.”
Kata dosen PSI, “Cinta adalah topologi yang digunakan pada jaringan LAN (Love As Needed) dimana cakupannya begitu luas dan semua orang dapat menikmati keberadaannya.”
Kata dosen Bahasa Inggris, “Cinta is love. Love is a great thing. Go to the sea, iIf you lost in it!!”
Kata dosen matematika, “Cinta itu differensial dari fungsi, fungsi dimana konstantanya bernilai ‘2’ dan variabelnya ‘hati’.”
Kata dosen agama, “Cinta adalah rahmatullah.”
Beraneka ragam definisi akan cinta, dan tentu saja sangat berbeda definisi dari para pelaku 'Cinta dalam Kelas'.

1 comment:

Terima kasih telah mengunjungi Wamubutabi :)
Silahkan tinggalkan jejak ^^

Powered by Blogger.
Back to Top